Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Penerbitan buku-buku puisi hingga saat ini mengalami lonjakan yang signifikan.

Hal ini terlihat dari banyaknya buku-buku puisi yang diterbitkan penerbit, seperti Gramedia Pustaka Utama, Galeri Buku Jakarta, Pustaka Jaya, Kosa Kata Kita, Teras Budaya dan Rumah Seni Asnur.

Di lain sisi, tumbuh dan berkembangnya penyair dapat terlihat dari buku-buku yang diikutsertakan untuk Sayembara Buku Puisi; sebagaimana yang diselenggarakan Hari Puisi Indonesia. Kusala Sastra Khatulistiwa dan Pusat Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Animo para penyair untuk mengikutsertakan buku puisinya dalam suatu sayembara bukan pekerjaan asal. Kalau saya amati, mayoritas terbitnya buku-buku puisi tersebut atas biaya penyairnya.

Artinya,  kemampuan penyair untuk mem-publish puisi-puisinya dalam bentuk buku ber-ISBN dengan kocek sendiri serta mengirimkan beberapa buku untuk diikutsertakan dalam sayembara, patut dihargai.

Seiring dengan jalannya waktu, peringkat produktif menulis puisi serta mem-publish puisi-puisi dalam bentuk buku, juga dikirim ke media cetak/ media online – ialah Penyair asal Lampung, Sumatera Selatan, Isbedy Stiawan Z S.

Pada tahun ini sesuai yang dirilis di fb miliknya, ia telah menerbitkan buku puisi sebanyak lima buku puisi tunggal dengan judul “Kau Kekasih Aku Kelasi”, “Masih Ada Jalan Lain Ke Rumahmu”, “Tersebutlah Kisah Perempuan Yang Menyingkap Langit”, “Secangkir Kopi Di Meja Kedai” dan “Buku Tipis Untuk Kematian”.

Satu buku puisi tunggalnya (buku keenam) yang masih menunggu untuk diterbitkan Penerbit Dunia Pustaka Jaya, yang rencananya tahun depan diterbitkan – merupakan sinyal kalau ia merupakan penyair dengan peringkat produktif tertinggi.

Sementara peringkat produktif setelah Isbedy ialah Penyair asal Sragen, Jawa Tengah, K. Kasdi W.A. yang telah menerbitkan lima buku puisi dan segera menunggu satu buku puisi yang siap cetak dari salah satu penerbit.

Pulo Lasman Simanjuntak, Penyair yang bertempat tinggal di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga demikian telah melahirkan tiga antologi puisi tunggal pada tahun 2021.

Keduanya, baik K. Kasdi W.A. maupun Lasman Simanjuntak rajin memposting puisi-puisinya ke akun facebook miliknya.

Di samping itu puisi-puisi Lasman Simanjuntak muncul di media cetak nasional.

Penyair K. Kasdi W.A.(di facebook bernama Kasdi Kelanis), pada tahun ini telah menerbitkan buku puisi dengan judul “Luka Pandemi Luka Abadi”, “Duka Malam Duka Pualam”, “Mata Sepi Mata Duri”, “Bisik Daun-Daun Padi”, “Gemuruh Ombak”. Dan yang siap menunggu daftar terbit dari Penerbit Prabu DuaSatu berjudul “Diorama Ingin Diorama Angin”.

Sementara Pulo Lasman Simanjuntak telah melahirkan antologi puisi tunggal berjudul “Tidur Di Ranjang Petir”, “Cor Beton Bercumbu Dengan Hujan”dan “Mata Elang Menabrak Karang”.

Baik Penyair Isbedy Stiawan ZS, K. Kasdi W.A. maupun Pulo Lasman Simanjuntak, ketiganya telah berusia di atas 60 tahun, dan masing-masing disibukan dengan kegiatan yang berhubungan dengan dunia literasi serta kegiatan sosial lainnya.

Sebenarnya masih banyak para penyair yang menerbitkan buku puisinya lebih dari satu buku puisi untuk satu tahun.

Sejak diselenggarakannya Sayembara Buku Puisi HPI, tercatat banyak nama-nama penyair yang sudah dikenal, dan diantaranya pernah menerbitkan lebih dari satu buku puisi dalam tahun yang sama.

Catat saja misalnya Irawan Sandhya Wiraatmaja, Soni Farid Maulana dan Berhlon Dh. Sinaulan.

Diluar nama-nama tersebut di atas, mungkin banyak nama-nama penyair yang menerbitkan puisi-puisi dalam buku antologi tunggal.

Namun, data-data ini belum terinventarisasi dan ter-update valid.

Apalagi kini banyaknya nama-nama baru di dunia kepenyairan yang notabene usia mereka masih muda; yang disinyalir sebagai angkatan face book, angkatan milenial serta sebutan lainnya.

Namun, untuk istilah ini belum tersentuh para pengamat dan kritikus sastra, hingga takada batasan bagi mereka untuk terus menyuarakan kegelisahannya.

(*/Nanang R. Supriyatin, Penyair.)

• Revisi Postingan tanggal 24 September 2021.

(*/BRO-2)

Editor : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan