Pemerintah Ajak Masyarakat Ikut Prolanis Untuk Cegah Penyakit Diabetes

 

 

 

 

 

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menyebabkan produktivitas masyarakat menjadi menurun dan para penderita harus berobat setiap hari dengan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, Diabetes juga merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak menyerap anggaran BPJS Kesehatan.

“Jika Seseorang yang sudah terkena penyakit kronis, mereka tidak bisa bekerja terlalu capek. Jadi, bagi negara hal ini tidak hanya menimbulkan beban biaya tetapi juga akan menurunkan produktifitas masyarakat” jelas Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tb. A Choesni.

Selanjutnya, Choesni meminta agar masyarakat dapat mewaspadai penyakit diabetes ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. “Ini semua diakibatkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, banyak orang suka makan manis tetapi jarang suka olahraga” jelas Choesni.

Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun menyebutkan bahwa  terdapat 9,1 juta jiwa penderita  diabetes melitus (DM) di tahun 2013, dan diprediksi akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Ini artinya biaya kesehatan yang akibatkan oleh penyakit DM dan penyakit katastropik lainnya seperti jantung, kanker, paru-paru, akan menjadi beban besar jika tidak segera diatasi.  “BPJS Kesehatan telah mengalami defisit pada tahun 2016 sebesar 1.7 triliun dan 2017 mencapai 1.5 triliun yang disebabkan oleh penyakit katastropik” kata Choesni.

Choesni juga mengajak masyarakat untuk mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). “Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan akan melakukan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pendekatannya proaktif secara terintegrasi melibatkan peserta untuk ikut berupaya menjaga hidup sehat” jelas Choesni.

Secara lebih rinci, pendekatan promotif dan preventif yang ada dalam Prolanis,  dilakukan dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini. “Saya yakin, ketika ada perubahan perilaku hidup sehat maka akan merubah kehidupan menjadi lebih baik sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan hal ini dilakukan dengan mengikuti program Prolanis” pungkas Choesni.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan