Spread the love
odankduaodankmuatodank pimpin rapat 9 april 2016Jakarta, BeritaRayaOnline,-“Visi kami tetap pada persatuan Simanjuntak yang damai dan sahundulan (duduk bersama dalam acara adat-red) . Sedangkan misi melalui generasi muda Simanjuntak membangun cita-cita yang bermartabat di mata suku-suku lain yang ada di Indonesia,” ujar Odank Simanjuntak, Ketua Panitia  Bona Taon SRM (Simanjuntak Raja Marsundung) Generasi Muda dalam wawancara khusus dengan wartawan BeritaRayaOnline di Jakarta, Jumat pagi (15/4/2016), sehubungan akan diselenggarakannya  Bona Taon 2016 Pomparan Simanjuntak Raja Marsundung se-Jabodetabek pada Minggu (17/4/2016) pukul 110.00 WIB bertempat di Gedung Pertemuan Sasana Pakarti Jalan Duren Tiga Raya No: 12, Jakarta Selatan.
Sambil mengutip Firman Tuhan Filipi 3:17 ;”Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu,” Odank Simanjuntak mencoba mengungkapkan latar belakang sejarahnya yaitu Raja Marsundung Simanjuntak beristerikan  boru Hasibuan. Beranakan Raja Parsuratan.
“Setelah boru Hasibuan meninggal, Raja Marsundung Simanjuntak menikah lagi dengan boru Sihotang. Anaknya ada tiga yaitu Raja Mardaup Simanjuntak, Raja Sitombuk, dan Raja Hutabulu. Sedangkan kami dari Raja Sitombuk generasi 16, Op.Guru Konrad generasi 14,” cerita bapak satu anak .
Diceritakan lagi, anak-anak dari Raja Simanjuntak baik dari boru Hasibuan dan boru Sihotang zaman dulu hidup sangat rukun.Entah cerita apa yang belum jelas kebenarannya, cerita dari mulut ke mulut  kalau Sahundulan (duduk bersama) Parsuratan dengan Mardaup, Sitombuk, Hutabulu, pastinya akan terjadi malapetaka. Angin ribut , kesialan, dan nasi tak matang.
“Akhirnya terbitlah  dari mulut ke mulut  bahwa Parsuratan ingin merebut harta Raja Marsundung. Parsuratan dituduh membunuh adik perempuan dari Mardaup Sitombuk Hutabulu. Semua cerita yang tak ada bukti dan saksi kebenaran,” kata alumni dari Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila ini.
Dilanjutkan lagi, lalu cerita dari mulut ke mulut, terjadilan penetapan generasi, kalau Parsuratan itu kerbau depan. Kalau Mardaup Sitombuk Hutabulu itu kerbau belakang.Kerbau depan dan kerbau belakang itu terjadi dari warisan seekor kerbau yang dipotong bagi dua.”Ini juga cerita dari mulut ke mulut. Oleh karena itu kami dari organisasi Raja Marsundung tak mau dipisahkan. Tak mau dibilang kerbau depan atau kerbau belakang.Kami Simanjuntak yang bersatu, duduk rukun dengan damai,” imbau Odank Simanjuntak.”Raja Marsundung Simanjuntak adalah nama orang, bapak moyang marga Simanjuntak. Simanjuntak Raja Marsundung adalah nama organisasinya yang beranggotakan Parsuratan Mardaup Sitombuk Hutabulu atau PMSH beserta boru dan berenya,” katanya lagi sambil memberi referensi http://marsundung-simanjuntak.blogspot.co.id/2008/03/cerita-tentang-konflik-turunan-raja.html?m=1.

Odank Simanjuntak melanjutkan lagi, perlu dicermati. Cerita zaman dulu dari mulut ke mulut. Zaman sekarang sudah berubah. Media sosial pun sudah ada.

“Simanjuntak yang duduk rukun bersama itu tidak terjadi apa-apa. Yang terjadi adalah berkat Tuhan yang melimpah bagi Simanjuntak.Saya pribadi memang sangat berat tugas yang saya pikul sebagai Ketua generasi Muda SRM Jabodetabek. Tak mudah merubah pola pikir seseorang akibat cerita dari mulut ke mulut turun ke generasi berikutnya. Namun, saya tak akan lelah untuk terus menyuarakan persatuan di marga Simanjuntak, karena saya yakin bahwa Tuhan akan berpihak pada persatuan dan perdamaian,” kilahnya.

 Acara Bona Taon 2016

odamk

odankenam

Menyinggung tentang acara Bona Taon (buka tahun-red)  SRM 2016, pada Minggu, 17 April 2016, dijelaskan nama Taon adalah bulan tahun, yaitu pengucapan syukur akan semua berkat Tuhan bagi marga Simanjuntak dan tahun sebelumnya. Dan, berpengharapan akan berkat dan bimbingan Tuhan bagi marga Simanjuntak dalam perjalanan hidup di tahun (2016) yang baru ini.

Bona Taon 2016 Pomparan Simanjuntak Raja Marsundung se-Jabodetabek akan diselenggarakan pada Minggu,17 April 2016  mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai bertempat di Gedung Pertemuan Sasana Pakarti, Jalan Duren Tiga Raya Nomer:12, Jakarta Selatan.

Demikian penjelasan Odank Simanjuntak, Panitia Pelaksana GM-SRM Jabodetabek dalam wawancara khusus dengan wartawan BeritaRayaOnline  di Jakarta, Jumat pagi (15/4/2016).

“Acara ini akan didahului dengan ibadah kebaktian, bona taon, pelantikan pengurus, dan diakhiri dengan bakti sosial serta manotor dan hiburan,” katanya.

Khusus acara bakti sosial , peserta atau undangan yang hadir pada acara Bona Taon 2016 Pomparan Simanjuntak Raja Marsundung se-Jabodetabek akan sumbangkan buku tulis kosong, buku bacaan SD (bukan buku pelajaran) dan alat tulis.“Nantinya akan kami sumbangkan ke SD Sukarame Tampahan di Balige, Sumatera Utara,” ujarnya seraya menambahkan bahwa berita ini sekaligus undangan resmi bagi yang bersedia hadir pada Minggu 17 April 2016.( pulo lasman simanjuntak/eykel lasflorest simanjuntak)

Share

72

Tinggalkan Balasan