Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Buku Pertama ini ditutup dengan 115 Sastrawan Indonesia dengan lebih 200 halaman.

Buku Setyasastra Nagari, 30 tahun kesetian terhadap sastra Indonesia pada buku pertama didominasi pembuktian klipping-kliping media terkenal Seperti Horison, Kompas, Suara karya, Pikiran Rakyat, Simponi, Pos Kota, Kedaulatan Rakyat , penyebar Semangat, dll.

Sebagian membuktikan dengan manuskrip meski ini belum di terbitkan di media masa, puisinya dianggap layak untuk dipertanggungjawabkan.

Sebagian lagi membuktikan dengan antologi bersama di awal tahuin 90-an. Diluar itu ada juga hanya menampilan foto dengan rekomendasi yang diiyakan oleh sastrawan ternama.

Kliping juga menampilkan puisi, cerpen dan esai serta artikel sastra.

Lebih menarik lagi ada seseorang sastrawan menampilkan piagam penghargaan juara lomba menulis sastra di tahun 70-an.

Sastrawan Dengan 30 Tahun kesetian.

Setyasastra Nagari adalah Anugerah Sebutan unt memberi penghargaan kepada sastrawan Indonesia dalam 30 th pengabdian yg tertuang dalam buku Setyasastra Nagari yang tengah disusun oleh Lumbung Puisi.

Tidak ada hadiah atau cinderamata lainnya kecuali mendapat buku itu yg dikirim kepada mereka yg disebut dalam buku itu (apabila yang disebut di buku itu mengirimkan alamat rumah setelah buku itu terbit dan dipublikasikan).

Pendataan terus berkembang bertambah karena banyak ditemukan sastrawan yang memang memiliki bukti otentik aktifitasnya berupa klipping sampai dengan tahun 1994. Jadi Setyasastra Nagari adalah leksikon sastrawan pasca angkatan 66 yang hingga saat ini masih aktif.

Klipping koran, majalah atau buku sebelum th 1994 adalah portofolio yang dapat dipertanggungjawabkan pada publik.

Setyasastra Nagari tidak baku karena temuan baru terus bertambah sehingga buku yang terbit pertama disebut buku pertama dan akan bertambah pada buku kedua dan seterusnya.

Buku yang Demokratis:
Sebelum diumumkan ke 115 Sastrawan Indonesia penerima Setyasastra Nagari dari Lumbung Puisi menyatakan bahwa :
1, Daftar berikut bukan harga mati tetapi daftar yang terus berkembang.
2. Daftar berikut adalah daftar yang dimiliki Lumbung Puisi, dan memaklumi bahwa data kami belum lengkap/ sempurna.
3. Buku Setyasastra Nagari pertama disebut buku Jilid I yang apabila ditemukan sosok dalam kreteria dan pembuktian otentik sosok tersebut dimasukan dalam buku Jilid II (di tahun 2022) yang merupakan kelanjutan buku Jilid I dengan nama yang sama.
4. Pengusul untuk buku kedua dapat diusulkan oleh komunitas atau perorangan dengan pembuktian awal berupa karya yang telah berusia 3o tahun lebih.
5. Tidak menerima sanggahan atas daftar dalam buku tersebut dan Sanggahan bersifat masukan yang akan disempurnakan kemudian.
6. Penolakan pemberian sebutan ini tidak dipersoalkan karena kami hanya memberikan sebutan dan tidak merubah buku.
7. Bahwa Buku Setyasastra Nagari siap diterbitkan pada Desember 2021 sebagai buku pertama.
8. Penerima Sebutan Sastrawan Setyasastra Nagari dapat diberikan sebelum buku terbit.

(Rg Bagus Warsono, Kurator Utama di Lumbung Puisi)

Sumber berita dan foto  : 

Laman Facebook Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021


Editor   : Pulo Lasman Simanjuntak

 

 

Tinggalkan Balasan