Sinergi Pemuka Agama dan Pemerintah Penting untuk Bangun Nasionalisme Lewat Revolusi Mental

Jakarta,BeritaRayaOnline,Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH. Said Aqil Sirodj menegaskan bahwa pemimpin agama memiliki peranan penting dalam membangun nasionalisme. Menurut KH Said, nasionalisme yang dimaksud adalah upaya seluruh warga negara untuk bersama-sama mencintai dan membangun negara tanpa menanggalkan identitas suku bangsa dan keyakinannya.

“Nasionalisme pemimpin agama di Indonesia dengan di Arab, misalnya, itu berbeda. Kalau di Indonesia, ulama itu ya ahli agama dan nasionalis, sedangkan di Arab, mereka mungkin ahli agama, tetapi jiwa nasionalisnya enggak ada” jelas KH Said.
Selanjutnya, KH Said memaparkan bahwa sejumlah ulama di Arab yang memiliki pengetahuan dan banyak mengarang kitab, tidak berdaya ketika negaranya mengalami konflik dan tragedi kemanusiaan. “Ini berbeda dengan Indonesia, meskipun ia adalah kiai kampung, tetapi perannya dalam menciptakan kehidupan damai dan memberi teladan baik atau uswah hasanah kepada masyarakat terbukti mewujudkan kehidupan aman dan tenteram” papar KH. Said.

Untuk semakin menguatkan nilai-nilai nasionalisme di Indonesia, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) merupakan gerakan nasional yang penting untuk semakin memperkuat nilai-nilai nasionalisme. Kementerian Koordiantor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan PB NU bekerja sama untuk semakin memasifkan Gerakan Nasional ini khususnya melalui pemuka agama.

Menurut Asisten Deputi Pemberdayaan Kerukunan Umat Beragama Kemenko PMK Aris Darmawansyah, dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar GNRM dapat diimplementasikan secara luas. Aris juga menekankan pentingnya NU sebagai organisasi keagamaan dalam menyebarkan nilai-nilai revolusi mental. “Karena pemerintah tidak mungkin melaksanakan hal ini sendiri. Harus bersama-sama” tutur Aris.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan