Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Penyair Nanang R Supriyatin berhasil meraih juara tiga Lomba Cipta Puisi Seabad Chairil Anwar yang dibacakan pada malam penganugerahan, Selasa malam (26/7/2022).

Acara seabad Chairil Anwar terselenggara dengan  Ketua Panitia adalah  Moktavianus Masheka.

Acara ini berlangsung di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Selasa malam (26/7/2022).

Sebelumnya pada Selasa sore (26/7/2022) Penyair Nanang R Supriyatin ikut dalam Parade Baca Puisi Chairil Anwar di Teater Kecil TIM masih dalam rangkaian Hari Puisi Indonesia (HPI) ke-10.

Sementara untuk juara satu Lomba Cipta Puisi diraih Marhalim Zaini, dan juara dua diraih Yana Risdiana.Untuk juara harapan I , juara harapan II diraih Kurnia Efendi dan juara harapan III diraih oleh Tri Astoto Kodari.

Sedangkan enam terbaik penulis esai tahun 2022 tentang Chairil Anwar berturut- turut yakni Edy Sutanto, Ewit Bahar, Rudi Fofid, Sugiono Mpp dan Nur Khofifah.

Hadiah berupa uang tunai, sertifikat, serta piala diserahkan langsung oleh Sutradara Teater Tanah Air Jose Rizal Manua serta Penggiat Sastra Moktavianus Masheka.

Biodata Nanang Ribut Supriyatin

Kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1962. Sarjana Administrasi Publik Perguruan Tinggi Swasta ini menulis puisi, cerita pendek dan artikel sejak tahun 1980-an yang dimuat di berbagai media massa, seperti: Majalah Sastra dan Budaya Horison, Gadis, Anita Cemerlang, Hai, Mode, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Media Indonesia, Terbit, Republika, Pelita, Berita Buana, Suara Karya, Swadesi, Simponi, Berita Yudha, Terbit, Cakrawala (Jakarta) Banjarmasin Post (Ban-jarmasin), Karya Bhakti (Mataram), Singgalang (Padang), Kedaulatan Rakyat, Pusara (Yogyakarta) dan Lampung Post (Lampung).

Puisi dan cerita pendeknya memenangkan Lomba Cipta Puisi/Cerpen yang diadakan skh. Sinar Harapan (1982), Gelanggang Remaja Bulungan (1982), Biro Informasi Sastra Banjar-masin (1983), skh. Terbit (1983), skm. Swadesi (1989), HP3N Batu Malang (1994), Penerbit Puspa Swara (1994) dan Kelompok Lingkaran Komunikasi Malang (2002).

Aktif dalam Kelompok Study Sastra PPK Kuningan (1981-1983), Komunitas Sastra Indonesia (1996-2000).

 Ia merupakan salah seorang pendiri Kelompok Sastra Kita Jakarta (1984-sekarang). Disutradarai Djadjat Mahendra ikut mementaskan teater di HotelJayakarta, TMII (1983) dan dua kali menjadi figuran sinetron remaja di TVRI (1984).

Diundang Dewan Kesenian Jakarta dalam Malam Baca Puisi Kemer-dekaan (1986),  Forum Puisi Indonesia (1987), Pembacaan Puisi Tiga Penyair Jakarta (1988), Pembacaan dan Diskusi Puisi Penyair Jakarta (1989). Membacakan puisi di TMII (1985), PPIA-Surabaya (1986), SMAN 3 Tanjung Karang, Lampung (1986), Taman Budaya, Solo (1995), Taman Budaya, Lampung (1996), Kayu Tanam, Padang (1997) dan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1999).

Antologi bersama yang memuat puisi, cerita pendek dan biodatanya: “An-tologi Puisi Indonesia” (Banjarmasin, 1980), “Pendopo Taman-siswa Sebuah Epi-sode” (Yogyakarta, 1982), “Empat Melongok Dunia” (1984), Sketsa Sastra Indo-nesia (Jakarta, 1986), “Mengenang Chairil Anwar” (Lampung, 1986), “Antologi Puisi Penyair Indonesia” (Jakarta, 1987), “Antologi Puisi Tiga Penyair Jakarta” (Jakarta, 1988), “Antologi Puisi Penyair Jakarta” (Jakarta, 1989), “Menatap Publik” (Jakarta, 1994), “50 Tahun Indonesia Merdeka” (Solo, 1995), “Pusaran Waktu” (Jambi, 1995), “Mengenang Bumi Kelahiran” (Puspa Swara, Jakarta, 1993), “Trotoar” (Tangerang, 1996), “DariBumi Lada” (Lampung, 1996), “Antologi Puisi Indonesia” (Angkasa Bandung, 1997), “Slonding” (Bali, 1998), “Jakarta, Jangan Lagi” (Kolong Budaya, Malang, 1999), “Resonansi Indonesia” (KSI, Jakarta, 2000), “Leksikon Susastra Indonesia” (Korrie Layun Rampan, Balai Pustaka, 2000), “Datang Dari Masa Depan” (Tasik, 2001), “Leksikon Kesusasteraan Indonesia” (Pamusuk Eneste, 2001), “Equator” (Yogyakarta, 2011) dan “Dari Sragen Memandang Indonesia” (Sragen, 2012). Sedangkan antologi puisi tunggalnya yang sudah terbit: “Nyanyian Anak Negeri” (1984), “Suara Suara” (1985), “Dunia Di Persimpangan Jalan” (1989), “Prosa Pagi Hari” (1995) dan “Bayangan” (1996).

Nanang R Supriyatin  termasuk salah seorang penerima Puputan Margarana Award (Bali, 1998) untuk sebuah puisinya berjudul “Evenia”, dan saat ini masih aktif se-bagai karyawan Pemda Provinsi DKI Jakarta. (BRO-1)

Dilaporkan oleh : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak/beritarayaonline.co.id

Fotografer by : #LasmanSimanjuntak

#haripuisiindonesia

Tinggalkan Balasan