Spread the love

Surat Sastra Buat Penyair Arief Joko Wicaksono

Selamat pagi,

Beberapa bulan lalu rekan Penyair Arief Joko Wicaksono (yang juga kawan sekampus sewaktu saya masih kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik/STP- Jakarta, sekitar tahun 1981-1984)

Mas Arief tiba-tiba mengirim kepada saya sebuah “kliping koran ” yang berisikan sebuah puisi karya saya sekian tahun silam.Suatu kejutan luar biasa, karena saya sendiri tak punya “kliping koran” tersebut.

Sebuah puisi yang saya tulis di sebuah stasiun kereta api di Kota Surabaya, Jawa Timur, sekitar tahun 1979 lalu. Saat itu saya masih duduk di bangku SMAN 35 (Jakarta) kelas dua.

Puisi ini merekam tentang kisah “heroik” para serdadu (tentara) RI yang baru pulang dari perang di Timor Timur (sekarang sudah merdeka dan berdiri jadi negara sendiri bernama Republik Demokratik Timor Leste-red) di sebuah stasiun kereta api di Surabaya.

Terima kasih kepada rekan Penyair Arief Joko Wicaksono yang mengirim kliping puisi ini.Saya sendiri sudah lupa, di suratkabar (koran) mana puisi tersebut dimuat.

Bahkan Penyair dan Dokumentator Sastra terbaik ini juga tetap menyimpan dua buku antologi puisi saya berjudul “Kalah Atau Menang” serta “Traumatik” (Juli, 1997).

Dua buku antologi puisi tunggal ini saya antarkan langsung ke kantor redaksi Suara Pembaruan di kawasan Jln.Dewi Sartika , Cawang, Jakarta Timur pada suatu sore, karena saat itu Mas Arief sebagai reporter HU.Suara Pembaruan.

Sebagai penyair saya memang punya kelemahan tersendiri khususnya dalam kliping dan dokumentasi karya-karya puisi saya sejak tahun 1979- tahun 2021.

Sempat dibantu kliping oleh rekan Penyair Harianto Gede Panembahan (sekarang bermukim di Kota Bandung-red) yang mengingatkan saya ketika itu untuk mengumpulkan sejumlah “potongan-potongan” kertas koran yang memuat karya puisi saya saat itu seperti Koran Merdeka, Berita Yudha, Media Indonesia, Suara Karya, Skm.Simponi, Majalah Dewi, Majalah Keluarga, Majalah Monalisa, dan masih banyak lagi.

Terima kasih banyak buat rekan Penyair Arief Joko Wicaksono yang berasal dari Kota Kebumen, Jawa Tengah ini.

Salam Puisi Indonesia

Pulo Lasman Simanjuntak

  1. Pamulang, Rabu pagi, 27 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan