Spread the love
Direktur Utama PT.Jasa Marga (Persero Tbk) Adityawarman. (Foto : Google/Dok/Ist/Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Direktur Utama PT.Jasa Marga (Persero Tbk) Adityawarman. (Foto : Google/Dok/Ist/Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Kondisi ruas jalan tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) mulai dari Lebak Bulus ( Gerbang Tol Pondok Indah), Jakarta Selatan, sampai menuju ke Terowongan Pasar Rebo-Kampung Rambutan, Jakarta Timur (begitupun arah sebaliknya Pasar Rebo Kampung Rambutan- Lebak Bulus Pondok Indah-red) sampai Selasa pagi (19/4/2016), masih dalam kondisi rusak berat, dan sangat membahayakan para pengendara terutama bila hujan deras serta malam hari.

Wartawan BeritaRayaOnline, Lasman Simanjuntak, yang mencoba survey langsung ke jalan tol JORR tersebut menemukan beberapa ruas jalan tol kondisinya rusak berat. Bahkan permukaan jalan tol ‘kasar’, bergelombang, serta aspal atau hotmix pecah sehingga menimbulkan ‘lobang’ besar menganga di beberapa titik.

Kerusakan jalan tol-terutama pada ruas kiri tol- mulai terasa begitu keluar dari Gerbang Tol (GT) Pondok Indah Lebak Bulus sampai ke arah Cilandak dan Pasar Minggu, Jakarta selatan.

” Kebetulan tiap Rabu dan Sabtu saya lewat jalan tol JORR dari Lebak Bulus sampai ke Cawang. Dan, jika mau pulang saya juga lewat jalan tol JORR lewat Tol Taman Mini, Jakarta Timur , menuju arah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Banyaknya lobang dan aspal jalan tol yang mengelupas nyaris membuat mobil kami kecelakaan. Bahkan akibat sering terjadi bantingan keras shokcbreaker, terod, borjoin, dan kanvas  rem mobil saya cepat rusak. Takutnya kalau rem mendadak menghindari jalan lobang, bisa terjadi kecelakaan  lalu lintas. ” ujar Lola Kolondam,52 tahun, pengendara jalan tol JORR kepada BeritaRayaOnline, Selasa (19/4/2016).

Menurutnya yang paling mengerikan -terpaksa mobil harus berjalan lambat dan hati-hati- yaitu kerusakan di jalan tol pada Terowongan Pasar Rebo (terowongan jalan tol terpanjang-red) ke arah  Pasar Rebo-Kampung Rambutan.

” Sebelah kiri jalan tol pada Terowongan Pasar Rebo ini rusak berat. Ruas jalan tol Terowongan Pasar Rebo saking rusaknya sudah tak layak lagi disebut  memenuhi standar konstruksi jalan tol,” katanya.

Rusaknya ruas jalan tol JORR ini mengakibatkan terjadi kemacetan lalu lintas yang luar biasa- kalau sore hari-mulai pukul 16.00 WIB- kendaraan mulai merangkak pelan dan amat lambat (20 km/jam) mulai dari arah Lebak Bulus-Cilandak-Ragunan-Pasar Minggu- Pasar Rebo sampai Kampung Rambutan. Dan, pada malam hari-mulai sekitar pukul 19.00 WIB- arah sebaliknya begitu keluar dari tol Taman Mini-Kp.Rambutan-Pasar Rebo terus sampai Pondok Indah Lebak Bulus, macetnya enggak ketulungan.

“Kenapa ya baik petugas Jasa Marga, patroli PJR jalan tol, jarang memberitahukan bila terjadi kemacetan  lalin. Bahkan petugas di gerbang tol ini terus saja menerima kendaraan untuk masuk tol tanpa memberitahu ada kemacetan,” keluh warga Pamulang yang sering lewat jalan tol ini tak mau ditulis namanya.

dirut

 

Sementara itu Direktur Utama PT.Jasa Marga (Persero/Tbk) Adityawarman ketika dikonfirmasi wartawan BeritaRayaOnline, Lasman Simanjuntak, mengenai kerusakan berat pada ruas jalan tol JORR ini mengakui memang ada kerusakan pada beberapa titik di jalan tol tersebut.

“Pak  tolong juga sms juga ke Kepala BPJT. Kemarin saya sudah info-kan juga ke beliau. Mohon dijelaskan ruas tol tersebut dikelola oleh PT.Hutama Karya atau HK,” jelas Adityawarman Dirut PT.Jasa Marga (Persero/Tbk), Selasa pagi (19/4/2016).

 

Kondisi Rusak

Sebelumnya pada tanggal 29 Februari 2016 lalu, PT Jasa Marga Tbk mengakui penyebab macet yang terjadi di ruas Tol JORR jalur dari arah Ulujami menuju Jati Asih dan Cikunir karena kondisi jalan yang rusak. Kerusakan tersebut tepatnya berada di Terowongan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, saat ini petugas dari Jasa Marga sedang memperbaiki kerusakan tersebut. ” Kami harap bisa selesai secepat mungkin,” katanya , Senin (29/2/2016).

 Adityawarman melanjutkan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Alasannya, Jasa Marga tidak mungkin melakukan penutupan jalan. Perbaikan juga hanya akan dilakukan pada jam-jam tertentu dengan waktu yang sangat terbatas mengingat kepadatan jumlah kendaraan yang melewatinya.

Ia belum bisa memastikan kapan perbaikan tersebut akan selesai. “Jadi tidak mungkin jalannya ditutup, jadi waktunya sangat terbatas ya,” jelasnya.

Sebelumnya, petugas Jasa Marga mengatakan  macet yang terjadi sampai Lenteng Agung. “Kemacetan di Tol JORR, tepatnya di erowongan Pasar Rebo. Kendaraan yang mengular kurang lebih sampai Lenteng Agung, Pasar Minggu,” ucapnya.jasadua

Dia menambahkan, selain padatnya kendaraan, kemacetan di daerah itu juga disebabkan adanya jalan rusak di terowongan Pasar Rebo. “Jalan rusak di terowongan juga salah satu sebabnya. Ada beberapa titik yang rusak, cukup parah. Jalan itu sudah sempat diperbaiki,” kata Fajar.

Diminta Hati-Hati

Pengguna jalan tol diminta berhati-hati karena terdapat lubang menganga di Km 31 tol JORR Pasar Rebo yang mengarah ke Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di Km 31 ada dua titik, tepatnya di terowongan tol wilayah Pasar Rebo.

”Di bahu jalan dan di lajur 1 (jalur lambat). Kami imbau masyarakat pengguna tol untuk berhati-hati saat melintas di titik tersebut,” ujar Wakasat Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Eko BW belum lama ini.

Menurut dia, lubang cukup lebar dengan kedalaman sekitar 15 cm. ”Kalau mobil sedan, pasti mentok kena lubang itu,” ucapnya.

Selain di titik tersebut, lubang juga terdapat di sisi sebaliknya yang mengarah ke barat. Lubang di jalan tol sudah ada sejak seminggu lalu dan belum ada perbaikan. Akibat jalan berlubang, kendaraan terpaksa memperlambat kecepatan kendaraan yang berimbas pada kemacetan.

”Kepadatan lalu lintas terjadi pagi maupun sore hari. Setiap harinya kepadatan sampai tol Joglo Km 12,” katanya.

Kepala Humas PT Jasa Marga Dwimawan Heru berjanji segera mengecek lubang di Km 31. ”Kami akan lakukan pengecekan terlebih dahulu ke lokasi,” ucapnya.

Jalan tol merupakan jalan berbayar yang seharusnya terbebas dari hambatan, termasuk kondisi jalan yang tidak layak. Menurut Heru, kualitas aspal jalan tol adalah standar utama yang harus terpenuhi.

jasamarga

”Maka itu, saya harus cek dulu, kapan jadwal inspeksi, kapan jadwal perbaikannya,” ujarnya.

Petugas Jasa Marga selalu inspeksi rutin kondisi aspal jalan tol. Begitu menemukan ada jalan berlubang, Jasa Marga akan melakukan perbaikan paling tidak dua hari setelah ditemukan ada kondisi jalan yang rusak. ”Ada inspeksi rutin di kita. Jika ditemukan lubangitu, harus kita tutup dalam jangka waktu tertentu, tapi kami harus cek lagi kapan proses perbaikannya. Harusnya dua har mulai dikerjakan,” kata Heru.(**/dbs/lasman simanjuntak)

Tinggalkan Balasan