Spread the love

Puisi

Muhammad Asqalani eNeSTe

MENJADI KEMARIN

ia meletakkan kepala di bantal, pada jam-jam majnun
orang-orang mungkin bermimpi tentang naga terbang, dikejar setan, dipatuk ular, atau bahkan berbaju emas permata, jadi orang paling bahagia, atau mungkin sebaliknya

bayang-bayang hitam mengikutinya, pohon siwalan yang tumbuh, perempuan pengutip garam, dan sapi yang membangkai belulang di sawah yang ditinggalkan

ia ingat pituah ibu dalam buku harian keluarga kacau bahwa airmata telah menjadikan ibu melupakan kolam indah dunia

ayah benar-benar mendua kakak menghapus marga aslinya, adiknya mengganti alamat pulang

hanya ia yang terseok-seok, menyapu halaman dada, membersihkan curiga, dan bersitahan dengan ibu yang gila

Kubang Raya, 31 Juli 2022

 

PEREMPUAN PERTEMPURAN III

ia, sama sekali tak lekat di belikat ingatan ibu
ombukku pun tak memiliki kaki kisah yang benar jejak

di udara pisah, pertanyaan kami menggantung
ayah yang mencintai bakal ibuku telah purna di hening batu
kami hanya melempari cahaya doa dengan prasangka paling baik, sebagai manusia

Kubang Raya, 27 Juli 2022

 

MI HIJO

namanya angan, yang terus menjadi ruang, menjadi bentuk, menjadi warna, menjadi keinginan-keinginan baik sepucuk doa

namanya angin, yang memberi damai, dia siang yang terik bagi pejalan, dia malam yang panas tanpa kipas dan listrik padam
ia menjadi pelipur, galau-galau ambigu

setelapak tangan, buah doa telah dianggit
Tuhan jangan aminkan jadi rumit
sebab kami, hamba yang gampang kecewa

Kubang Raya, 31 Juli 2022


Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran Paringgonan, 25 Mei 1988. Menulis sejak 2006. Adalah Pemenang II Duta Baca Riau 2018. Mengajar English Acquition di TK Islam Annur Bastari dan English Daily Conversation di Smart Fast Education. Ia belajar Bahasa Spanyol secara otodidak. Menjadi Mentor Menulis Puisi di Asqa Imagination School (AIS). Aktif di Community Pena Terbang (COMPETER). IG: @muhammadasqalanie. Youtube: Dunia Asqa

 

Tinggalkan Balasan