Spread the love

taniduaJakarta,BeritaRayaOnline,-“Kami ajak investor dari lima negara sahabat yakni Libya, Spanyol, Argentina, Iran, dan Sri Lanka untuk melakukan investasi di gula, perkebunan, jagung, dan peternakan.Bahkan pengusaha dari negara Libya mengajak kami untuk bertemu khusus. Mereka sangat meng-apresiasi tim khusus pangan yang dibentuk Kementerian Pertanian,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada reporter RRI dan BeritaRayaOnline usai makan siang bersama wartawan di Kantin Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa siang (24/5/2016).

Sebelumnya pada Selasa pagi (24/5/2016), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan bilateral dengan lima duta besar negara sahabat (Libya, Spanyol, Argentina, Iran, dan sri Lanka). Pertemuan ini membahas beberapa isu penting berupa upaya-upaya penguatan kerjasama pertanian, perdagangan komoditas pertanian dan investasi. Upaya penguatan kerjasama dengan negara sahabat telah dilakukan melalui pembahasan kesepakatan dalam bentuk agreement dan Mou sebagai payung hukum kerjasama yang mengikat para pihak.

Pada kesempatan itu Mentan juga memaparkan tentang impor yang terus menurun, misalnya jagung pada April 2016 impor hanya 50 %.Para duta besar lima negara sahabat ini sangat apresiasi pada komoditas bawang merah yang ekspor tahun ini meningkat 100 %.

“Kami mau melakukan pertukaran  mekanisasi pertanian untuk swasembada pangan. Mereka (lima negara sahabat-red) juga akan belajar mekanisasi pertanian. Bahkan negara Iran akan mempelajari dari negara kita bagaimana menggunakan irigasi yang baik karena di negara mereka pertanian sangat kurang air untuk irigasinya,” katanya.

Sementara dari bidang Peternakan, Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan Spanyol punya semen beku, tingkat keberhasilan di atas 92 %, dan minta untuk bisa dikembangkan di Indonesia.

“Saat ini stok semen beku 8 juta. Semen beku bisa ditingkatkan produksi dua kali lipat dibandingkan sapi lokal. Sapi betina 4 juta ekor di seluruh Indonesia. Kalau ini berhasil sangat baik untuk peternakan sapi di Indonesia,” ujarnya.

Spanyol dan Argentina , lanjut Mentan, sangat mendukung terhadap sawit (CPO) kita seperti yang sudah dijelaskan kepada Mentan dari Jerman dan Denmark.

tani“Minggu depan saya akan bertemu Mentan Denmark di Cina. Black campaign bisa dikurangi. Jangan kita hanya fokus pada isyu lingkungan saja, orang utan juga menjadi perhatian dunia.Namun ini ada 30 juta orang yang hidup di sekitar perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.

Kalau harga CPO turun terus , dan 30 juta orang tak bisa dikendalikan, mereka akan mencari alternatif pekerjaan yaitu mereka akan masuk ke hutan, dan merusaknya.

“Jerman, Denmark, dan Argentina setuju ketika saya jelaskan masalah ini. Mentan Jerman, Spanyol, Denmark, dan Argentina akan berjalan bersama. Ada 6 Mentan dari enam negara yang akan bertemu minggu depan di Cina,” katanya.

Sementara dalam siaran pers mengenai bilateral meeting Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan duta besar negara sahabat (Libya, Spanyol, Argentina, Iran, dan Sri Lanka) menyebutkan khusus untuk Iran dan Argentina dimana telah memiliki payung hukum kerjasama berupa Mou, Mentan mendorong agar segera dilakukan langkah yang lebih konkret sebagai bentuk realisasi bagi penguatan kerjasama di bidang pertanian.

Di sektor perdagangan komoditas pertanian dengan mengkedepankan regulasi dan kebijakan yang berlaku dalam rangka menjaga keamanan pangan masing-masing negara, Mentan mengharapkan agar produk-produk pertanian Indonesia dapat diberikan kemudahan untuk masuk dan diperkenankan di pasar negara mitra agar dapat diterima oleh masyarakat setempat. Mentan juga mengundang investor negara mitra untuk berinvestasi dibeberapa strategis komoditas pertanian Indonesia seperti perkebunan, peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura. (lasman simanjuntak)

Tinggalkan Balasan