Spread the love
mentancakeepppDuren Sawit, BeritaRayaOnline,-” Coba sini para wartawan. Tolong dicatat ini. Harga daging sapi di pasar-pasar tradisional sudah mulai turun dari Rp 130 ribu/kg menjadi Rp 105 ribu/kg. Insya Allah sebelum lebaran seperti yang disepakati pemerintah harga daging sapi bisa turun hingga Rp 80 ribu/kg, ” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Kapolsek Duren Sawit Kompol (Pol) Yudho H usai melihat Toko Tani Indonesia (TTI) yang menjual daging sapi beku Rp 70 ribu/kg di halaman Kantor Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat pagi (17/6/2016), langsung menghampiri para wartawan setelah wartawan BeritaRayaOnline  memberitahu berdasarkan pengamatan di lapangan sampai hari ini harga daging sapi di beberapa pasar tradisionil Jakarta Selatan dan Kota Tangerang Selatan  telah turun Rp 10 ribu/kg sampai Rp 20 ribu/kg.
“Kalau harga daging sapi di pasar tradisionil mulai bergerak turun, para wartawan tulis dong beritanya. Ini memang persoalan bertahun-tahun, tak bisa selesai dalam waktu sehari.Kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) adalah solusi jangka menengah, sedangkan jangka panjang yaitu memotong rantai pasok,” ujarnya.
Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran terus dilakukan. Tak hanya menggandeng sejumlah importir, Kementan juga merangkul berencana mengandeng pedagang pasar. Hal itu dilakukan agar pedagang pasar tak merasa diabaikan karena adanya operasi pasar daging sapi murah yang dilakukan secara besar-besaran.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman disela-sela meninjau kegiatan operasi pasar di Toko Tani Indonesia (TTI) Center di  Pasar Minggu Jakarta Selatan, Jumat  pagi (17/06), mengatakan, bagi pedagang pasar yang ingin dilibatkan dalam TTI diwajibkan untuk mendaftarkan ke koperasi.

“Sehingga tak ada lagi anggapan adanya persaingan antara pedagang pasar dan pemerintah. Pihaknya pun tak ada niat menurunkan harga pasaran daging sapi dengan adanya operasi pasar di sejumlah titik ini,”kilahnya.

“Kami sebagai pemerintah ingin merangkul semua, baik itu importir dan pedagang lokal. Semua itu kami lakukan untuk kepentingan rakyat juga. Jadi para pedagang lokal jangan lagi punya anggapan merugi karena adanya operasi pasar daging murah ini,” ujarnya.

Importir Gelontorkan Stok Daging

mentanDalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi  Amran Sulaimanjuga menyempatkan diri berkunjung ke PT Indoguna Utama, Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar harga daging sapi bisa turun menjadi Rp80.000 per kilogram sesuai dengan Instruksi Presiden Jokowi. Dalam kunjungan itu, Amran meminta pihak importir mau menggelontorkan stok daging sapinya untuk operasi pasar.

“Kunjungan kami kali ini sebagai apresiasi dan langkah tindak lanjut kerjasama kami dengan pihak importir untuk menstabilkan harga daging sapi dipasaran. Daging beku yang akan disebar di sejumlah titik di wilayah Jakarta ini dijual seharga Rp70.000 per kg. Hal itu sudah sesuai dengan instruksi bapak presiden dan masyarakat pun bisa menikmati daging dengan harga murah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indoguna Utama, Effendi menambahkan, pihaknya ikut berpartisipasi menstabilkan harga daging sapi di pasaran dengan mengeluarkan stok daging sapi beku sebanyak 1.000 ton. Jumlah itu setara dengan 5.700 ekor sapi.

“Kami menyakini, langkah ini bisa mempengaruhi harga daging sapi dipasaran dalam dua minggu ke depan. Kami menjual daging sapi beku dengan harga Rp70.000 ini kami pun tak mendapatkan keuntungan sama sekali. Kami lakukan ini karena kami ingin membantu pemerintah,” paparnya.

Dijelaskan, pihaknya akan menggelar operasi pasar di 30 titik untuk di Jabodetabek. Untuk saat ini baru ada 6 titik, di antaranya 1 di Jakarta Timur dan 5 di Tangerang. Untuk setiap titiknya distok 2-3 ton daging sapi beku. Untuk menjual daging sapi beku tersebut, pihaknya bekerjasama dengan instansi pemerintahan, seperti kepolisian dan kantor dinas. Sehingga tak menyalahi peraturan yang ada.

“Kami berharap kerjasama ini bisa dilakukan seterusnya hingga harga daging sapi dipasaran turun. Adapun alasan kami mengandeng instansi pemerintahan, karena kami tak mau disalahkan dengan aturan yang ada. Kalau pun sudah dicabut oleh Mentan, itu pun hanya secara lisan. Karena daging yang kami jual adalah untuk industri dan bukan untuk konsumsi,” paparnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman  juga sudah melakukan kunjungan ke PT Suri Nusantaras Jaya, Bekasi, Kamis (16/06/2016). Dalam kunjungan itu, Amran sempat terkejut dengan spanduk Perum Bulog yang menjual daging sapi beku seharga Rp85.000 per kg. Hal itu tidak sesuai dengan instruksi presiden. Spanduk itu menunjukan visi daging sapi murah tidak berwujud.

