Spread the love
????????????????????????????????????

Padang, BeritaRayaOnline,- Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyung, Sumatera Barat, memberikan gelar “Sangsako Adat” kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pemberian gelar itu karena perhatian terhadap adat dan budaya Minangkabau, serta memiliki integritas dan konsisten di bidangnya.

Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qorror, Sultan M. Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam mengatakan, gelar sangsako adat akan diberikan kepada Andi Amran Sulaiman setelah diputuskan dalam rapat Lembaga Tertinggi Pucuk Adat Alam Minagkabau yang terdiri dari ratusan kerajaan Sapiah Balahan, Kuduangkaratan, Kapakradai dan Timbangpacahan yang terdapat di nusantara dan negara tetangga.

Pewaris Kerajaan Pagaruyung ini menjelaskan pemberian gelar kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman karena ia masih keturunan keluarga besar Kerajaan Bone, Sulawesi Selatan.

“Antara Kerajaan Pagaruyung dan Kerajaan Bone sudah terjalin hubungan yang sangat erat, ditandai dengan kedatangan Raja Bone Arumpone Arung Palakka atau dikenal juga dengan Paduka Sri Sultan Saaddudin ke Kerajaan Minangkabau di Pagaruyung pada abad XVI,” ujarnya di Istano Silinduang Bulan Pagaruyung, Tanah Datar, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/5/2016).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima Gelar Sangsako Adat Minang

Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima Gelar Sangsako Adat Minang

Saat akan kembali ke Bone, Raja Kerajaan Pagaruyung saat itu Sultan Ahmadsyah memberikan hadiah Payung Panji Kebesaran berwarna kuning emas kepada Raja Bone. Payung Panji itu masih tersimpan di Pendopo Istana Bone sampai sekarang.

Di samping itu, Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) dan Yayasan Persaudaraan Raja-Raja dan Sultan Nusantara (Yarasutra), juga mengusulkan agar memberikan gelar kehormatan kepada Mentan Amran Sulaiman.

Selain Amran, empat orang penerima gelar sangsako adat lainnya adalah Gatot Kustyadi (Direktur PT Semen Indonesia), Anton Yondra (Ketua DPRD Tanah Datar), Letkol Arm Bagus Tri Kuntjoro (Dandim 0307 Tanah Datar, dan AKBP Irfa Asrul Hanafi (Kapolres Tanah Datar).

Gala Sangsako merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang berjasa, berprestasi yang mengharumkan Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara serta bermanfaat bagi warga Minangkabau. Yang berhak memberi gelar sangsako adalah limbago adat Pucuak Adat Kerajaan Pagaruyuang, Pucuak Adat Kerajaan sapiah balahan dan datuak/pangulu kaum.

Gala Sangsako hanya boleh dipakai si penerima penghargaan, tidak dapat diturunkan kepada anak atau keponakan. “Apabila yang menerima meninggal dunia, gala kembali kedalam aluang petibunian. Dalam istilah adat disebut sahabih kuciang sahabih ngeong artinya kalau kucingnya habis (mati) maka tidak akan mengeong lagi,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Menteri Andi Amran Sulaiman mengaku gelar ini berat baginya karena harus menjaga lingkungan bumi. Namun dirinya siap mengembannya melalui bidang yang digelutinya yaitu pertanian. Selain itu, dirinya juga meminta para Raja yang ada di nusantara ini untuk turut membantu pertanian demi kedaulatan pangan di dalam negeri.

“Ini berat bagi saya, namun saya bangga dan berterima kasih telah mendapatkan penganugerahan ini. Dan saya ingin mengajak raja-raja yang ada di nusantara ini untuk turut memajukan pertanian demi rakyat semua karena itulah seharusnya sikap yang harus dilakukan para raja, yaitu memakmurkan rakyatnya,” ujar Mentan.

Dalam acara penganugerahan yang dihadiri raja-raja nusantara ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memang diamanahkan untuk mengelola lahan-lahan milik para raja yang luasnya bila ditotal lebih dari 2 juta hektar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman diminta untuk memanfaatkan lahan-lahan tersebut agar juga bermanfaat bagi rakyat masing-masing karena selama ini banyak lahan-lahan itu dianggap terbengkalai.

“Masing-masing raja punya lahan yang luas, dan kami siap bekerja sama dengan mereka. Pemerintah akan memberikan bantuan gratis baik itu benih, alsintan, maupun irigasi agar dapat dimanfaatkan oleh rakyat,” pungkas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Beberapa tokoh nasional yang sudah diberikan gelar sangsako adat seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Megawati, Soesilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Zulkifli Nurdin, Alex Nurdin, Syahrial Oesman, Anwar Nasution, Syamsul Maarif, Irman Gusman, Dwi Soecipto, Hasan Basri, dan Irwan Prayitno.(**/sumber berita/foto/pertaniantoday.com/29/5/2016/lasman)

Editor   : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan