Spread the love

Sajak

Pulo Lasman Simanjuntak

IBUNDA

1//
minggu siang tak secerah yang lalu
hari itu ada musibah
letih tubuh
menangis sukma
bunda pergi
untuk selama-lamanya
sakit dan penderitaan

2//
dengarlah suara lirih sajak ini
dimuntahkan dari isi hati
meskipun jasadmu dalam liang kubur
rohmu pasti mendengar
terjahit dalan batin terluka

3//
engkau meninggalkan kami
kenangan dan nirmala
pesan sorga pasti tempatmu
kebaikanmu jadi pahala
siap membuka pintu-pintu langit biru

4//
ketika mulutmu sudah lumpuh
tak bisa bicara
ketika perutmu tak bisa mengunyah manna
aku seolah-olah merasakan penyakit kutuk
sehingga airmata ini terus mengalir
ke tong sampah rumah sakit beracun

5//
kupandang lagi tubuhnya yang makin mengecil
mau bersatu mesra dengan malaikat maut
aku tak bisa berbuat apa-apa
selain terus menulis sajak ini
tentang doa yang sekarat
sepi yang makin kurus
nyawa yang tak terurus

6//
pada akhirnya ibunda menutup mata
giginya tinggal tulang belulang
bumi pun berhenti berputar
dari sebelah tangan kanan
penyair yang nyaris kelaparan

Pamulang,  Kamis 19 Mei 2022

———————————————————————
Biodata :
Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 20 Juni 1961.Menempuh pendidikan di
Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta).
Belajar sastra secara otodidak.Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977.

Kemudian pada tahun 1980 sampai tahun 2021 sajak-sajaknya mulai disiarkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), SKM.Simponi, SKM.Inti Jaya, SKM.Dialog, HU.Bhirawa (Surabaya), Koran Media Cakra Bangsa (Jakarta), Majalah Habatak Online, negerikertas.com, Harian Umum Utusan Borneo, Sabah (Malaysia) , Portal Sastra Litera.co.id, ayosekolah.com, KABNews.id, bicaranetwork.com, brainly.co.id, wallpaperspeed.id, majalahsuluh.blogspot.com, sudutkerlip.com, kompasiana.com, antaranews.com, kliktimes.com, suarakrajan.com, widku.com, serta literanesia.com

Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), “Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), “Tidur Di Ranjang Petir” (2021), ” Mata Elang Menabrak Karang” (2021), “Rumah Terbelah Dua ” (2021).
Sajaknya juga termuat dalam 15 Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia.

Namanya juga telah masuk dalam Buku Pintar Sastra Indonesia Halaman 185-186 diterbitkan oleh Kompas (PT.Kompas Media Nusantara) cetakan ketiga tahun 2001 dengan Editor Pamusuk Eneste, serta Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia halaman 451 diterbitkan oleh Yayasan Puisi Indonesia dengan Editor Maman S Mahayana dan Kurator Sutardji Calzoum Bahchri, Abdul Hadi W.M, Rida K.Liamsi, Ahmadun Y Herfanda, dan Hasan Aspahani.

Pernah aktif di Bengkel Sastra Ibukota dan sewaktu masih mahasiswa STP aktif dalam Kelompok Sastra Kita, serta saat ini tercatat sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ), Komunitas Negeri Poci, dan Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021.Sekarang ini sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.Bekerja sebagai wartawan.

Tinggalkan Balasan