Spread the love

imagesJakarta, BeritaRayaOnline- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bersama dengan Perdana Menteri Selandia Baru John Key akan meresmikan program pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kupang yang merupakan percontohan kerjasama pemerintah RI, Pemerintah Selandia Baru, dan UNICEF di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jalan Sudirman Jakarta pada Senin, 18 Juli 2016.

Peresmian program PAUD di kabupaten Kupang ini juga dihadiri Bupati Kupang Ayub Titu Eki.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya, serta Duta Besar Selandia Baru Trevor Matheson dan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Jose Antonio Morato Tavares juga akan mengunjungi PAUD KM 0, yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun lalu menginisiasi 1000 PAUD baru di daerah terpencil, terluar dan tertinggal, termasuk NTT. Selandia Baru melalui UNICEF memberikan dana bagi 100 PAUD di Kabupaten Kupang yang akan dijadikan model layanan profesional PAUD berbasis komunitas desa pinggiran. Program ini sejalan dengan prioritas bantuan Pemerintah Selandia Baru pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia bagian timur.

Lebih dari 7400 anak dan orang tua mereka, 200 fasilitator, dan 1000 guru PAUD akan menerima manfaat langsung dari percontohan ini. Seperti diketahui,  pemerintah, masyarakat dan sektor swasta telah ikut mendanai layanan pendidikan anak usia dini ini. Program kerjasama ini diharapkan dapat menjadi percontohan yang akan meningkatkan investasi kerjasama lainnya.

“Bekerjasama dengan UNICEF berarti kita tak hanya berkonsentrasi pada anak-anak, tetapi juga pada mereka yang berkomitmen membuat masa usia dini mereka sebaik yang semestinya,” kata PM Selandia Baru John Key.

Program PAUD di kabupaten Kupang ini akan mengasuh anak dalam upaya  menggali seluruh potensi mereka dengan menggunakan pendekatan belajar berbasis bermain, serta memenuhi berbagai layanan terkait, termasuk pendidikan orang tua tentang pengasuhan anak yang baik, layanan kesehatan, layanan air dan sanitasi, serta layanan perlindungan anak.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menyatakan bahwa “Semua pihak sudah menyadari bahwa PAUD yang holistik dan integratif adalah suatu investasi pembangunan manusia yang secara manusiawi turut mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kesehatan, kesejahteraan, dan meningkatkan martabat anak Indonesia”. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyusun peta jalan (Road Map) pentahapan wajib PAUD satu tahun Pra – SD untuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun berkualitas yang diikuti sejak awal oleh anak-anak yang mempunyai kesiapan belajar/bersekolah.

“Pengembangan anak usia dini merupakan pondasi pembangunan yang  berkelanjutan dan merata, dalam hal ini UNICEF mengembangkan sebuah sistem holistik yang mendukung anak-anak untuk mendapatkan akses layanan mendasar,” kata Gunilla Olsson, perwakilan UNICEF Indonesia.

Lebih lanjut, Harris Iskandar, Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas menambahkan “saat ini APK PAUD telah menunjukkan persentase yang cukup baik yaitu 70,06 persen, walaupun APK di beberapa kabupaten masih ada yang di bawah rata-rata APK Nasional. Dalam upaya meningkatkan APK, pemerintah menyediakan dana alokasi khusus, Biaya Operasional Pelaksanaan PAUD (DAK BOP PAUD) sebesar 2,28 Trilyun”.

Karena peresmian percontohan ini bertepatan dengan hari pertama anak kembali masuk PAUD serta menjelang hari Anak Nasional pada 23 Juli 2016, ini suatu penghargaan bagi Anak untuk Hari Anak Nasional, pungkas Ella, Direktur Pembinaan PAUD.(***/Bro-3)

Editor : Flora Esther Kolondam

 

Tinggalkan Balasan