Puncak Perayaan “Emas ” 50 Tahun (1968-2018) GMAHK Jemaat Ciracas, Hari Penuh Sukacita

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Puncak perayaan tahun ‘emas’ 50 tahun ( anniversary tahun 1968-tahun 2018) Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Ciracas, Jakarta Timur dengan tema “Eben-Haezer” (Sungguh Ajaib Penyertaan Tuhan-Sampai Di Sini Tuhan Menolong Kita-red) ) berlangsung di GMAHK Ciracas di Jalan Raya Bogor, Km 26 , No.15, Jaktim, pada Sabat (Sabtu,22/9/2018).

Seperti diketahui, GMAHK Ciracas merupakan “anak” dari cabang Sekolah Sabat GMAHK Jatinegara sekitar tahun 1964.Gereja Ciracas dimulai dengan perkumpulan sekolah minggu di Kampung Pule, daerah Cijantung, Jakarta Timur pada tahun 1964 yang dimulai.oleh Bapak RM.Soegiarto sebagai anggota GMAHK Jatinegara.Beberapa bulan kemudian perkumpulan ini sekolah minggu ini diresmikan oleh Sidang Jatinegara menjadi Sekolah Sabat cabang Jatinegara.Akhir tahun 1968 Sekolah Sabat cabang Jatinegara di Ciracas diresmikan dengan nama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Sidang Ciracas dengan jumlah anggota.mula-mula 30 orang.

Oleh karena itu GMAHK Jatinegara sebagai “induknya” mendapat kehormatan ‘khusus’ diundang oleh jemaat GMAHK Ciracas dalam perayaan HUT Emas ke-50 tahun.

Sejak Sabat siang sampai malam hari (Sabtu malam ,22/9/2018) hadir dari GMAHK Jatinegara pada perayaaan ke-50 tahun GMAHK Ciracas yaitu Pdt.MF.Sinurat, Ibu Pendeta Flora Sinurat br.Lingga, Ketua Lasman Simanjuntak, Ketua Nelson Rondonuwu dan isteri, serta Sekretaris Jemaat Melki Hendriks dan isteri.

Pada kesempatan puncak acara Perayaan 50 tahun GMAHK Jemaat Ciracas, Pdt.Dr.A.H.Marbun memberikan kata sambutan dan ‘dibarengi’ dengan khotbah tentang Eben-Haezer (sampai di sini  Tuhan menolong kita) dalam Alkitab.

“Jemaat harus baik dengan para tetangga.Gereja akan tetap eksis bila memperhatikan tetangganya,” pesannya di depan ratusan undangan yang hadir Sabat siang itu.

Dikatakan lagi oleh Pdt.Dr.A.H.Marbun, saat ini di wilayah Konference DKI Jakarta & sekitarnya ada 172 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), serta ada 40 gereja yang sudah bisa “mensubsidi” gereja-gereja lainnya.

” Sebanyak 40 gereja bisa mensubsidi 92 gereja lainnya.Sedangkan khusus gereja Ciracas ternyata sudah mampu mensubsidi satu sampai tiga gereja, karena mereka bersatu,beriman, dan berinovasi.

“Iman, persatuan, dan pelayanan tanpa pamrih, itu tema dari GMAHK Ciracas.Dalam perayaan ultah ke 50-tahun yakni Eben-Haezer, sampai di sini Allah menolong kita,” ujarnya.

Di dalam Alkitab, lanjut Pdt.Marbun, mencatat ada dua  peristiwa 1)Eben Haezer yang pertama adalah nama tempat peperangan antara bangsa Israel melawan bangaa Filistin. (1 Samuel 4:1-22).

“Pertanyaannya adalah mengapa di tempat yang dinamakan “sampai di sini Tuhan menolong kita” justru bangsa Israel mengalami kekalahan.Mengapa tak ada pertolongan dari Tuhan,” katanya seraya menyodorkan Firman Tuhan dalam Yesaya 59:1-2.

Evaluasi Eben Haezer yang pertama yakni a) menengok ke belakang, apa yang membuat masa lalu yang membuat kita tersandung.b) menatap ke depan, hilangkan rasa cemas, dan tidak menentu, kesalahan pada masa lalu.c) menengadah ke atas, mempercayakan perjalanan ke depan dalam tuntunan dan pemeliharaan Tuhan.d) membutuhkan ketaatan/kesetiaan terhadap Firman-Nya, dalam menapaki perjalanan berikutnya.

Eben Haezer yang kedua  dalam Akkitab, dapat dibaca dalam 1 Samuel 7:12.

“Eben Haezer kedua ditempat ini Nabi Samuel membuat batu prasasti tentang pertolongan Tuhan, agar bangsa Israel bersyukur dan selalu ingat Tuhan yang telah menolong mereka.Eben Haezer yang kedua ini bangsa Israel mengalami kemenangan yang dahsyat melawan bangsa Filistin.Sedangkan kemenangan paling hakiki adalah melawan dosa,” tegasnya.

“Jangan coba-coba menghina pendeta, saudara sendiri yang rugi.Kalau saudara melawan pendeta, hidupnya pasti sengsara.Pendeta dikhususkan Tuhan untuk memanjatkan doa bagi jemaat.Oleh karena itu hargai dia yang diurapi.Itu juga dilakukan pada zaman para nabi dulu,” kilahnya.

Sebagai seorang pendeta, kami selalu “menyembunyikan” masalah kami di depan jemaat.”Kami senyum, di kala hati kami (para pendeta-red)terpatah-patah, ini semua demi saudara,”ucapnya.

Pada kesempatan itu Pdt.Dr.A.H.Marbun, Ketua Konference DKI Jakarta &sekitarnya menjelaskan lagi tentang 1) menoleh ke belakang, kini kita belajar dari pengalaman manis dan pahit dalam perjalanan hidup.Pengalaman pahit itu perlu, agar kita memperbaharui komitmen kita kepada Tuhan.Pengalaman kita ditingkatkan menjadi kenangan manis.

“Evaluasi lanjutan yakni menengadah ke langit.Kita menyadari Tuhanlah yang berperang melawan muslihat dan jerat-jerat setan.Bersyukur atas pemeliharaannya dalam perjalanan ini.Kita menetapkan hati untuk terus pasrah terhadap jalan Allah yang paling indah.Menatap ke depan, sekarang kita mau melanjutkan perjalanan kita dalam kerendahan hati bersama Tuhan.Masih banyak harapan yang bisa kita tempuh dan selesaikan dalam perjalanan,” pungkasnya.

Ditambahkan Pdt.Marbun, Carpe Diem menyebutkan 1)manfaatkan hari, artinya jangan biarkan hari-hari kita terlewatkan tanpa arti dan makna sehingga akan sia-sia.2) yang merusak/mewarnai hati kita dengan rasa benci, curiga,iri, negatif, atau memikirkan diri sendiri.3) jangan sampai ada hari yang terlewat tanpa sukacita seperti tertulis dalam Pengkhotbah 11:8.

“50 tahun usia jemaat Ciracas.Jemaat Ciracas harus bersukacita.Jangan jadikan harimu suram dihadapan Tuhan,” katanya menutup khotbah Sabat siang itu.

Sementara itu dalam sambutan tertulis (berbahasa Inggris-red) dalam rangka HUT ke-50 tahun GMAHK Jemaat Ciracas, Ted N.C.Wilson, President (Ketua) General Conference antara lain menyatakan dari sejak awal berdirinya jemaat ini penuh perjuangan spiritual, mental, dan fisik.

“Jemaat ini harus jadi ‘terang’ di sekitarnya.Perlu berdoa terus untuk menjangkau orang lebih banyak lagi.Hiduplah dalam iman, terutama ketika kita merayakan moment ini,” katanya seraya mengutip Firman Tuhan dalam Yohanes 13:35 dan Matius 25:10.

Sedangkan Pdt.Sugih Sitorus, Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat mengatakan jemaat Ciracas memiliki sejarah yang tak pernah terlupakan, karena tepat pada tanggal ini kita sama-sama merasakan Tuhan sangat baik bagi jemaat Ciracas.

“Tuhan selalu menyediakan jawaban bagi segala pergumulan kita dalam jemaat ini, dan hari ini kita dapat menyaksikan kebahagiaan berjalan bersama Tuhan,” ucapnya dalam sambutan tertulis.

Dikatakan lagi, tantangan bagi semua generasi muda di jemaat ini.Saudara memiliki estafet sejarah yang perlu dibawa, warisan nilai baik yang perlu dihidupkan dan dipelihara.Dan, sejarah baru yang masih perlu dibawa untuk Tuhan.

“Tapi ,yakinlah Allah sudah memimpin kita selama 50 tahun.Mari kita ‘imani’, Allah yang sama juga akan memimpin gereja-Nya ini memenuhi rencana-Nya melalui orang muda dan semua anggota gereja-Nya di Ciracas,” ucapnya.

Sementara itu Bunawi Sulaiman, Ketua Jemaat GMAHK Ciracas sekaligus Ketua Pelaksana Perayaan HUT ke-50 tahun Jemaat Ciracas melalui BeritaRayaOnline, Minggu pagi (23/9/2018)  menitip dalam hormat kami kepada keluarga dari GMAHK Jemaat Jatinegara yang telah mendedikasinya waktunya pada masa lalu ke cabang Sekolah Sabat Jatinegara di Ciracas.

“Kasih kabar saja, isaha mereka tidak sia-sia ada sekitar 400 anggota aktif dari 700 -an anggota dan murid Sekolah sebanyak 750 murid (SD,SMP, dan SMA Advent Ciracas-red).Mungkin  saat itu (sekitar tahun 1964-red) mereka tidak pernah berpikir, pelayanan sederhana mereka telah Tuhan berkati seperti gereja Ciracas saat ini,” ucapnya.
(Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak/Ketua Jemaat GMAHK Jatinegara

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan