Percepatan Olah Tanah dan Percepatan Tanam, Mahasiswa Polbangtan Terjun Lakukan Pendampingan

Spread the love

Bogor,BeritaRayaOnline,-Pandemi Covid 19 tak menyurutkan langkah Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk melakukan pendampingan kepada petani. Kegiatan pendampingan merupakan praktek lapangan bagi mahasiswa dimana mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang didapat pada masa kuliah.

Pendampingan ini dapat dilakukan kepada pelaku usaha individu maupun kelompok tani yang dapat menjadi sarana penerapan inovasi teknologi, keterampilan dan keahlian mahasiswa yang telah dipelajari di kampus.

Pada akhir Mei 2020 ada 8 orang mahasiswa yang melakukan pendampingan di Kabupaten Sukabumi yang ditempatkan beberapa kelompoktani yang ada di wilayah kerja BPP Sukabumi. Mereka berasal dari Jurusan Peternakan Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteaan Hewan, Jurusan Pertanian Prodi Mekanisasi Pertanian dan Prodi Agribisnis Hortikultura.

Melalui kegiatan pendampingan selama 2 bulan diharapkan dapat mengasah jiwa kewirausahaan mahasiswa, keterampilan serta keahlian mahasiswa.

Tentunya seluruh mahasiswa tersebut melaksanakan pendampingan sesuai dengan petunjuk teknis yang diperintahkan oleh kampus dengan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan dalam pelaksanannya mendapat bimbingan dari para Penyuluh dan POPT setempat.

Mengawali kegiatan pendampingan, mahasiswa ikut memotivasi para petani yang ada di kelompoktani dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tahan dan Percepatan Tanam di Kecamatan Sukabumi. Tak lupa mereka pun melakukan proses penerapan teknologi pakan sapi potong Cassapro, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, penggendalian gulma hingga proses pasca panen, agribisnis jamur tiram dan pengendalian OPT hortikultura.

Dalam Kesempatan tersebut Kepala BPP Sukabumi Diat Sujatman mengatakan, ia sangat menyambut baik kegiatan tersebut, ini saatnya bagi mahasiswa Polbangtan sebagai calon petani milenial harus bersiap untuk kembali ke agriculture (pertanian dan peternakan), perikanan, kelautan serta industri bidang agriculture.

Diperkirakan sektor jasa dan industri lainnya di luar pertanian akan rontok jika Covid-19 tidak segera selesai di seluruh dunia, akan terjadi pengangguran besar-besaranan.

Saatnya kembali memperkuat kedaulatan pangan, produksi pangan harus jadi kekuatan ekspor kita ke depan. Jika masyarakat Indonesia bisa mengantisipasi hal tersebut, maka Indonesia akan menjadi lumbung pangan masyarakat seluruh dunia.

Mahasiswa juga mendapat beberapa informasi dari sebagian petani mengenai kendala yang dirasakan, diantaranya yaitu sulitnya air ketika memasuki musim kemarau, yang dapat menyebabkan turunnya hasil produktivitas pertanian.(*/Leli)

Editor : Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan