Spread the love

IMG-20160708-WA0004IMG-20160708-WA0001Bima,BeritaRayaOnline,-Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo. Pelaksanaannya akan dihelat dalam waktu dekat tepatnya pada tanggal 16 Juli 2016.

Hasil penyeleksian akhir, pemerintah Kabupaten Bima secara resmi telah menetapkan 5 pasangan calon yang maju, salah satunya Amrullah (42) calon nomor urut 2 yang familiar dipanggil Sanana.

Sanana mengatakan motivasinya maju dalam bursa Pilkades tersebut semata-mata karena adanya kesadaran untuk membangun mental dan karakter masyarakat Desa Sondosia yang lebih maju, kreatif dan religius. Pemimpin yang pintar cenderung rawan menyesatkan dan mencari keuntungan pribadi atau kelompok.

“Tetapi kalau memiliki mental dan karakter, maka akan memberi martabat, gengsi dan derajat yang makin baik bagi masyarakat,” kata Sanana pada Beritarayaonline, di  Bima,  NTB, Rabu (6/7/2016).

Untuk menjewantahkan ini, jelas Sanana, yang pertama harus dilakukan yakni perlu melakukan konsolidasi internal dengan para semua elemen masyarakat di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan mahasiswa untuk menyusun program perencanaan desa.

Program ini berbasiskan pada pemberdayaan dan peningkatan nilai tambah kegiatan ekonomi kerakyatan dan kreatif masyarakat desa yang lebih mengedepankan asas keadilan.

Menurutnya, merealisasikan program perencanan desa ini secara komprehensif, syarat utamanya harus mencetak dan memperbaiki kualitas SDM masyarakat desa terutama para generasi muda dan perangkat desa sampai kepala RT, RW dan dusun.

Masyarakat, pemuda dan lembaga yang baik kualitas SDM lah yang menjadi pilar desa itu maju, aman, religius dan punya kesadaran mau bekerja.

“Sebab, kalau kualitas SDM rendah, akan lahir masyarakat dan pemuda yang sebaliknya, suka tawuran bahkan narkoba. Ini yang bikin desa tidak bisa dibuat maju dan berjalan di tempat,” tegasnya.

Ketiga, untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa yang notabenenya sebagai petani, nelayan, pengrajin tampah, dan pembuat kerupuk, perlu difasilitasi dengan pelatihan profesi dan kewirausahaan.

Ini bisa dilakukan dengan mengalokasikan pemanfaatan anggaran dana desa secara transparan dan mengajukan program pelatihan kepada pemerintah kabupaten, provinsi, pusat maupun pada lembaga swasta yang bergerak di bidang pemberdayaan dan pelatihan.

Keempat, lanjut Amrullah, membangun kemandirian pangan desa. Program ini dapat diwujudkan dengan mengajukan bantuan pertanian (produksi dan pengolahan) kepada pemerintah dengan menghidupkan dan mengoptimalkan kelompok tani dan gabungan kelompok tani.

Selain itu, mengajukan pembangunan pabrik garam karena Desa Sondosia merupakan daerah penghasil garam.

“Yang terpenting, kemandirian pangan harus dikelola melalui koperasi tani dan nelayan. Ini harus kita bangun, membuka lapangan pekerjaan. Saya yakin ini bisa kita ciptakan jika ada kemauan dan dukungan semua pihak serta kerja keras semua perangkat desa dan elemen masyarakat,” terangnya.

Tokoh masyarakat Desa Sondosia, Darmawan Murtalib menilai calon nomor urut 2, Sanana layak melanjutkan estafet kepemimpinan kepala desa. Menurutnya, calon ini memiliki prinsip, ketegasan, optimisme dan kemampuan untuk merangkul semua unsur masyarakat dari yang muda sampai yang tua.

Selain itu, ia mampu melakukan konsolidasi dengan pihak luar untuk mewujudkan programnya karena memiliki relasi yang baik dengan pemerintah daerah bahkan sampai ke pemerintah pusat.

“Tidak hanya itu, dia pun memiliki latar belakang organisasi sebagai ketua salah satu organisasi tani tingkat kecamatan, organisasi tersebut merupakan organisasi nasional,” ungkapnya.

Darmawan menambahkan, bahkan yang bikin simpatik, Sanana memiliki keberanian, mau berkorban pada masalah orang lain dan tidak malu bekerja. Tidak heran, berbagai kegiatan tidak terlewatkannya. Dari segi ekonomi, ia memang hanya bermodal semangat, sehingga pemimpin seperti ini jauh dari praktek money politik untuk menghalalkan segala cara agar menang.

“Sosok seperti ini yang bisa bangun desa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” tutur Darmawan yang merupakan mantan Kepala Desa Sondosia di eranya.

Perwakilan pemuda desa, Faisal yang biasa disapa Charles menyampaikan sanana merupakan calon yang ideal untuk merubah mental pemuda yang saat ini tengah mengalami krisis karakter. Pergaulan pemuda desa sudah tidak terkontrol seperti tawuran dan judi bahkan pemakai aktif narkoba. Apabila ini dibiarkan, generasi desa akan hancur.

“Sanana punya prinsip dan tegas, orangnya tidak main soal ini. kalau ada yang meresahkan dan merusak tatanan sosial, pasti ia akan tindak tegas. Artinya ia akan membangun citra baru pemuda desa yang unggul,” pungkasnya.(Bro-1)

Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan