Pusat Pelatihan Pertanian Lakukan Evaluasi Aplikasi DUPAK ONLINE Widyaiswara

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pusat Pelatihan Pertanian bersinergi dengan Pusat Data dan Informasi lakukan evaluasi dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi Widyaiswara Pertanian yg digunakan untuk menilai DUPAK atau Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Widyaiswara.

Seiring dengan kemajuan informasi teknologi (IT) telah dirancang DUPAK secara online semenjak tahun 2017 yang lalu.

Kepala Pusat pelatihan Pertanian Ir. Bustanul Arifin Caya, M.DM dalam arahannya berharap bahwa tahun 2020 merupakan tahun SDM, maka SDM yang kompeten atau mumpuni dapat membangun infrastruktur yang telah ada dengan peningkatan kompetensi substantive dan mendukung era generasi 4.0 sehingga perlu disusun dan dirancang sistem pembelajaran dan metoda yang mudah dan efektif berbasis online atau e-learning.

Misalnya pelatihan vokasi mendukung program B 500 atau membangun pemberian benih sawit. Serta diharapkan koordinator widyaiswara pertanian menjadi motor atau penggerak di masing-masing lingkup UPT Pelatihan Pertanian dan widyaiswara dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan pertanian maka melalui momentum ini widyaiswara pertanian dapat meningkatkan kompetensi dan merancang pengembangan kompetensi ketenagaan pelatihan dan SDM Pertanian kedepannya.

Empat (4) komponen utama keberhasilan penyelenggaraan pelatihan yaitu kelembagaan, ketenagaan, program dan sarana prasarana. Widyaiswara sebagai komponen utama ketenagaan diklat memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian pada Lembaga pelatihan.

Seiring dengan itu, Widyaiswara Pertanian dituntut untuk memiliki kecepatan, kepekaan dan kreativitas dalam mengembangkan kompetensinya, tidak saja kompetensi keilmuan, akan tetapi juga kompetensi pengelolaan pembelajaran, kepribadian, dan sosial.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari 19 -20 Agustus 2019, di Hotel Santika Teras Kota BSD ini diikuti oleh 10 orang Koordinator Widyaiswara dari UPT Pelatihan Pertanian lingkup BPPSDMP dan 2 orang Pengurus ikatan widyaiswara pertanian indonesia dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Data dan Informasi Pertanian (PUSDATIN) Kementerian Pertanian.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan sharing pengalaman dalam penerapan dan memberikan pemahaman yang benar tentang pelaksanaan DUPAK ONLINE yang merupakan metode baru dalam pengiriman dan penilaian DUPAK.

Jadi diharapkan semua widyaiswara pertanian dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.
Visi Badan PPSDMP yaitu “Terwujudnya Sumber Daya Manusia Pertanian yang Profesional, Mandiri dan Berdaya Saing untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”.

Berdasarkan visi serta memperhatikan tugas dan fungsi, potensi, capaian hasil pada periode sebelumnya, permasalahan, dan tantangan yang ada, Pusat Pelatihan Pertanian (PUSLATAN) pada periode 2015-2019 menetapkan visi:
Untuk mewujudkan Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian yang Profesional Pusat Pelatihan Pertanian selalu memprioritaskan langkah-langkah peningkatan profesionalisme melalui penyelenggaraan pelatihan baik teknis maupun non teknis di lembaga pelatihan pertanian lingkup BPPSDMP.

Guna memastikan bahwa berbagai program tersebut terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan mampu mewujudkan tujuan dari program tersebut maka diperlukan sumber daya manusia yang handal dan kompeten selain dapat diperoleh dengan metode penyuluhan dan pendidikan juga dapat diperoleh melalui Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian (PSPP).

Guna menjamin kelancaran dalam proses implementasi program PSP .
Terkait dengan hal tersebut, guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Widyaiswara maka diperlukan evaluasi kompetensi dan profesionalisme Widyaiswara secara berkala guna menjamin suksesnya upaya peningkatan mutu, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pelatihan.

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme seorang Widyaiswara dan mewujudkan penguasaan keempat kompetensi tersebut dalam mendidik, mengajar dan/atau melatih SDM Pertanian. Widyaiswara selain sebagai sumber referensi melalui keaktifannya serta menyampaikan gagasan atau pemikiran baru, juga memfasilitasi pemecahan masalah yang secara umum dihadapi oleh masyarakat, khususnya petani. Oleh karena itu, dalam mencetak widyaiswara yang handal, kreatif, inovatif dan berwawasan global dan profesional diperlukan upaya pengembangan Widyaiswara yang terstruktur, terukur dan melembaga salah satu melalui operasionalisasi DUPAK secara online dan merancang pengembangan profesionalisme kewidyaiswaraan pertanian. (*/Oce)

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan