Wisnu Wasesa Putra: BBPKH Cinagara akan Jadi Lembaga Diklat Hasilkan SDM Profesional

Bogor, BeritaRayaOnline,- Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Jawa Barat dalam visinya akan menjadi lembaga diklat dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) profesional di bidang kesehatan masyarakat veteriner serta agribisnis peternakan.

Sementara dalam misinya BBPKH Cinagara akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dalam memberikan pelayanan diklat dan konsultasi agribisnis yang prima.Meningkatkan kualitas program diklat di bidang kesehatan hewan dan masyarakat veteriner  serta kewirausahaan agribisnis peternakan sesuai standar kompetensi kerja (SKK).

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Wisnu Wasesa Putra ketika mendampingi Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Kementerian Pertanian, Bustanul Arifin Caya dalam acara bincang asyik seputar pertanian Indonesia (Bakpia) dan kunjungan pers BPPSDMP dengan tema “Peningkatan Kompetensi Pemuda Tani untuk Mencetak Petani Milenial” di BBPKH Cinagara, Bogor, Selasa pagi (12/3/2019), menjelaskan dalam pesan tertulisnya BBPKH Cinagara mengembangkan rancang bangun diklat dan standar kompetensi kerja (SKK) , serta pembelajaran di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat  veteriner serta kewirausahaan agribisnis peternakan.

Kemudian misi lainnya yaitu  mengembangkan sarana dan prasarana balai untuk mendukung kelancaran pelaksanaan diklat dan konsultasi usaha agribisnis peternakan.Meningkatkan kerjasama diklat dalam negeri dengan instansi terkait dan pelaku usaha agribisnis peternakan.Mengembangkan sistem informasi, pemantauan, dan evaluasi serta pengendalian internal yang akurat dan kredibel.

Khusus untuk program pelatihan , dalam rangka peningkatan kompetensi tenaga teknis dan fungsional ahli medik di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, program diklat keahlian yang dikembangkan oleh BBPKH Cinagara adalah sebagai berikut a) diklat penanggulangan gangguan reproduksi, b) diklat pelayanan aktif kesehatan hewan, c)diklat  kesehatan daging bagi dokter hewan  (meat inspector), d) diklat pengujian residu dan cemaran mikroba pada produk peternakan.

Sedangkan program diklat tingkat keterampilan oleh BBPKH Cinagara meliputi diklat inseminasi buatan, diklat pemeriksaan kebuntingan, diklat asisten teknis reproduksi, diklat teknis kesehatan hewan, diklat juru periksa kesehatan daging (keurmeester), diklat petugas pengujian residu dan cemaran mikroba pada produk peternakan, diklat hasil pengolahan peternakan, diklat hasil pengolahan limbah peternakan (biogas), dan diklat Juru Sembelih Halal.

Disamping itu, program pelatihan di bidang kewirausahaan agribisnis peternakan bagi tenaga aparatur dan non aparatur yang dikembangkan adalah sebagai berikut; diklat kewirausahaan agribisnis peternakan bagi petugas, diklat kewirausahaan agribisnis bagi petani muda calon magang Jepang, dan diklat kewirausahaan agribisnis peternakan bagi calon purna bakti.

“Kegiatan magang atau studi banding dilaksanakan di unit-unit usaha agribisnis BBPKH Cinagara (inkubator agribisnis)bagi siswi-siswi SMK, SMU, SLTP, mahasiswa, petani, peternak petugas dan masyarakat umum calon pengusaha  agrbisnis peternakan.Peserta magang yang melakukan pekerjaan sehari-hari  di kandang dengan dipandu oleh para pelatih yangg berpengalaman.

Sertifikasi Juru Sembelih Halal Atau Juleha

Di sela-sela acara Bakpia dan kunjungan pers BPPSDMP tersebut, Wisnu Wasesa Putra, Kepala BBPKH Cinagara ketika ditanya wartawan mengenai diklat Juru Sembelih Halal atau Juleha menjelaskan bahwa Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan memang memiliki program Sertifikasi Juru Sembelih Halal atau Juleha.

“Para penyembelih hewan ternak bisa melakukan pelatihan hingga menjalani sertifikasi tiap tahunnya.Khusus untuk Juru Sembelih Halal, kebetulan BBPKH merupakan salah satu sertifikasi.Jadi hampir setiap tahun, kami melakukan sertifikasi Juleha baik untuk swasta, RPK atau juga RPU milik instansi pemerintah,” jelasnya.

Menurut Wisnu Wasesa Putra, setiap Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kabupaten rata-rata memiliki lima orang Juleha.Bahkan setiap jelang Idul Adha , BBPKH Cinagara, Caringin, Bogor, sering memberikan bimbingan teknis terhadap para Juleha yang ditugaskan khusus untuk memotong hewan qurban.

Dilanjutkannya lagi, Juleha yang telah bersertifikasi ini telah cukup kompeten untuk dikirim ke luar negeri, khususnya di negara-negara minoritas muslim. Namun, ketika dikirim ke luar negeri persyaratan khusus  lainnya yaitu penguasaan bahasa Inggris perlu dimiliki Juleha

Santri Milenial Ikut Dilibatkan

Menyinggung tentang pelatihan untuk petani, khususnya para santri milenial- pada acara Bakpia para satri milenial juga ikut hadir- ia mengatakan dalam program Kementerian Pertanian ada satu juta petani milenial, dimana setiap kelompok petani terdapat 25 orang, sehingga ada sekitar 40 ribu kelompok petani milenial.

“Untuk tahun 2019 ini salah satunya program kelompok tani santri milenial.Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan terus mengupayakan dan mendorong kalangan santri milenial untuk bisa menjadi wirausahahan di sektor pertanian dan peternakan. BBPKH Cinagara akan menggelar pelatihan tani termasuk untuk para santri milenial,” katanya seraya menambahkan pelatihan tani di adakah setiap hari Rabu untuk umum secara gratis.

Para santri milenial akan diberikan bantuan modal  sebanyak 500 ekor ayam, serta diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai peternakan, misalnya diberitahu bagaimana cara beternak dengan baik dan benar.

Wisnu Wasesa Putra menambahkan para santri milenial tidak hanya diberikan bantuan, tetapi juga bimbingan teknis yang dilakukan di lapangan.

“Setelah diberikan bimbingan teknis menjadi wirausahawan peternakan, dilakukan pula pendampingan dan pengawalan kepada santri milenial.Ada evaluasi pasca bimbingan teknis, dan bimbingan lanjutan sampai akhirnya peserta dibimbing sampai berhasil, “pungkasnya.(**/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan