Spread the love

Kedaung, BeritaRayaOnline,- Pemerintah Kota (Pemko) Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten dalam rangka pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, telah melarang semua rumah makan dan restaurat untuk tidak melayani pembeli yang hendak makan di tempat.

“Pesan makanan harus dibungkus, dan langsung dibawa pulang ke rumah karena adanya aturan protokol kesehatan Covid-19 PPKM Darurat sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021,” jelas Riki (36 tahun) pemilik Rumah Makan (RM) Padang “Jajo Bundo” Kedaung, Serua Ciputat , Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten kepada BeritaRayaOnline, Senin (12/7/2021).

Dikatakannya lagi, sejak adanya pemberlakuan  PPKM Darurat di Kota Tangerang Selatan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yakni melarang pembeli makan di tempat.

“Ya, memang jadi rugi.Lihat barusan ada orang turun dari mobil mau langsung makan di tempat ini.Namun, karena adanya larangan makan di tempat, mereka langsung ngeloyor pergi,” ucap Riki seraya menambahkan bahwa dirinya mau patuh dan dan ikut aturan pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19 ini.

“Dalam berdagang makanan ini saya juga selalu terapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan selalu memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun serta air mengalir.Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” harapnya lagi.

Sementara itu di Rumah Makan (RM) Nasi Kapau Tanjung Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, berdasarkan pengamatan wartawan BeritaRayaOnline pada Minggu siang (11/7/2021) juga telah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 PPKM Darurat dengan tak melayani pembeli untuk makan di tempat.

Di rumah makan yang cukup terkenal di Pamulang ini sengaja mengangkat bangku-bangku ke atas meja, dan menutup ruang makan yang ber- AC setelah ada pemberitahuan dari pihak kepolisian dan Satpol PP Kotamadya Tangerang Selatan.

Begitu juga Kedai Bakmi Engkoh Pamulang bahkan langsung menutup pintu masuk dengan sebuah meja.

“Mau pesan bakmi, langsung dibungkus dan dibawa pulang.Tak boleh makan di tempat lagi, sesuai aturan protokol kesehatan Covid-19,” ucap Engkoh (58 tahun) kepada BeritaRayaOnline, Senin (12/7/2021).

Padahal sebelum diberlakukan protokol kesehatan Covid-19 PPKM Darurat Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kedai bakmi ini tak pernah sepi dari pembeli yang makan di tempat.(BRO-11)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan