Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Bupati Cirebon, Imrom Rosyadi yang diwakili Wakil Bupati Wahyu Tjiptaningsih mengapresiasi kontribusi sektor pertanian Indonesia terhadap kekuatan ekonomi negara, khusunya dalam menghadapi berbagai ancaman dan badai krisis yang melanda dunia. Hal ini disampaikan Wahyu dalam puncak hari pangan sedunia ke-41 yang digelar di Desa Jagapura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) yang telah memajukan sektor pertanian Indonesia, khususnya pertanian yang ada di Kabupaten Cirebon, sehingga pertanian kita tetap meningkat dan aman,” ujar Wahyu, Senin, 25 Oktober 2021.

Menurut Wahyu, Kabupaten Cirebon sampai saat ini masih menjadi salah satu kabupaten yang mempertahankan lumbung pangan lokal, yang bisa menyuplai kebutuhan pangannya untuk nasional. Bahkan selain padi, Cirebon juga mampu menpertahanan komoditas lain seperti Mangga dan Bawang.

“Yang pasti saya mengapresiasi kerja keras para petani yang terus menanam padi dan membuat kabupaten Cirebon tetap dalam jalur swasembada,” katanya.

Terpisah, Bupati Bogor, Ade Yasin juga mengapresiasi tumbuhnya sektor pertanian Indonesia yang tetap tumbuh, meski dunia sedang dilanda pandemi panjang. Apalagi kata Ade Yasin, pertanian dibawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo mampu meningkatkan produksi, ekspor dan menjaga harga-harha tetap stabil.

“Di masa pandemi ini sektor pertanian paling aman dan tidak terganggu oleh covid, kementan di bawah nakhoda pak menteri (SYL) banyak sekali kemajuan, terutama munculnya para petani muda (milenial) bertambahnya nilai ekspor, dan hargaharga-harha hasil pertanian yang relatif stabil. Dengan berbekal pengalaman jadi kepala daerah, pak SYL memang tepat berada di Kementan (Right man in the right place),” katanya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan bahwa peran SYL dalam memimpin Kementan sangat memuaskan, dimana secara khusus ia mendorong Kabupaten Sragen mampu memacu produksi padi dengan berbagai bantuan seperti bibit dan alsintan.

“Berkat Bapak Menteri (SYL) Sragen mampu mengekspor beras ke Arab Saudi. Alhamdulillah bantuan dan dukungan Pak Menteri sangat besar dalam memacu produksi pertanian kami,” katanya.

Yuni mengatakan berbagai kebijakan dan program Kementan dibawah pimpinan Mentan Syahrul akan terus didukung dengan implementasi nyata di lapangan. Ia berharap, sektor pertanian mampu menjadi penopang utama geliat kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Saya juga turut mendoakan agar Pak Menteri diberi kesehatan, sehingga beliau mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sebab bertani itu hebat dan bertani itu keren,” katanya.

Senada, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan juga memuji kepemimpinan Gubernur Senior tersebut dalam membuat kebijakan dan program. Setidaknya Indonesia mampu memenuhi pangan unggul dan berkualitas. Terlebih ekspor pertanian di sepanjang 2020 juga tumbuh hingga mencapai 15,79 persen.

“Saya kira ini prestasi yang luar biasa dan membuat kami di daerah bersemangat untuk meningkatkan produktivitas. Apalagi kami merupakan penyangga utama ibu kota. Insyaallah kami siap mensukseskan berbagai program di Kementerian Pertanian,” katanya.

Menurut Dani, di era Menteri SYL sektor pertanian Kabupaten Bekasi menggeliat. Hal ini tercermin dari peningkatan produksi melalui luas tambah tanam, IP 400 dan Padi, Jagung Kedelai (Pajale).

“Di era Pak Syahrul, dukungan untuk Kabupaten Bekasi terus meningkat, juga berbagai bantuan pengelolaan hasil panen seperti mesin combine, power traser, RMU , Vertical Drayer. inilah yang membuat mutu hasil panen kami meningkat dan kedaulatan pangan terjaga dengan baik,” katanya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan bahwa program dan kebijakan Mentan sejauh ini sudah sangat tepat, terutama dalam menangani akses permodalan yang selama ini kerap kali menjadi persoalan.

“Kami memiliki sekitar 300 hekarere untuk sorgum dan alhamdulillah ini sudah berjalan dengan baik. Tentu semua ini tidak terlepas dari program dan kebijakan yang dikeluarkan Kementan. Ke depan, kami ingin agar Lamongan memiliki industri yang bergerak agar sorgum bisa berdampingan dengan porang yang sama-sama memiliki kadar kalori rendah,” katanya.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terimakasih atas kerja keras pemimpin daerah dalam menggerakkan roda perekonomi rakyat melalui produksi dan pengolahan sektor pertanian.

“Saya mengucapkan terimakasih semua sudah bergerak bahwa di tengah covid banyak negara yang kolep, namun pertumbuhan pertanian tetap tumbuh dan tanggung. Ke depan saya berharap skala ekonomi pertanian terus dikembangkan. Jadi jangan selalu terfokus pada APBN karena semuanya tidak akan cukup,” tutupnya.(**)

Editor   : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan