Mentan Amran Sulaiman, Bahagia Tabungan ASN Kementan Meningkat

Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan rasa bahagianya, dipenghujung jabatan kabinet “kerja kerja kerja” Jokowi-JK, mengetahui tingkat kesejahteraan ASN lingkup Kementan meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Mentan, saat berkeliling lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (17/10/2019) Mentan, mengunjungi gerai Bank BUMN yang membuka fasilitas kantor cabang pembantu di lingkungan Kanpus Kementan.

KCP Bank BNI, Mandiri, BRI dan Koperasi Pegawai Ditjend. Perkebunan, disambangi Andi Amran Sulaiman bersama Sekjend Kementan Momon Rusmono dan Dirjen Perkebunan Kasdi Bagiono serta beberapa pejabat eselon II lingkup Sekretariat Jenderal Kementan.

Mentan Amran lalu berbincang dengan manajemen bank yang dikunjungi, mengkonfirmasi aktivitas dan pelayanan bank tersebut kurun waktu 5 tahun terakhir.

Para manajemen bank tersebut mengungkapkan dinamika transaksi perbankan di lingkup Kementan meningkat drastis baik antar unit kerja, maupun personal.

Hal tersebut dirasakan manajemen perbankan yang ada di lingkup Kementan sejak tahun 2016 hingga saat ini.

Andi Amran Sulaiman, menanyakan jumlah investasi masing-masin bank maupun koperasi, rata-rata peningkatan investasi sangat signifikan terutama dalam bentuk tabungan ASN, seperti bank Mandiri dan BRI.

Nilai tabungan ASN di KCP 2 bank bumn tersebut diatas Rp 50 miliar, sedang investasi dari sektor kredit justru menurun kurun waktu 2 tahun terakhir.

Mentan langsung menyambut paparan manajemen bank tersebut, ini bukti bahwa peningkatan produksi pertanian di ikuti juga peningkatan penghasilan para aparatur sipil di lingkup Kementan.

Dulu tahun 2014 tunjangan kinerja ASN kementan hanya 40 persen dalam tempo kurang dari 5 tahun sudah meningkat 100 persen.

“Tunjangan Kinerja ASN Kementan saat ini sudah 80 persen, dan saya sangat berharap sebelum serah terima jabatan menteri yang akan berakhir minggu ini, tukin dapat naik hingga 90 persen,” ujarnya.

Mentan, berpesan kepada manajemen bank agar terus meningkatkan pelayanan dengan tidak membedakan nasabah dari nilai investasi.

“Perlakukan nasabah sebagai klien yang strategis tanpa membedakan nilai investasi klien,” tegas Andi Amran Sulaiman

Dalam kesempatan tersebut juga Mentan mengunjungi Klinik Kesehatan dan Koperasi Pegawai Ditjen. Perkebunan.

Mentan meminta agar fasilitas klinik kesehatan dapat lebih ditingkatkan, dokter dan paramedis menyampaikan terimakasih karena sejak 3 tahun terakhir fasilitas IGD, Klinik Dental dan Lab. Darah sudah sangat memadai.

Sedang ketua koperasi ditjen bun, Budi, menyampaikan bahwa saatini koperasi dijen bun memiliki omzet Rp 2,4 milyar per tahun, terdiri dari simpanan dan pinjaman ASN Lungkup Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan.

Andi Amran Sulaiman, diakhir masa jabatannya, sangat berbahagia karena capaian program pembangunan pertanian saat ini di ikuti juga dengan peningkatan pendapatan dari ASN Lingkup Kementan.

“Ini membanggaka dan saya Bahagia,”pungkas Pria Bugis, yang selalu bersikap optimis ini. (/*M/Bro-5)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan