Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Setelah beberapakali ‘kontak’ wia WhatShapp (WA) saya (Penyair Pulo Lasman Simanjuntak) dengan Penyair Nanang R Supriyatin.

Pada akhirnya pada Sabtu siang (22/1/2022), tibalah di rumah di Pamulang Buku Antologi Puisi  Tunggal “75 Sajak” karya Penyair Nanang R.Supriyatin.

Buku Antologi Puisi Tunggal “75 Sajak” ini dicetak dan diterbitkan oleh Penerbit Siger Publisher (Februari 2022) dengan ISBN No: 978-623-6230-05-03, tebal xxi+88 hlm (15×21 cm).

Buku Antologi Puisi Tunggal “75 Sajak” lukisan sampul oleh Syamsurizal, desain sampul/lay out isi/ilustrasi dalam oleh Ghufroni An’ars.

Dengan ulasan buku setebal 87 halaman ini berjudul “(Menyusuri) Jejak NRS Dalam Tiga Bagian” oleh Penyair Isbedy Stiawan ZS.

Bagian satu berjudul NYANYIAN CINTA, bagian kedua berjudul NYANYIAN KESEHARIAN, serta bagian ketiga NYANYIAN HARI TUA.

APA KATA PENYAIR NANANG R SUPRIYATIN

Sementara itu Penyair Nanang R Supriyatin dalam linimasa  Facebook-nya  pada Selasa tanggal 11 Januari 2022 lalu dan dikutip kembali oleh BeritaRayaOnline  pada Minggu pagi (23/1/2022)  mengatakan Buku Antologi Puisi ’75 Sajak’  ini diterbitkan karena beberapa alasan yakni ;

1) Kangen menghimpun sejumlah sajak yang tersimpan di laptop, dalam sebuah antologi.

2) Keseriusan yang diungkapkan Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan Z S untuk menulis ulasan antologi ’75 Sajak’, serta menjembatani ke pihak penerbit.

3) Permintaan ‘endors‘ spontan melalui whatshapp dari Sastrawan/ Penyair/ Pegiat Literasi, diantaranya Humam S. Chudori, Omni Koesnadi & Wig S M yang ditanggapi positif.

4)Buku Antologi ’75 Sajak’, rencana terbit bulan FEBRUARI 2022, dengan Penerbit Siger Publiser (Lampung). Lukisan sampul Syamsurizal.

“Buku antologi ini terbagi tiga bagian: 1) Nyanyian Cinta ,2) Nyanyian Keseharian, 3) Nyanyian Hari Tua. Masing-masing bagian menghimpun 25 sajak. Sajak-sajak dalam antologi ini ditulis tahun 2021 dan sebagian pernah dimuat di media cetak serta media online,” jelasnya.

Penyair Nanang R Supriyatin  juga memberikan catatan tambahan dengan mengatakan sebenarnya sajak-sajak yang ditulis selama tahun 2021 cukup banyak.

“Namun dari yang banyak itu ternyata termakan virus ketika tersimpan di laptop. Dan, ’75 Sajak’ adalah pilihan terakhir untuk di eksekusi,” ucapnya.

“Kehadiran Penyair Isbedy Stiawan ZS di Jakarta dan kemudian bermalam di rumah saya (14/12-2021), sungguh sangat menginspirasi. Selama waktu tersebut kami berbincang banyak perihal puisi, antologi puisi serta perkembangan sastra, baik melalui ‘daring’ maupun ‘luring’ — hingga tercetus ide untuk menerbitkan antologi,” katanya lagi.(*/BRO-1)

Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan