Spread the love

Puisi

Pulo Lasman Simanjuntak

TELEPON BERDERING

mendengar telepon berdering kering
menyapa derau hujan malamhari
dari seorang perempuan seberang jalan
yang rajin bunuh diri menyilet lengan
tak bisa mati
telinga kiriku jadi terbakar sunyi

aku jadi teringat
dua belas abad perkawinan tertidur lelap
dalam kandang satwasatwa liar

kini hunian telah dibangun megah
menjadi mezbah batu penjuru
nyanyian koor menderu riuh
masa kanakkanak berkalungkan doa
kitab taurat disalibkan di dada

mendengar telepon berdering kering
maka genaplah kabar pahit ini
pikiran brutal gelisah basah
sesal terjebak berulangkali

siapkan liang kubur,
jiwaku cintaku
satu daging

di sini saja, sayangku
di sekitar akarakar bumi
kita tanami kebun karet
roh takut makin menjelma
kemana gerangan imanku pergi lagi ?

Pamulang, Jumat 21 Mei 2021

Tinggalkan Balasan