Upgrade Kualitas Widyaiswara 4.0 Melalui Uji Kompetensi

Bogor, BeritaRayaOnline,-Memasuki era industri 4.0 Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang pertanian dituntut untuk menjadi SDM Pertanian yang profesional dan berdaya saing sehingga sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.

Widyaiswara sebagai mesin pencetak SDM pertanian yang professional juga dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya.

Uji kompetensi pelatihan kewidyaiswaraan merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan widyaiswara.

Uji kompetensi dan pelatihan penjenjangan menengah ini digelar Pusat Pelatihan Pertanian, (PUSLATAN) Kementerian Pertanian di BBPKH Cinagara pada tanggal 20-21 September 2019 untuk memenuhi persyaratan bagi widyaiswara yang akan naik jenjang lebih tinggi dari muda ke madya.

Sebelum uji kompetensi peserta telah mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi prakondisi, sosialisasi pelatihan e-Learning dan juga In-Class.

Pada uji kompetensi pelatihan kewidyaiswaraan penjenjangan tingkat menengah, yang diikuti oleh 30 orang widyaiswara ahli Muda.

Para peserta berasal dari 9 UPT Kementerian Pertanian, yang terdiri dari, BBPP Batangkaluku 4 , BBPP Batu 4, BBPP Ketindan 4, BBPP Binuang 4, BBPKH Cinagara 4, BBPP Lembang 4, BPP Jambi 3, BBPP Kupang 1, dan BPP lampung 1.

Kepala BPPSDM Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, memberikan arahan “pada uji kompetensi ini merupakan standar penilaian kompetensi dan kemampuan widyaiswara

“Bila ada widyaiswara yang tidak lulus sebaiknya mundur saja sebagai widyaiswara, bagaimana akan menghasilkan SDM yang kompeten bila widyaiswara tidak kompeten,” ucapnya.

Dalam hal ini untuk mencapai swasembada pangan 2045 Indonesia harus memiliki produk pertanian yang berkualitas ekspor ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, inovasi yang terus berkembang dan didukung oleh SDM pertanian yang profesional.

Untuk menghasilkan SDM Pertanian yang profesional, kompeten, dan berjiwa enterprener tentu membutuhkan peran widyaiswara yang memiliki produktivitas tinggi, selalu update dan upgrade terhadap pertanian.

Prof Dedi juga menyatakan seorang widyaiswara harus mengupdate teknologi yg dihasilkan dari hasil penelitian kerja keras, semangat untuk mentransfer ke pemangku kepentingan lainnya.

Widyaiswara harus terlibat dari hulu sampai hilir, dari budidaya sampai dengan pemasaran, bagaimana harga sebuah produk komoditas dapat meningkat bila dapat dilakukan dengan pengolahan hasil pertanian.

Kepala PUSLATAN Ir. Bustanul Arifin Cahya, M.DM. juga berharap,para widyaiswara berperan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang mandiri dan berjiwa entrepreneur.

“tTdak hanya itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lembaga pelatihan sehingga dapat mendukung kegiatan program strategis Kementerian Pertanian khususnya dibidang penyelenggaraan pelatihan,” ucapnya.

Pada uji kompetensi ini para widyaiswara diharapkan menguasai kompetensi pengelolaan pembelajaran, kepribadian, sosial, dan subtantif.

Dengan menguasai ke empat hal tersebut diharapkan widyaiswara dapat menghasilkan SDM yang profesional mandiri dan berdaya saing di era industri 4.0.(**/Romi)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan