Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Senja turun di bawah kaki -kaki hujan di sebuah kediaman yang cukup asri ,hening, dan bergeming.

Tampak sosok pemiliknya sedang sedikit sibuk di sudut dapur. Yang mana di tengah kesibukkan berseling aktifitas kesehariannya.

Keseharian seorang Mulyadi RW, setia bergelut dalam rantak kesenirupaan Indonesia.

Beliau kiranya sedang melaksanakan hajatan dalam “Refleksitas Setengah Abad Perjalanan Kreatif” di bidang seni rupa khususnya dunia seni grafis.

Di tengah situasi pandemi  covid-19 tak membuatnya diam menorehkan karya karya grafisnya yang mumpuni.

Selagi kegelisahan jiwa mengenang perjalanan jiwa hajat pun digelarnya. Atelier atau semacam hajat karya yang berangkat dari tempat tinggalnya di bilangan rumah cetak Balekambang di kawasan Condet,Jakarta Timur.
.

Jalinan ekspresitas karya pelukis ini mengedepankan tema- tema dalam baur kerja grafis yang meliputi pada tehnik
Etching,Linografi dan aquatine.

Paparan dialogia sosial yang berangkat dari dalam diri serta merta menghadirkan
Paralelistik yang melahirkan keharmonisan karya untuk menyampaikan jejak apa,siapa,mengapa,dimana,kemana dan kapan karya itu diciptakan.

Sedemikian seorang Yadi,panggilan akrabnya mencipta karyanya untuk bagian tajuk pamerannya.

Pelukis yang boleh dikatakan intens dalam ruang grafis Indonesia ini lebih terbilang otodidak dalam menjalani proses pengkaryaan.

Jenjang akademisinya seolah tak memberikan keleluasan meski ia sendiri mampu menembus apa yang ingin dicapai dalam bidang yang satu ini.

Awal kerjanya di bidang yang ditekuni terekam dari kiat mengerjakan relief mural.

Dimana saat mengerjakan karya ini ia merasakan keasyikkan dalam eksplorasi menyangkut tehnik maupun materialnya.

Di tempat kediamannya ia senantiasa berbagi ilmu pada siapa yang bertandang silaturahmi kreatif hingga saat ini.

Seorang Yadi yang mempunyai bakat masak memasak, menyuguhkan karya- karya yang sedang dipamerkan sejak tanggal 2 Desember 2021 hingga akhir bulan ini, mengatakan bahwa segala yang tertuang gagasannya berawal dari mimpi yang menjadi ekspresi.

Ia yang sejak dari kecil sudah akrab dengan dunia keindahan, dimana sang ayah yang petani dan gemar membaca membekalinya dengan beragam bacaan.

Diantara ratusan karyanya unik kita bisa melihat dan merasakan jejak dan jiwa pelukis di dalamnya.

Semisal pada karya grafisnya yang menampilkan sosok Van Gogh membawa bunga matahari dalam makna hidup yang tersirat.

Sebuah dedikasi dituangkannya.(***)

 

Liputan Berita dan Foto :   Widodo Arumdono/Reporter Seni & Budaya BeritaRayaOnline

Tinggalkan Balasan