Pdt.Jacky Runtu,Sekretaris Konference DKI Jakarta & Sekitarnya : Reaksi Manusia Terhadap Teguran

Jakarta, BeritaRayaOnline,-“Ketika kita sudah minta maaf dan minta pengampunan atas teguran terhadap dosa yang kita lakukan, maka kita akan dimuliakan.Namun, ketika kita masih terus berbuat dosa, maka kita akan direndahkan,” tegas Pdt.Jacky Runtu , Sekretaris Konference DKI Jakarta & sekitarnya, diakhiri khotbahnya berjudul “Reaksi Manusia Terhadap Teguran” di depan jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara, Jakarta Timur, Sabat (Sabtu, 20/10/2018).

Namun demikian, dengan ayat sahut-sahutan Mazmur 51:3-5 serta ayat inti  1 Yohanes1:9, Pdt,Jacky Runtu terlebih dahulu memaparkan apa “Reaksi Manusia Terhadap Teguran” tersebut.Pertama, dosa tak dapat diampuni dengan berbagai alasan.Kedua, mengalihkan kepada orang lain.

“Contoh Adam dan hawa ketika jatuh ke dalam dosa, lalu ditegur Allah.Apa jawaban mereka berdua.Adam mengatakan Hawa yang memberi dari buah pohon itu, sedangkan Hawa menjawab, ular itu yang memperdayakannya seperti tertulis dalam Kejadian 2: 12-13,” katanya.

Ketiga, “Apa Reaksi Manusia Terhadap Teguran”.Disangkal habis-habisan seperti pengakuan Ananias dan Safira (Kisah Rasul 5: 1-11).Keempat, marah dan melawan, seperti ketika orang Saduki, Farisi, dan ahli-ahli Taurat bangsa Yahudi ketika ditegur oleh Yesus, reaksinya adalah marah, bahkan merencanakan membunuh Yesus.

Kelima, “Apa Reaksi Manusia Terhadap Teguran”, yaitu menyesal.Menyesal itu terbagi dua yaitu pertama,  menyesal, lalu bunuh diri.Yakin dirinya bersalah, tetapi bukan minta maaf,  seperti yang dilakukan Raja Saul dan Yudas Iskariot.Kedua, menyesal, dan minta ampun, itulah yang dilakukan Raja Daud  ketika ditegur Nabi Natan, menyesal, minta ampun, dan bertobat  (2 Samuel 12:1-13 dan Mazmur 51 :3-5) dan Rasul Petrus yang telah ‘tiga kali’ menyangkal Yesus, menyesal, menangis,  lalu bertobat (Matius 26: 69-75).

“Tak ada kuasa dalam diri kita, untuk bisa menghapus dosa-dosa kita. Baca 1 Yohanes 1: 9 ( jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan-red),” ucapnya.

“Ketika ditegur, jangan terus ngeles, emosi, dan marah, khususnya kalau ada teguran kepada kesalahan-kesalahan kita.Ketika ada teguran, ingat teguran Nabi Natan kepada raja Daud, mengaku, dan minta pengampunan,” ujar Pdt.Jacky Runtu, Sekretaris Konference DKI Jakarta & sekitarnya dihadapan sekitar 150 jemaat GMAHK Jatinegara.

“Sesudah kita diberi pengampunan, maka kita akan dipulihkan.Namun, kita ngeles terus.Baca Yesaya 1:18 ( marilah, baiklah kita berperkara, Firman Tuhan, sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba-red).Ketika kita sudah minta maaf, engkau akan dimuliakan.Ketika engkau berbuat dosa, engkau akan direndahkan,” katanya lagi.

Pada penutupan khotbahnya Sabat siang itu, Pdt.Jacky Runtu, lalu mengajak seluruh jemaat Jatinegara untuk membaca Mazmur 32 :1-5 yang berkata, “Dari Daud.Nyanyian pengajaran.Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan yang tidak berjiwa penipu!Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu, karena aku mengeluh sepanjang hari.Sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas, Sela.Dosaku kuberitahukan kepada-Mu, dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;aku berkata””Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.Sela.)

” Inilah kebahagiaan orang yang telah mengaku dosa-dosanya,”pungkas Pdt.Jacky Runtu. (Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak- Ketua Jemaat GMAHK Jatinegara

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan