YESS Program Cetak Pemuda Pedesaan Menjadi Wirausahawan Pertanian

Spread the love

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pembangunan suatu negara.

Kemajuan sektor pertanian tentunya tak telepas dari peran generasi muda.

Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi, perlahan generasi muda mulai terjun ke sektor pertanian.

Oleh karena itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menargetkan hadirnya jutaan petani dan pengusaha milenial di sektor pertanian.

Mentan meyakini tumbuhnya pengusaha muda di sektor pertanian akan mampu memperkecil angka pengangguran di tanah air.

Banyak program pemerintah untuk mempromosikan pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan minat generasi muda untuk terjun dan berperan aktif dalam pembangunan pertanian.

Salah satunya adalah YOUTH ENTREPRENEURSHIP AND EMPLOYMENT SUPPORT SERVICES PROGRAMME (YESS Programme ) yang merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

YESS program dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda perdesaan di bidang pertanian dan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

Saat ini sasaran YESS program adalah pemuda yang ingin atau berminat di bidang pertanian.

Ada 4 provinsi yang menjadi lokasi dari program YESS, yakni Kalimantan Selatan (Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu), Sulawesi Selatan (Bantaeng, Bone, Bulukumba, Maros), Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Subang).Provinsi Jawa Timur (Malang, Pasuruan, Tulungagung, Pacitan).

Project Manager YESS, Inneke Kusumawati pada pembukaan rapat koordinasi dan konsolidasi Program YESS 2020 di Bogor (18/06/2020) mengatakan  keberhasilan program YESS akan menjadi percontohan dan tolok ukur untuk pelaksanaan program pengembangan pemuda tani dan kewirausahaan muda di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan demikian maka pengelolaannya harus dilakukan dengan baik, oleh tenaga yang professional dan berkomitmen tinggi.

Dalam pertemuan yang melibatkan Manajer serta penanggung jawab YESS Program wilayah Provinsi Jawa Barat, Inneke mengharapkan kerjasama dan kerja keras seluruh pihak terkait baik pusat maupun daerah.

Sinergi dan koordinasi harus dimulai dari penentuan data CPCL hingga proses pendampingannya nanti.

Peran pemeritah daerah seperti Kepala Daerah/ Bupati, Sekda, BAPPEDA, Dinas Pertanian maupun Kadis lingkup kabupaten, pimpinan lembaga pendidikan setempat, tokoh masyarakat, LSM , Mitra usaha/industri serta Petani muda setempat sangat diperlukan.

YESS program akan melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) sebagai Business Development Service Provider (BDSP) atau Penyedia Jasa Konsultasi Usaha.

Seperti diketahui salah satu fungsi BPP dan P4S adalah sebagai pusat informasi dan pusat edukasi.

Melalui BDSP diharapkan dapat mempromosikan pemuda perdesaan dalam mengembangkan agribisnis mereka melalui pelatihan dan pengawasan bisnis, memfasilitasi pengusaha muda/pemuda perdesaan dalam mengakses pasar, input pertanian, dan dukungan keuangan serta membantu pemuda perdesaan dalam menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait dalam hal manajemen rantai pasokan.

Tak hanya BPP dan P4S, YESS pun menggandeng Duta Petani Milenial yang telah dikukuhkan oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan minat pemuda di wilayah pedesaan untuk menekuni sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan dalam upaya mempercepat regenerasi petani dibutuhkan figur sosok milenial sukses disektor pertanian.

Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia.

Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.

Upaya kita akan sulit tercapai bila kita tidak menampikan milenial yang telah menjadi wirausahawan sukses.

“Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian, sebut saja Sandi Okta Susila daan Rizal, Ulus Pirnawan, Agus Ali Nurdin di provinsi Jawa Barat. Sosok-sosok inilah yang akan menjadi mitra usaha pemuda di pedesaan,” papar Dedi.

Melalui YESS program diharapkan kompetensi pemuda di pedesaan dalam mengelola potensi SDM di bidang pertanian meningkat hingga pada akhirnya ekonomi pedesaan pun meningkat.(*/Leli)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan