Spread the love

20160630_064124Jatinegara, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan mencabut regulasi tentang larangan daging sapi beku impor dan karkas masuk ke lapak-lapak pasar tradisionil.

Bahkan dijanjikan dalam seminggu ini regulasi sudah selesai, sehingga daging sapi beku (frozen ) dan karkas bisa masuk di lapak-lapak pasar “becek” khususnya wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

“Soal regulasi, akan dicabut aturan yang melarang  daging karkas dan frozen bisa masuk ke lapak-lapak pasar tradisionil.Minggu ini regulasi sudah selesai. Malah sudah kami bahas dalam rapat koordinasi terbatas,” katanya kepada wartawan usai “sidak” di Pasar Tradisionil Jatinegara “Mester”, Jakarta Timur, Jumat subuh (1/7/2016).

Dengan begitu, Amran memastikan daging beku impor dan karkas bisa masuk ke pasar tradisional. Mekanismenya nanti- saat aturan itu resmi dicabut- daging-daging itu bisa masuk ke pasar, tetapi pedagang diimbau agar jangan ambil untung terlalu besar. “Jual Rp 85 ribu/kg cukup,” selanya.

Mentan juga menegaskan nantinya tetap akan ada pembatasan pasokan, agar harga daging sapi tidak terlalu jatuh, dan peternak pun masih bisa mendapatkan keuntungan. “Intinya bagaimana peternak dan pedagang untung, dan konsumen bisa tersenyum,” ucapnya.

Dalam Permentan 139 Tahun 2014 disebutkan,  importir hanya diperbolehkan melepas daging untuk industri hotel, restoran, dan katering (horeka) atau industri daging, dan terlarang jika dijual di pasar, khususnya pasar tradisional.

“Regulasinya kita tinjau lagi. Pokoknya mana yang terbaik buat rakyat,” tambahnya.

Aman dan Higienis

mentancakeepppMenteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan daging sapi beku yang diimpor dan dipasok ke sejumlah pasar Jabodetabek aman dan higienis untuk dikonsumsi sehingga masyarakat tidak perlu harus membeli daging sapi lokal yang lebih mahal.

“Katanya masyarakat tidak senang daging beku padahal semua hotel konsumsi daging beku juga. Perlu edukasi ke masyarakat bahwa daging frozen itu higienis, sehat dan aman dari penyakit,” kata Menteri Amran saat melihat langsung  operasi pasar daging segar murah Rp 85 ribu/kg dari PT.Artha Graha Peduli  di Pasar Jatinegara “Mester” , Jakarta Timur, Jumat  subuh (1/7/2016).

Harga daging sapi beku impor  di 18 pasar tradisional Jabodetabek berkisar antara Rp75 ribu/kg sampai Rp80 ribu/kg, sedangkan di Toko Tani Indonesia (TTI) Pasar Minggu, Jakarta Selatan dijual hanya Rp75.000/kg.

Adapun daging sapi beku impor sudah masuk sampai ke lapak-lapak pasar tradisional dengan stok yang disiapkan pemerintah bersama 12 perusahaan swasta sebesar 9.000 ton atau setara 52 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah lebaran.

Amran mengatakan tahun ini pertama kalinya daging beku beredar di pasaran karena sebelumnya ada regulasi yang menghambat pasokan daging ke pasar tradisional.

“Ini pertama kalinya daging beku bisa masuk sampai ke lapak-lapak dengan harga terjangkau. Tidak pernah terjadi dalam 70 tahun terakhir. Tiga tahun terakhir ada aturan daging beku tidak boleh sampai ke pasaran, tapi insya Allah kami akan cabut regulasi yang membatasi tersebut,” janjinya.

Ia menjelaskan regulasi yang membatasi pasokan daging beku ini akan diajukan ke Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian untuk ditinjau ulang, bahkan dihapus.

Selain di pasar tradisional, masyarakat juga dapat membeli daging sapi beku di 300 titik TTI tersebar di Jabodetabek, salah satunya di Pasar Tani Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM 3, Ragunan, Jakarta Selatan, dan Toko Tani Indonesia (TTI) Center Pasar Minggu, Jakarta Selatan (depan SMAN 28). (**/dbs/bro-satu)

Fotografer by        : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Editor                     :  Pulo Lasman Simanjuntak

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan