Spread the love
20160612_061311Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan gedung bekas klinik kesehatan Kementan di Pasar Minggu akan digunakan sebagai Pusat Pengendalian Toko Tani Indonesia (TTI).

“Kami akan memanfaatkan gedung bekas klinik ini sebagai Pusdal TTI di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan ke pasar murah Toko Tani Indonesia di halaman Kantor Hortikultura di Pasar Minggu dan Jalan Gotong Royong,Cipete,  Blok A,Jakarta Selatan , Minggu  pagi (12/6/2016).

20160612_072105Menteri Pertanian Amran dalam sidak itu didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Gardjito serta Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop I Wayan Dipta..

Menurut dia, Toko Tani Indonesia (TTI) bisa mendapat harga daging dari feedlotter Rp 35.000/ kg daging hidup, sehingga bisa menjual ke masyarakat di bawah Rp 75.000/kg.

“Karena bisa mendapat daging langsung dari feedlotter, maka TTI bisa melalui rantai pasok yang lebih pendek, sehingga kami bisa menjual daging di bawah Rp 75.000,” kata Amran.

20160612_070000Menurut Amran, kini jumlah TTI di seluruh Indonesia sudah mencapai 700 unit, yang digandengkan dengan koperasi, Arta Graha Peduli, Charoen Phokphand, Jafpa Comfeed, Bimoli dan lainnya , sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan dengan harga yang lebih rendah.

“Artha Graha Peduli saja membuka TTI sebanyak 3.800 unit di seluruh Indonesia,” tambahnya.

20160612_065608“Dengan jangkauan pasar yang lebih luas, kita bisa memotong rantai pasok, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang lebih murah,” katanya.

Menurut Amran, untuk memotong rantai pasok tersebut pihaknya menyediakan sedikitnya 1.000 ton daging untuk DKI Jakarta dan daerah penyangganya.

“Untuk menurunkan harga daging tersebut tentu saja memerlukan waktu. Tidak bisa seperti makan cabai langsung terasa pedas,” katanya.

Operasi pasar ini merupakan tindak lanjut atas rapat koordinasi Jumat lalu di Kementerian Pertanian.

“Jadi ini operasi pasar kita lakukan besar-besaran. Kita buka seluruh titik di Indonesia ada 4.000 setiap hari. Solusi jangka pendek adalah operasi besar-besaran untuk menghadapi Idul Fitri. Jangka panjang toko tani Indonesia memotong rantai pasok,” ujar Amran.

Mentan menjelaskan persoalan pangan tidak bisa diselesaikan hanya Kementerian Pertanian saja tapi juga Kementerian-Kementerian lain terkait.

“Kita ini sinergi, egoisme sektoral kita hilangkan, jadi ini soal pangan tidak bisa selesai hanya dengan satu kementerian saja, kementan, kemenperin, kemendag, kemenkop ini satu kesatuan gak bisa dipisah,” tambah Amran.

Dalam operasi pasar ini, tim stabilisasi harga pangan menjual berbagai aneka komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, daging sapi, bawang merah, dan daging ayam dan juga paket sembako yang bekerja sama dengan Artha Graha Peduli.

Harga yang dipasarkan dalam operasi pasar ini tergolong lebih rendah dibandingkan harga yang ada dipasaran, seperti daging sapi dijual dengan harga Rp 75.000 per kilogram, daging ayam Rp 30.000 sampai dengan Rp 30.500 per kilogram, bawang merah Rp 23.000 per kilogram, cabai merah Rp 18.000 per kilogram dan minyak goreng dilepas Rp 11.000 per liter. (***/Bro-1)

Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan