UU ITE, Jangan Pernah Melakukan Broadcast dan Share Berita Kalau Anda Tidak Pahami

Spread the love

Jakarta,BeritaRayaOnline,-“Jangan pernah melakukan broadcast atau share suatu berita, termasuk dari group wa di media sosial, kalau anda tidak pahami.Bisa terjerat hukum dengan adanya UU ITE,” pesan Anggiat Marulitua Sinurat, SH, MH, seorang pengacara yang juga anggota jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) MT Haryono I.

Hal itu dikatakannya dalam sesi tanya jawab dengan peserta ‘zoom’ pada seminar mengenai UU IT atau UU Informasi Elektronik & Transaksi Elektronik yang diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi Konference DKI Jakarta dan sekitarnya pada Jumat siang (30/10/2020).

Acara ini dibuka langsung oleh Pdt.Samuel Simorangkir, Direktur Departemen Komunikasi dan Kebebasan Beragama Konference DKI Jakarta & sekitarnya.

Protokol Acara Karina dan moderator Dave Runtunuwu.Doa buka oleh Lasman Simanjuntak serta doa tutup oleh Pdt.Joseph Ringoringo.

“Jangan asal caplok suatu berita lalu disebar di media sosial.Ketahui dulu sumber beritanya, dan mengerti akan isinya, baru anda sampaikan,” katanya lagi.

Menurut Anggiat Sinurat yang saat ini tengah menempuh program doktoral (S3) di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, khusus UU ITE yang terkait dengan kasus pencemaran nama baik dan SARA.

” Misalnya dalam penyampaian khotbah gereja untuk event kebaktian zoom.Ini juga harus diperhatikan dan hati-hati karena belum tentu kita bisa berkoordinasi langsung dengan pembicara.Adanya perkembangan dan kecanggihan tekonologi, bisa video tersebut sudah dipenggal-penggal atau tidak utuh, lalu dishare kepada masyarakat.Siaran live streaming di FB atau Youtube, bisa saja anda tidak bisa kontrol.Cukup gunakan media yang bisa anda kontrol supaya tak terbentur masalah SARA,” ucapnya.

Namun, lanjut jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini berpesan tak perlu takut khususnya bagi pekabar Injil.

“Terpenting yang kita sampaikan adalah sebuah fakta.Misalnya, bicara Suku Anak Dalam, itu ‘kan fakta yang kita sampaikan.Sehingga tak perlu takut sebagai pekabar Injil,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan bagaimana prosedure pengaduan kepada pihak kepolisian terkait UU ITE ini. Misalnya ada tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik kepada kita secara pribadi, termasuk fitnah dan pencemaran nama baik yang dishare di group-group wa?

“Anda bisa melaporkan langsung kepada polisi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).Bawa barang bukti, kalau kasusnya di wa group, bawa HP android anda sesuai domisili.Barang bukti siapa orang yang diduga melakukan fitnah atau pencemaran nama baik ini, bagaimana proses itu bisa terjadi, sampaikan kepada polisi.Kehadiran pengacara sifanya hanya mendampingi dan mendengar saja,” ucapnya.

Pembicara sesi kedua adalah Pdt.Joseph Ringoringo,M.Fil yang memberikan suatu kesaksian pelayanan dimasa new normal ini.

Semangat hamba Tuhan ini “luarbiasa” terutama dalam misi penginjilan tarik jiwa melalui pemanfaatan media elektronik ditengah kondisi pandemi covid-19.

“Puji Tuhan, semua ini telah saya lakukan mulai dari adanya sms, bbm, wa, sampai sekarang ini yaitu zoom.Terakhir, kami telah membuka KPA dan belajar Alkitab untuk non advent melalui layar zoom .Puji Tuhan, sudah ada juga jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan,”ceritanya.

Rencana 5 Tahunan I Will Go

Sementara itu Pdt.Samuel Simorangkir, juga melanjutkan penyampaian pelaksanaan rencana 5 tahunan I Will Go.

“Mengapa jemaat perlu mengikuti SP I Will Go ini ? Pertama mengikuti perintah Tuhan Yesus, pergi menginjil ke seluruh dunia.Kedua,
Strategic Plan I Will Go adalah rencana GMAHK se-dunia untuk menjangkau jiwa di seluruh dunia.Ketiga Strategi Plan dibiayai oleh umat advent se-dunia.Keempat, Strategi Plan dimentor dan dimonitor oleh pemimpin GMAHK se-dunia.Kelima Strategic Plan GMAHK diketahui oleh masyarakat se-dunia.Keenam, biasakan melihat program info asli dari GC, sama seperti mau melihat Working Policy, serta ketujuh GMAHK jemaat memiliki SP internasional,” jelas Pdt.Samuel Simorangkir.

Hal-hal penting lainnya yang disampaikan antara lain misi yaitu 1) Merencanakan, mendoakan, melawat, dan mengajar 1 nama mantan anggota GMAHK, dan 2) Merencanakan, mendoakan, melawat,dan mengajar 1 nama baru.

Perkembangan rohani 3)Membaca dan belajar Alkitab, Renungan Pagi, Sekolah Sabat, dan Roh Nubuat, 4) Berdoa, 5) Berpuasa, 6) Mengajar, 7) Berkhotbah.

Teknik penginjilan Yesus yaitu berbaur, menunjukkan simpati, memberikan kebutuhan, memenangkan kepercayaan, dan ikutlah Aku.

“Kita harus ke surga.Ke surga harus melalui dan dengan Yesus Kristus.Harus Yesus yang hidup didalam diri kita, dan kita harus mati, barulah kita bisa masuk surga.Tanda Yesus hidup didalam diri kita, maka perhatian Yesus menjadi perhatian kita juga.Perhatian dan pekerjaan Yesus saat ini adalah penyelamatan manusia ( Doktrin Keselamatan, Kaabah, dan Penghakiman-red).Maka perhatian dan pekerjaan utama kita juga adalah keselamatan jiwa juga.I Will Go, ini tandanya Yesus yang hidup didalam diri kita,” pungkas Pdt.Dr.Samuel Simorangkir.(Bro-1)

Editor dan foto : Lasman Simanjuntak/Pemimpin Departemen Komunikasi GMAHK Jatinegara.

Tinggalkan Balasan