Spread the love
 Pedagang melayani pembeli di toko Sembako pada salah satu pasar tradisional, Jakarta.
Pedagang melayani pembeli di toko Sembako pada salah satu pasar tradisional, Jakarta.

Jakarta,BeritaRayaOnline,– Menteri Pertanian (Mentan)  Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi-lokasi Operasi Pasar (OP) pangan di kawasan Pasar Bendungan Hilir, Minggu (5/6/2016). Amran datang pada sore hari sekitar pukul 15.20 WIB dan langsung meninjau kegiatan OP. Ia juga sempat membagi-bagikan pangan-pangan murah kepada masyarakat yang membawa anak kecil.

Amran mengaku lega karena sejumlah industri pangan mau bersukarela bekerja sama mengupayakan agenda penurunan harga dengan menjual pangan murah. Namun, disinggung soal harga pangan di pasar umum yang belum bergerak turun, Amran menyebut upaya penurunan harga berproses.

“Ini bukan seperti main sulap-sulapan, semua berproses, yang penting kita sudah memulai, sudah ada niat baik dan pasti akan terjadi penurunan harga,” katanya.

Ia juga senang mendengar para pedangang pelaku OP yang mengaku masih mendapatkan untung dari penjualan daging sapi Rp 75 ribu per kilogram. Di mana untuk penjualan daging sapi beku, pedagang masih bisa mengambil untung Rp 5 ribu per kilogram.

Ia juga menyebut, tidak ada perbedaan signifikan antara daging beku dan daging segar. Sebab yang penting adalah asupan protein yang dikandung daging. Malahan, lanjut Amran, kambing dan ayam pun memiliki kandungan protein tinggi sehingga jangan disepelekan. “Saya juga ajak masyarakat, mari makan ikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementan menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo dalam menurunkan harga daging sapi menjadi Rp 80 ribu per kilogram sebelum lebaran dengan sejumlah strategi. Di antaranya yakni membangun kerja sama antarindustri daging dalam negeri dengan negara pemasok yakni Australia.

Stabilkan Harga Pangan

mentanPemerintah tengah gencar untuk bisa menstabilkan harga pangan, khususnya menjelang puasa, saat puasa, hingga lebaran nanti. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meminta kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan Operasi Pasar (OP) secara besar-besaran hingga H+6 Lebaran. Bahkan, hingga mencapai Desember 2016.

“Alhamdulillah kami terimakasih, ada banyak pihak yang OP atau pasar murah. Dalam 2 minggu terakhir ini saya kunjungi beberapa perusahaan seperti Bimoli, Filma, Charoon Phokpan, Artha Graha, kami minta operasi pasar secara besar-besaran. Saya minta OP dilakukan tidak hanya sampai H+6 Lebaran tapi sampai Desember,” ujar Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman saat meninjau pasar murah di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (5/6/2016).

Amran mengaku heran jika ada harga minyak goreng saat ini masih tinggi. Padahal, kata dia, stok minyak goreng saat ini mencapai 1,6 juta ton sementara kebutuhan hanya 400.000 ton.

“Ayam, kita stoknya 2 kali lipat tapi tetap naik. Minyak goreng itu 1,6 juta ton stok Juni, kebutuhan hanya 400 ribu ton, tapi tetap naik jadi saya minta OP besar-besaran,” tegas dia.

Selain itu, harga daging sapi juga masih mahal padahal sudah ada pasokan dari beberapa sentra produksi seperti dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Melihat mahalnya harga daging sapi, pihaknya melakukan OP. Alhasil, harga daging bisa ditekan Rp 75.000/kg.

“Yang penting kita sudah memulai, dulu banyak yang nggak percaya daging lokal bisa di bawah Rp 85.000/kg. Sekarang sudah ada daging dari NTT yang diangkut dari kapal, walaupun cuma 2 kali dalam sebulan yang penting itu sudah lancar. Kemudian Bulog jual daging Rp 80.000, artinya kami menjual di angka rendah walaupun belum skala luas,” katanya.

Untung nggak?

“Untung. Untungnya Rp 5.000/kg, kalau nggak untung nggak sustain donk,” ucap dia.

Contoh lain adalah bawang. Bulan Juni dan Juli merupakan waktu panen bawang sehingga dipastikan harganya akan stabil.

“Contohnya bawang, Juni dan Juli sudah mulai panen, di petani harganya Rp 15.000/kg dan pasti itu akan terus,” katanya.

(***/sumber berita/foto/republika.co.id/detik.com/5/6/2016/lasman)

Editor   : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan