Spread the love
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Pada sekitar bln Juli 1997 (27 tahun lalu-) saya melakukan korespondensi- sambil bersilaturahmi- dengan Penyair, Budayawan dan Sastrawan Ajip Rosidi.
Surat sastra tersebut langsung mendapat balasan dari Osaka University Of Foreign Studies di Minoo City, Osaka, Jepang.

Isi surat berisikan
Saudara Simanjuntak (Pulo Lasman Simanjuntak-red) terima kasih atas kiriman buku kumpulan sajak saudara berjudul TRAUMATIK yang dialamatkan ke rumah saya di Jakarta.Mudah-mudahan kumpulan sajak saudara yang pertama itu akan disusul dengan yang lain untuk memperkaya khasanah sastra kita.Teriring salam dari Osaka.”
Ajip Rosidi (ditandatangani).

Saat itu saya dan keluarga masih bermukim Perum Bumi Sani Permai,, di Bekasi, Jawa Barat (sekarang di Pamulang).

Surat dari Penyair dan Sastrawan Ajip Rosidi ini-masih ditulis dengan mesin ketik-tetap saya simpan dan dokumentasikan selama hampir 27 tahun.

Meskipun ketika saya baca ulang hari ini ( Rabu, 24 Januari 2024) kalimat dan kata-kata dalam surat tersebut sudah sedikit ” kabur” warna tinta mesin ketiknya.

Seperti diketahui Penyair dan Sastrawan Ajip Rosidi-menerima gelar doktor honoris causa bidang ilmu budaya dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran-termasuk salah seorang sastrawan Indonesia paling produktif.

Meskipun tak tamat sekolah menengah, namun dia dipercaya mengajar sebagai dosen disejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Jepang.

Karyanya meliputi novel, cerpen, puisi, kritik, sejarah sastra dan esai-esai budaya.

Ajip Rosidi menulis sastra dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. (dikutip dari Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia halaman 41-42).

Budayawan Ajip Rosidi meninggal dunia karena sakit dalam usia 82 tahun pada Rabu malam, 29 Juli 2020 lalu.

Apa yang dikatakan beliau akhirnya terbukti.Pada 27 tahun lalu (Juli 1997) karya puisi saya baru diterbitkan dalam satu buku antologi puisi berjudul TRAUMATIK dengan editor Penyair Ayid Suyitno PS.

Puji Tuhan, tahun 2024 ini-kalau tak ada hambatan- karya puisi saya akan diterbitkan dalam buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul MEDITASI BATU.

Berikut di bawah ini Sajak Pulo Lasman Simanjuntak berjudul TRAUMATIK

stasiun radio kuusung
dari belakang punggung
unjuk gigi hewan-hewan melata

matahari mengepulkan asap hitam
bencana berantai
tidurku meninju bulan
yang berdarah

membuntingi pohon tunggal
perawan bertekuk lutut
perut ditikam belati
kehilangan air mani

kabar celaka
membuatku makin menarik minat
membenturkan geger otak
ke dalam kulkas

kebaktian sudah genap
bapak menggali kuburan riuh
saudaraku menjala pertempuran
badai gurun
jasad beradat penuh
terbaring angkuh
di atas papan catur

berkembangbiaklah bumi yang labil
turut berenang di dalam lautan tak bertepi
ataukah menelan bunga-bunga karang

tanyaku waktu itu
mengapa dewa-dewa rajin mabuk
menjaga pintu kematian
sekian waktu dikhianati
jadi suatu dongeng
huruf-huruf lumpuh di lembaran koran
aku kecurian tanah-tanah pijak
sepuluh tahun kubangun
jadi tugu hijau dihatimu
mencair
untuk penyair atau penginjil
Bekasi, Juli 1997

Menulis puisi memang tak pernah mati !
Salam Sastra Indonesia.

(BRO-2)

Editor : Jhonnie Castro

Tinggalkan Balasan