Pelebaran Jalan, Area Pintu Tol Serang Timur Ditata

Serang, BeritaRayaOnline,-Gubernur Banten, Wahidin Halim bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Ade Ariyanto meninjau jalan akses Tol Serang Timur (Sertim), Kota Serang, Selasa (30/10/2018). Pelebaran jalan di area tersebut, bertujuan memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang akan masuk- keluar wilayah Banten.

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan area masuk-keluar pintu Tol Serang Timur saat ini macet dan semrawut. Pihaknya meminta Pemkot Serang, untuk segera melakukan penataan kawasan tersebut. Terlebih saat ini juga banyak pedagang yang berjualan.

“Segera tandai mana lahan milik Pemprov Banten mana lahan milik swasta. Kalau memang milik swasta nanti lahannya akan dibeli oleh Pemprov Banten, agar pembangunan juga segera bisa dilaksanakan,” katanya.

Pelebaran jalan tersebut diharapkan membuat jalan-jalan di ibu kota tertata lebih rapi. “Sebagai gerbang masuk ke Ibu Kota Provinsi Banten, kami berikan kemudahan akses dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Pj Wali Kota Serang, Ade Ariyanto menuturkan, saat ini kondisi di sekitaran area Tol Sertim tersebut sempit dan padat. “Rencananya, kami akan melakukan pelebaran jalan di area ini. Kan saat ini terlihat sempit sekali,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan segera melakukan pelebaran jalan dengan tujuan untuk menata Kota Serang lebih rapi dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Jadi, nanti kami berencana untuk melakukan pelebaran jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman atau area pintu Tol Serang Timur, Banten Lama arah Trondol, Pakupatan, dan Kemang. Semuanya kan satu-satunya jalan menuju Tol Serang Timur,” tuturnya.

Selain itu, kawasan Kemang atau depan Kota Serang Baru (KSB) saat ini sudah dipadati pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Hal tersebut, dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Nantinya, para pedagang tersebut, akan direlokasi ke tempat yang sudah sediakan Pemkot Serang, agar masyarakat yang datang ke Kota Serang lebih nyaman dan tidak terganggu.

“Jadi, betul-betul yang masuk Kota Serang ini aman dan jauh dari aktivitas masyarakat. Nanti pedagang ada tempatnya sesuai dengan RTRW-nya, nanti akan kami tata,” katanya.

Selain itu, dia juga berencana, untuk melakukan mediasi dengan pengelola Mall of Serang (MOS) untuk memindahkan pintu masuknya ke depan KSB. Menurut dia, pada saat perizinan dulu, pengelola MOS sepakat untuk menempatkan pintu masuk di depan KSB.

“Kami harapkan MOS ini pintu masuknya pindah ke depan KSB, sesuai dengan perizinan awal. Kami akan minta MOS buat sesuai dengan perizinan yang awal, itu bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sementara, Kepala Divisi Hukum & Humas PT Marga Mandalasakti (MMS), Nur Indah Permanasari mengatakan, pihaknya mendukung program penataan kawasan tersebut.

Indah menjelaskan, program revitalisasi akses yang dilakukan, antara lain penataan akses, normalisasi saluran air, pembangunan pagar, pembuatan frontage, penghijauan, dan penertiban jasa angkutan ojek juga pedagang liar yang telah dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Balaraja Barat, Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur, dan Cilegon Barat.

Melalui tinjauan lokasi tersebut, ASTRA Tol Tangerang-Merak melakukan pembongkaran terhadap papan reklame dan baliho di lokasi Jalan Jenderal Sudirman (jalan nasional), Pakupatan, dan Trondol.

“Penertiban lokasi akses wilayah Serang Timur dilaksanakan dua hari terhitung dari Senin hingga Selasa (29-30/10/2018) bersama dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim. Kami mendukung program pemerintah terkait penataan jalan di wilayah Banten. Selain penataan dan pembongkaran baliho dan papan reklame yang sedang dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak, kami juga melakukan kembali pematokan ulang terkait dengan batas wilayah,” ujar Kepala Divisi Hukum & Humas PT Marga Mandalasakti (MMS), Nur Indah Permanasarir didampingi Kepala Departemen Umum, Sri Mulyo yang juga berperan sebagai tim revitalisasi akses PT Marga Mandalasakti.(**/Bro-2)

sumber berita dan foto : www.kabar-banten.com

editor                                : lasman simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan