Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Sastrawan Indonesia mantan tapol Pulau Buru yang penah disebut-sebut sebagai nominator Nobel Sastra, Pramoedya Ananta Toer, menggugat rasisme, kolonialisme, feodalisme, dan keadilan gender dalam novel Bumi Manusia yang ditulis selama masa pengasingannya.

Demikian Dhenok Kristanti dalam tayangan di Omah Simak Channel.

Menurut saya, meskipun rasisme, kolonialisme, feodalisme dan ketidak-adilan gender belum sama sekali lenyap dari muka bumi ini, namun isu utama dan terutama dunia pada pascarevolusi tekinfokom.

Kini adalah dampak terjadinya dehuman oleh nirekosistem dinamika gerak manusia, yang merupakan kepanjangan dari X-imperium (Kenichi Ohmae, The Borderless World).

Jadi persoalan mendesak dunia kini dan mendatang adalah memberikan solusi atas dampak negatif yang sangat berpeluang dan berpotensi menjelma menjadi anti kemanusiaan secara global, yang sendirinya merupakan konsekswensi logis perkembangan peradaban derasnya arus revolusi teknologi kominfo.

Siapa pun yang mengancang untuk menulis novel standar Nobel kiranya perlu memperhatikan tema dan solusi problem kemanusiaan pada era masyarakat cerdas 5.0 tersebut.

(*/Sugiono MP, 111021)

Editor    : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan