Slamet Wuryadi : Telur dan Daging Puyuh Banyak Keistimewaan

Cikembar, Sukabumi, BeritaRayaOnline,- Telur dan daging puyuh banyak sekali keistimewaannya yakni kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan daging lain, harga yang relatif murah dibandingkan daging lain sehingga terjangkau daya belinya, serta kandungan lemak daging yang lebih rendah dibandingkan daging lain.

Bahkan dari hasil lab IPB dan UGM (laboratorium pengujian terpadu) , telur puyuh itu (miligram per 100 gram) protein 10,5 %, lemak 4,9%, daging puyuh protein 22,13 %, lemak 0,47%, dan kohe puyuh memenuhi unsur hara makro dan mikro. Khusus kandungan kolesterol telur dan daging puyuh ternyata hanya 252,75  miligram per 100 gram.

Demikian dikatakan oleh Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Sub 1 Cikembar, Slamet Wuryadi, di Unit Budidaya Telur dan Daging Puyuh (SQF, Slamet Quail Farm) di  Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ketika menerima kunjungan press tour BPPSDMP, Rabu siang (13/3/2019).Pada kesempatan itu ia didampingi oleh Ir.Agus Triyanto, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan  Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.

Slamet Wuryadi-pernah menjadi juara I pelaku usaha hasil komoditas ternak telur& daging tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2012- mengatakan lagi bakso puyuh merupakan salah satu kuliner rakyat Indonesia yang siap meramaikan khasanah kuliner nusantara.

“Ternyata  kandungan gizi telur dan daging puyuh  sangat tinggi proteinnya dan sangat rendah lemaknya atau kolesterolnya, terutama bila dibandingkan unggas atau daging lainnya, sehingga daging puyuh layak dipakai sebagai bahan baku alternatif untuk pangan hewani,” ujarnya dengan suara penuh semangat dihadapan para wartawan.

Dikatakannya lagi , bahan baku daging dan telur puyuh yang didukung oleh masyarakat peternak puyuh Indonesia-tergabung dalam  Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI)- siap menjamin pasokannya agar bisa suistinueble berlanjut dan kontinyu.

“Belum ada pesaing dalam bisnis budidaya maupun bisnis kulinernya, sehingga berpeluang menumbuhkan wirausaha baru yang berbasis pangan lokal,” ucap Slamet, peraih Award Adhikarya Pangan Nusantara 2015 dari Presiden Jokowi sebagai Pelopor Ketahanan Pangan di Indonesia.

 

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan