Spread the love
Menteri Pertanian Klaim Kepuasan Petani 80 Persen
Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Cinta Damai Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Senin (25/7/2016).

“Sekarang ini, kepuasan petani karena pertumbuhan pertanian mencapai 76 sampai 80 persen. Selama ini saya mengajak seluruh elemen bangsa harus bekerja. Jadi pertumbuhan ekonomi membaik,” ujarnya, Senin (25/7/2016).

Disampaikannya, sejak ia menjadi Menteri Pertanian, bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) meningkat drastis. Awalnya hanya 4000 unit, kini menjadi 80 ribu unit.

“Bantuan Alsintan naik 2.000 persen. Dari 4.000 kini menjadi 80 ribu unit. Ini sekadar mengingatkan juga, untuk Sumut tahun 2014, bantuan itu Rp 457 miliar. Sejak kabinet kerja menjadi Rp1,15 triliun. Naik 100 persen lebih. Tahun 2016, turun sedikit. Kami beri anggaran melihat produksi, menjadi Rp 854 miliar,” terangnya.

Ia pun menegaskan, untuk semua daerah, termasuk Sumut. Jika produksi mengalami penurunan, maka anggaran akan diturunkan kembali. Namun, apabila produksi naik, maka anggaran akan dinaikkan.

“Kalau turun lagi produksi, maka tahun depan anggaran akan kami turunkan lagi,” katanya.

Kurangi Anggaran Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berjanji akan mengurangi anggaran bidang pertanian untuk Pemprov Sumut pada tahun depan apabila tidak mampu mencapai target produksi pertanian tahun 2016.

Amran mengatakan bahwa pengurangan anggaran akan disesuaikan dengan presentasi produksi yang dicapai Pemprov Sumut.

“Kalau Pemprov Sumut mencapai target produksi padi, jagung, dan kedelai pada tahun ini maka anggaran akan kita tambah tahun depan. Tapi sebaliknya, kalau tidak mencapai target yang kita sepakati, maka akan kita kurangi anggaran itu. Kalau berapa yang akan dikurangi itu rahasia, yang jelas sesuai presentasinya,” ujar Amran saat ditemui usai membuka rapat koordinasi pangan Provinsi Sumut di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Senin (25/7/2016).

Menurut Andi, kebijakan tersebut dilakukan demi mendukung pencapaian target produksi pertanian nasional. Selain itu, pemberian reward and punishment tersebut juga dilakukan untuk mengubah pola tanam demi menghindari masa paceklik produksi yang biasa terjadi pada Bulan Desember hingga Februari.

“Tahun lalu produksi padi dalam setahun hanya 500 ribu ton, makanya tahun ini ditarget harus mencapai dua kali lipat, yakni 1 juta hingga 1,2 juta ton,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengakui bahwa Sumut mengalami penurunan peringkat lumbung pangan nasional. Jika pada tahun 2014 Sumut berada di posisi kelima, maka pada tahun 2015 lalu Sumut digeser Sumsel ke peringkat keenam nasional.

“Kita harap pemerintah kabupaten dan kota juga harus menjadikan ini prioritas. Jangan hanya meminta tambahan anggaran saja,” ujarnya.

Pada tahun 2016, Sumut mendapat anggaran pertanian senilai Rp 519 miliar yang bersumber dari APBN. Berdasarkan Peraturan Daerah Sumut Nomor 3 tahun 2015, terdapat 433.464, 63 hektar lahan pertanian yang dilindungi. Lahan tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 398.913,22 hektar dan lahan cadangan seluas 34.551,41 hektar. (tribunmedan.com/bro-1)

EditorĀ  : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan