Spread the love

Puisi

Pulo Lasman Simanjuntak

SUNGGUH AIRMATAKU MENYELAM TUJUH HARI DI SELAT SUNDA

1//
sungguh, airmataku menyelam
tujuh hari di selat sunda
di bawah nyawa batu karang
kucuri syair lagu sion
panggilan untuk bertobat
masa kanak-kanak sampai ibu muda
terjerat kemiskinan berkepanjangan

deru ombak makin ganas
menyambut dari arah belakang tubuhmu
tanpa membawa perahu nelayan
ikan-ikan tenggelam sejak siang

2//
masih tercium bau mayat tsunami, katamu
meskipun tak satupun orang pantai
mengenakan masker
yang terbalut air asin

mari, saudaraku
kita siapkan hati menuju surga
dalam baptisan kudus di laut ini
yang telah kupersiapkan
sebelum mulutku belum dapat menelan
virus dari kota wuhan

3//
selesai sudah
upacara keramat ini
meskipun telapak kaki berdarah
paha kanan tumbuh daging segar
tetap saja kutawarkan
pohon sirih gading
diseberang lautan
tumbuhan cabai-umbi-umbian-kerang laut, dan lumut hijau juga saling berkejaran

menutup kebaktian hari perhentian suci
dengan sebuah kesaksian ;
kita harus tetap setia
kepada Tuhan

Pantai Palem Cibereum, Anyer, Sabtu, 8 Agustus 2020

Biodata

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 20 Juni 1961.Menempuh pendidikan diSekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta).Belajar sastra secara otodidak.Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977.

Kemudian pada tahun 1980-an sajak-sajaknya mulai dipublikasikan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka,Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), SKM.Simponi, SKM.Inti Jaya, SKM.Dialog, dan HU.Bhirawa (Surabaya).

Puisi-puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan 15 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan