Penyuluh Pertanian 4.0 Mampu Bimbing Petani Mengolah Produk Pertanian dan Memanfaatkan Internet of Things.

Jakarta,-“Berjiwa entrepreneur yang tinggi dan mampu membimbing petani memanfaatkan Internet of Things , ini adalah karakter penyuluh pertanian di era 4.O,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi di depan ratusan Penyuluh Pertanian yang mengikuti bimbingan teknis uji kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh pertanian, Jakarta  Rabu,-14/08/2019.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr. Ir Leli Nuryati menegaskan tujuan Uji kompetensi untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian.

Metode pelaksanaan uji kompetensi menggunakan sistem Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan di Badan Kepegawaian Negara (BKN), baik pusat maupun Kantor Regional (Kanreg).

Dari 105 peserta uji kompetensi 20 orang berasal dari pusat (Pusat Penyuluhan Pertanian dan 85 orang dari BBP2TP/BPTP serta Dinas Pertanian/Ketahanan Pangan Daerah. dengan materi Kompetensi teknis, manejerial, sosial kultural.

“Saya dulu peneliti” ujar Prof Dedi.

“Peneliti itu agak jauh di belakang penyuluh karena peran penyuluh jauh lebih besar dari peneliti atau birokrat-biroktat yang lain. Penyuluh adalah ujung tombak sedangkan birokrat atau peneliti adalah pegangan tombak. Ujung tombak itu harus lebih tajam lebih keras dari pangkal tombak,” pungkas  Prof Dedi sambil  terus menekankan pentingnya penyuluh pertanian sebagai kekuatan terdepan bagi pembangunan pertanian Indonesia.(***/prb)

Editor : Lasman Simanjuntak

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan