Timor Leste Tertarik Pengembangan Sorgum di Indonesia

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia.

Dengan pertimbangan pentingnya masalah pangan tersebut, Pemerintah Indonesia berupaya untuk mewujudkan swasembada pangan, salah satunya dengan program diversifikasi pangan.

Di Indonesia, diversifikasi pangan dimaksudkan untuk penganeka ragaman sumber karbohidrat dan tidak tergantung kepada beras karena Indonesia memiliki beraneka ragam hasil pertanian yang dapat dijadikan makanan pokok.

Sorgum salah satunya yang merupakan komoditas potensial dan dapat dikembangkan untuk mendukung program diversifikasi pangan di Indonesia.

Sebagai sumber pangan, sorgum mempunyai beragam zat antioksidan, mineral, protein dan serat tinggi yang tentunya bermanfaat bagi tubuh manusia.

Beberapa tahun terakhir ini, pengembangan sorgum di Indonesia semakin gencar dilakukan.

Hal ini dapat terlihat dari dibangunnya beberapa model industri pengolahan sorgum di beberapa wilayah sentra sorgum di Indonesia sebut saja Temanggung, Demak dan Nusa Tenggara Timur yang dilakukan Balitbangtan, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian.

Gencarnya pengembangan sorgum di Indonesia ternyata mendapat perhatian dari Negara tetangga yaitu Timor Leste. Disana, tanaman sorgum mulai dikembangkan dan telah dibudidayakan di beberapa distrik. Kendala yang di hadapi oleh Timor Leste yaitu pengolahan pascapanennya.

Ketua Rombongan Staf Menteri Muda dan Koperasi Timor Leste, Aderito dos Santos mengatakan, “Di Timor Leste, kami sudah menanam sorgum dilahan seluas 650 Hektar lebih yang tersebar di beberapa distrik. Tapi kami kebingungan setelah panen akan kami apakan sorgum ini,”katanya.

Oleh karena itu Menteri Muda Urusan Koperasi Timor Leste, mengirimkan perwakilannya untuk mempelajari teknik pengolahan pascapanen sorgum.

Sebanyak lima belas orang staf Menteri Muda Urusan Koperasi Timor Leste belajar pengolahan pascapanen sorgum di Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Bogor yang dilaksanakan mulai tanggal 21 – 23 Oktober 2019.

“Di BB Pascapanen ini kami diajarkan cara mengolah sorgum menjadi berasan, tepung, mi, kukis, kue, kerupuk dan olahan tepung sorgum lainnya. Selain itu kami juga diajarkan mengenai cara pengemasan yang baik dan bagaimana strategi pemasarannya,”ujar Ketua Rombongan Timor Leste, Aderito dos Santos

Kedatangan para staf Menteri Muda Urusan Koperasi Timor Leste ini disambut baik oleh Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Dr. Prayudi Syamsuri.

Dalam sambutannya Prayudi mengatakan, masalah pangan adalah tanggung jawab dunia.

“Kami senang bisa membantu Timor Leste untuk mengembangkan pangan negaranya,” pungkasnya. (*/EGA)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan