Spread the love

20160404_120531Pangkep,BeritaRayaOnline,-Implementasi kebijakan pembangunan pertanian dengan fokus pada peningkatan produksi pangan strategis yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi dapat terlihat dari perubahan regulasi berorientasi kepada hasil nyata untuk masyarakat.
Selain perbaikan infrastruktur, gerak langkah percepatan ke arah swasembada pangan dibuktikan dengan penyelesaian solusi dari masalah yang ada di lapangan.

Hal ini terlihat jelas ketika Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan road-show kunjungan kerjanya kali ini yang terbilang cukup panjang, di hari pertama kunjungan kerja Mentan di Sulawesi Selatan kali ini berkesempatan menuju Desa Bontolangkasa, kecamatan Mitasate’ne, kabupaten Pangkep, Senin (04/04/2016).

20160404_083156
Di lokasi tersebut Mentan secara langsung menyaksikan panen padi dengan menggunakan mesin panen combine harvester. Produktivitas padi ryang dihasilkan secara rata-rata di Pangkep adalah sebesar 8 ton per Ha, angka ini adalah diatas rata-rata produksi nasional.

“Produksinya naik dua kali lipat, dari empat ton menjadi delapan ton per hektar, tinggal bagaimana kita membeli dengan harga yang wajar,” kata Mentan.
Pada kesempatan tersebut Mentan Andi Amran Sulaiman minta kepada Bulog untuk segera menyerap gabah dari petani di Pangkep.

“Bulog tadi membeli harga empat ribu, itu sudah harga yang wajar, petani sudah untung, tapi jangan diutak-utik, kita menjaga harga jangan sampai jatuh,” jelas Mentan Andi Amran Sulaiman.

20160404_081747
Jika sinergi penyerapan tersebut untuk tahun ini berhasil sebesar 60.000 ton, Mentan menjanjikan akan memberikan bantuan tambahan 10.000 ha benih unggul untuk daerah tersebut.
Di acara tersebut Mentan memberikan bantuan benih jagung sebanyak 100 Kg varietas Bima19. Untuk tahun 2016 Mentan mengisyaratkan jika analisa sudah baik dan tersedia lahan untuk tanam jagung sebanyak 2.500 ha, maka diinstruksikan untuk memaksimalkan penanamannya.
Selain itu, dari 55 unit hand traktor bantuan dari Kementan yang diberikan untuk Pangkep, Mentan memberikan instruksi bantuan tambahan sebanyak 20 unit hand traktor, begitu juga untuk combine harvester ditambah 5 unit, transplanter 3 unit dan 1 buah eskavator.
Kepada penyuluh yang hadir pada kegiatan tersebut, Mentan mengharapkan dapat melakukan Serap Gabah sebanyak 3.000 ton untuk masing-masing penyuluh.

Terdapat dua orang penyuluh laki-laki bernama Muhammad Yusuf dan Sabrin yang menjanjikan setapan Gabah masing masing sebanyak 10.000 ton dan dua orang PPL wanita yang masing-masing menjanjikan serapan gabah sebanyak 5.000 ton.
Mentan di Wajo

Program Panen dan Serap Gabah Petani (Sergab) merupakan satu upaya antisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen raya. Didukung dengan upaya distribusi pasokan yang stabil di tiap wilayah adalah cara yang efektif untuk menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen.

Hal tersebut terungkap saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, hadir secara langsung pada panen dan Serap Gabah  (Sergab) petani yang dilakukan di Fesa Tonralipu, kecamatan Tansitolo, kabupaten Wajo,  Sulawesi Selatan,Senin (04/4/2016).
Di lokasi ini Mentan juga meninjau secara langsung panen padi menggunakan alat mesin pertanian combine harvester.

Sinergi kuat antara TNI, Pemerintah Daerah dan Bulog bekerjasama menggerakan aparat, penyuluh dan petani di lapangan untuk menyukseskan target pemerintah swasembada padi, jagung kedelai.
Pada musim gadu ini, Wajo memiliki luasan 52.000 ha, dan yg belum dipanen sekitar 35.000 ha.

Dari keadaan tersebut Mentan meminta dari segenap stakeholder yang hadir, hasil panen di Wajo dapat terserap sebanyak 200.000 ton gabah, dan jika hal tersebut terealisasi Mentan akan akan memberikan hadiah 30.000 ha benih untuk Wajo.
Lebih lanjut Mentan menginstruksikan kepada Kadivre Bulog setempat untuk menyerap gabah. “Kadivre, di kabupaten Wajo, jangan sampai menyerap gabah kurang dari harga 3.700 rupiah, itu perintah,” pinta .Mentan.
Mentan mengungkapkan, pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat petani untuk memberikan kesejahteraan terhadap petani dengan melakukan Serap gabah.

“Kedaulatan pangan adalah ketahanan negara. Kalau petani miskin, negara lemah, kalau petani untung bangsa bisa maju,” kata Mentan.
Di Wajo terdapat tenaga THL sebanyak 22 orang dan PPL sebanyak 141 orang, dan Kepada THL dan penyuluh yang hadir pada kegiatan tersebut, Mentan mengharapkan dapat melakukan Serap Gabah sebanyak 5.000 ton untuk masing-masing penyuluh.

Serap Jagung di Bone
Melanjutkan tawafnya dibeberapa kabupaten hari ini di Sulawesi Selatan, usai mengunjungi kabupaten Pangkep dan Wajo melakukan panen dan Serap Gabah Petani, kali ini Menteri Pertanian berkesempatan untuk melakukan panen jagung bersama Gubenur dan Pangdam VII Wirabuana di Desa Benteng Tellue, kecamatan Amali, kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,Senin (04/4/2016).
Rangkaian kunjungan kerja Mentan di Bone ini dilaksanakan dalam upaya memantau secara langsung produksi jagung di kabupaten tersebut dan mengamankan harga komoditas petani usai melakukan Panen.
Perhitungan secara nasional, produktivitas jagung dari tahun ke tahun mengalami angka peningkatan.

Berdasarkan Angka Sementara BPS produksi jagung Nasional tahun 2015 sebesar 19,61 juta ton, mengalami peningkatan sebesar 3,17% atau lebih tinggi 0,61 juta ton dibanding produksi tahun 2014 sebesar 19 juta ton.
Di tahun 2016, Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi jagung naik menjadi 24 juta ton atau diharapkan meningkat sebesar 8,8%. Antisipasi turunnya harga komoditas dilakukan dengan upaya pemerintah dengan melakukan penyerapan hasil panen secara cepat.
Target tanam jagung dari kabupaten Bone adalah sebesar 45 ribu, dan tahun 2016 telah terealisasi serapan 60 ribu hektar. Untuk kecamatan Amalli terdapat 6 ribu Ha jagung dan ini Amalli merupakan salah satu kecamatan sentra jagung untuk Bone, sedangkan di Desa Benteng Tellue sendiri memiliki 600 ha berpotensi pada komoditas jagung.
Bone sendiri memiliki produktivitas mencapai 13,14 ton jagung kering panen per hektar jagung.
Masalah yang dihadapi dari masyarakat di Bone ini adalah ketika masa panen raya seperti ini adalah harga yang turun sampai dengan Rp. 2.000 per kg, jauh dari titik umtung yang diharapkan oleh petani jagung.
Untuk itu Mentan memberikan jalan keluar dengan kebijakan dilapangan dengan menginstruksikan agar Bulog melakukan serapan dengan harga yang menguntungkan bagi petani jagung.

“Mengenai harga yang ada di Bone, diskusi dengan direktur Bulog, untuk jagung kami minta dengan harga 2.700, dan meminta, semua hasil di Bone utk di serap dan disimpan,” berikut disampaikan Mentan.
Pada acara tersebut Mentan berkesempatan untuk memberikan bantuan hand-traktor sebanyak 275 unit, pompa air sebanyak 55 unit, transplanter 36 unit, benih jagung hibrida sebanyak 1,5 ton, dan kedelai sebanyak 1 ton.(***/press release humas kementerian pertanian/lasman simanjuntak)

Tinggalkan Balasan