“Biarkan masyarakat yang memilih. Kemungkinan saat itu Bulog beli dengan harga yang mahal. Asalkan jangan Bulog jual di atas Rp90.000. Namun saat ini sudah dikondisikan semua harganya sama, yaitu dibawah Rp80.000 per kg,” pungkas Amran.

Metan Izinkan Importir Lepas Daging ke Pasar
Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Toko Daging Nusantara yang dikelola Bulog di Kranggan, Pondok Gede, Bekasi Selatan, Kamis (16/6/2016). Di Toko Daging Nusantara ini Bulog menjual daging sapi berkualitas Rp 85 ribu/kg. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Toko Daging Nusantara yang dikelola Bulog di Kranggan, Pondok Gede, Bekasi Selatan, Kamis (16/6/2016). Di Toko Daging Nusantara ini Bulog menjual daging sapi berkualitas Rp 85 ribu/kg. (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Perusahaan importir daging PT Indoguna Utama mengaku khawatir bila ditugaskan menjual daging untuk dilepas langsung ke pasar tanpa melalui operasi pasar. Pasalnya, belum ada kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa importir bisa jual dagingnya di pasar langsung.

Direktur Utama PT Indoguna Utama Juard Effendy mengatakan, secara lisan memang Menteri Pertanian Andi Amran mengizinkan importir melepas dagingnya ke pasar, tapi secara regulasi belum ada.

“Ini kan belum dicabut secara resmi larangannya. Kemarin hanya secara lisan dan kami enggak mau kalau menjual ke pasar itu malah melanggar,”ujarnya di PT Indoguna Utama, Jakarta, Jumat (17/6/2016).

“Secara lisan memang belum dicbut, makanya saat ini kita disuruh jual melalui OP saja. Tentu kita tidak ingin menjadi korban bila kita melepas langsung ke pasar. Kita lakukan penjualan daging yang ada di OP Kantor Dinas, OP Kantor Polisi, dan lainnya ada 30 titik yang akan kita jual,”tandasnya.

Terkait pelanggaran aturan, sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, regulasi akan dibuat sama konsepnya seperti Permentan Unggas. Di mana akan dilakukan pembahasan terlebih dulu bersama asosiasi peternak kecil, sedang, besar, dan Kementerian Pertanian sebagai regulator, kemudian dibuatkan sebuah regulasinya.

“Jadi nanti dibentuk tim importir kemudian pemerintah ikut sama-sama melihat menelaah, meninjau kembali regulasi yang sudah ada oleh Dirjen, Sekjen, dan Direktur,” ujar Amran.

Stok Pangan Aman

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan yang dijual di Toko Tani Indonesia (TTI) dalam kondisi aman.

“Stok bahan pangan yang dijual di TTI Center ini cukup banyak, jadi jangan takut kekurangan barang,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, di TTI Center, Jumat (17/6/2016).

Dikatakannya, sebanyak 1000 titik Toko Tani Indonesia (TTI) akan di sebar di seluruh Indonesia, agar harga kebutuhan pokok terutama di bulan Ramadhan tidak mengalami lonjakan, bahkan program ini akan terus berjalan agar harga kebutuhan pokok tersebut stabil.

Andre (33), pedagang bawang putih di TTI Center mengakui bahwa hingga saat ini stok bawang putih yang dijual di TTI sangat cukup.

“Stok kami cukup banyak mas, jangan takut ada kekurangan stok bawang putih,”  katanya.

Ia hanya berharap agar para pembeli bisa mengikuti prosedur yang ada. “Kami berharap para pembeli tertib, ikut barisan dan jangan saling menerobos, stok bawang cukup banyak,” ujarnya.

Tinjau Regulasi Terkait Daging

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan akan meninjau kembali regulasi regulasi terkait impor daging sapi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan  daging sapi beku impor seharusnya tidak hanya dijual ke industri melainkan akan langsung dijual ke pasaran.

“Kita rapat bersama. Jadi pemerintah melihat, menelaah dan meninjau kembali regulasi yang sudah ada,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Jika meninjau Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) no 139 tahun 2014, daging sapi impor hanya bisa untuk industri hotel, restoran, dan catering (horeka) atau industri daging, tidak untuk jual lepas ke pasar.

“Itu yang kita tinjau kembali dan kami minta secepatnya selesai,” jelasnya.

“Intinya bagaimana peternak tetap kita lindungi, pengusaha juga untung, tetapi masyarakat juga menikmati daging,” tambah Mentan.

Mentan menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan dengan para importir daging sapi, impor siap dikeluarkan dalam dua minggu ini sebanyak 6.110 ton ke Toko Tani Indonesia (TTI) dan pasar tradisional.

Sementara itu, Menteri Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 37 Tahun 2016 yang memperbolehkan daging sapi beku asal impor dijual di pasar yang memiliki sarana dan prasarana pendingin yang memadai.Permendag Nomor 37 Tahun 2016 tersebut menggantikan Permendag No 5 Tahun 2016. (**/dari berbagai sumber/bro-1)

Fotografer by           : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Editor                        : Pulo Lasman Simanjuntak

 

 

Tinggalkan Balasan