Spread the love

bomNuremberg, BeritaRayaOnline,- Sedikitnya 2.000 orang dievakuasi setelah insiden ledakan bom terjadi di lokasi Festival Musik Bavaria, Kota Ansbach, Nuremberg, Jerman, Minggu (24/7/2016) malam waktu setempat. Satu orang dilaporkan tewas dan 12 lainnya terluka dalam insiden tersebut.

Kepolisian Jerman mengatakan seorang pemuda yang tewas dalam ledakan itu adalah pelaku. Dia diduga merupakan pelaku bom bunuh diri karena tertangkap kamera penagawas sedang membawa tas ransel dan mendekati sebuah bar yang berada di dekat pintu masuk festival musik tersebut.

Insiden terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Awalnya, warga yang berada di tempat kejadian menduga ledakan disebabkaan kebocoran gas. Namun Kementerian Negeri Negara Bagian Bavaria menyebut insiden itu nampaknya telah direncanakan dan merupakan aksi teror.

Peristiwa ledakan tersebut merupakan serangan teror yang ketiga di Bavaria dan keempat di Jerman selama sepekan terakhir, yang umumnya dilakukan oleh para imigran dan pencari suaka dari Afghanistan dan kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya pada Jumat (22/7/2016), seorang pencari suaka asal Afghanistan melakukan serangan kapak di Wuerzburg, menyebabkan lima orang terluka. Pada hari yang sama, seorang remaja pria keturunan Jerman-Iran, Ali Sonboly, melakukan aksi penembakan di kawasan mal Olympia, Munich, yang menewaskan 15 orang.

Pada Minggu (24/7/2016), Kepolisian Jerman menangkap seorang pencari suaka asal Suriah di Kota Reitlingen, karena melakukan serangan dengan golok, sehingga menewaskan seorang perempuan dan melukai dua lainnya.

Pascaserangkaian insiden tersebut, Kepolisian Jerman meningkatkan keamanan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teroris dalam skala besar, seperti yang terjadi di Prancis dan Belgia belum lama ini.

Game Online

Sementara itu, hasil penyelisikan Kepolisian Negara Bagian Bavaria menunjukkan bahwa Ali Sonboly (18), pelaku penembakan yang menewaskan 15 orang, adalah pencandu game online (permainan melaui jaringan internet).

“Pelaku merupakan pecandu permainan simulasi menembak yang kemudian nekat membeli senjata berupa pistol Glock 17 di internet,” kata Kepala Polisi Negara Bagian Bavaria, Jerman, Robert Heimberger, Minggu.

Polisi juga melaporkan bahwa Sonboly telah merencanakan aksinya sejak tahun lalu. Dia diketahui telah beberapa kali menyambangi lokasi kejadian, bahkan saat penyelenggaraan Festival Musik Bavaria pada 2015.

Heimberger menambahkan, kondisi kedua orang tua pelaku masih sangat gterguncang atas aksi brutal yang dilakukan anaknya, sehingga pihak kepolisian belum dapat mengorek informasi lebih lanjut mengenai pelaku. (Ap/Bbc/Suara Pembaruan/Bro-4)

Editor  : Walter Manuhutu

Tinggalkan Balasan