Spread the love
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbincang santai mengenai impor daging dan jeroan di lobby Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat sore ,15/7/2016.(Foto: Makmur Hutagalung/Humas Kementan/BeritaRayaOnline
Teks Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbincang santai mengenai impor daging dan jeroan di lobby Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat sore ,15/7/2016.(Foto: Makmur Hutagalung/Humas Kementan/BeritaRayaOnline

Surabaya,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dengan tegas impor jeroan bukan berarti kita hanya ingin mencari pembenaran kekurangan stok daging di masyarakat. Mentan justru melihat ada kekeliruan yang selama ini terjadi dan harus diperbaiki.

Kita dapat melihat selama ini daging beku “Prozen Meat” dilarang masuk ke pasar becek (pasar tradisional) .

“Namun dalam beberapa pekan sebelum Idul Fitri, kita memasukkan daging beku impor dengan harga Rp. 70.000/kg.Masyarakat juga meminatinya dan akan terus menerus dilakukan bekerjasama dengan importir daging, para pedagang juga berminat dan mau menjualnya lantas apa yang salah “,ujar Mentan.

Kita akan lihat nanti masyarakat memilih yang dibutuhkan daging segar memang saat ini diminati masyarakat dan kita tidak bisa menyalahkannya karena sudah menjadi bagian budaya hampir diseluruh masyarakat Indonesia bahwa daging yang berkualitas adalah daging yang baru disembeli dan langsung dimasak.

“Kita akan sosialisasikan daging beku juga sangat berkualitas bahkan Restoran terkenal dan hotel-hotel berbintang juga memakai daging beku sebagai bahan utama kulinernya. Kandungan Protein daging beku dan daging segar tidak berbeda ,malahan daging beku sudah melewati proses pelayuan atau pengeringan kandungan cairan dan darah sebelum masuk proses pembekuan jadi sangat berkualitas ,”tegas Mentan.

Media harus bantu sosialisasikan hal yang baik kepada masyarakat. Soal perbedaan harga yang begitu jauh antara daging segar dan daging beku.Kita nanti bisa buktikan bila masyarakat sudah mulai paham pasti akan memilih daging yang lebih murah dan sehat .

“Namun ,bila memang masyarakat mampu lebih memilih daging segar walau mahal tidak ada masalah, sama halnya bila kita mengkonsumsi sop buntut di hotel bintang lima dan di kaki lima pasti harganya jauh berbeda,” ujar Mentan.

“Tujuan Kita tetap konsen pada ketersediaan bahan pangan berkualitas yang terjangkau daya beli masyarakat. Tidak usah kita membenturkan hal-hal yang secara quot and quor tak perlu dibenturkan. Pemerintah akan terus mencari slusi yang tepat untuk melayani kebutuhan masyarakat dan perlu di ingat lebih dari 90 persen daging impor itu memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta,”katanya lagi.

Andi Amran Sulaiman mengajak jurnalis muda mari berperan bersama membangun negeri untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,  dan jangan terkooptasi kepentingan segelintir atau kelompok yang hanya memanfaatkan kebutuhan masyarakat untuk keuntungan pribadi dan kelompok semata.

Demikian Mentan  Andi Amran Sulaiman mengakhiri obrolan yang sangat terbuka dengan BeritaRayaOnline  dan awak media lainnya. (mur.se/bro-1)

Editor : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan