Spread the love

20160410_072908BSD, Serpong, BeritaRayaOnline,-Sebagian besar kasus Diabetes sebenarnya dapat dicegah, karena 90% kasus ini merupakan Diabetes Tipe-2 yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Demikian dikatakan oleh  Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) pada peluncuran serta peresmian “Aksi Deteksi Dini Diabetes Terintegrasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM)” di Pasar Modern BSD Tangerang Selatan, Minggu pagi (10/04/2016). Turut hadir pada kegiatan tersebut, Gubernur Banten, H. Rano Karno, Walikota Tangerang Airin Dianny , Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, perwakilan WHO, serta para mitra pendukung.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2016 yang diperingati setiap tanggal 7 April. Tema HKS 2016 di tingkat global dalah “Diabetes” dengan sub tema “Diabetes Superhero”. Sementara tema nasional HKS 2016 adalah “Cegah, Obati, Lawan Diabetes”.

 

Dalam sambutannya seusai melakukan senam sehat bersama masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan BSD, dan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten,  Menteri Kesehatan Prof.Dr.dr.Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) menjelaskan terdapat beberapa gaya hidup tidak sehat yang menjadi faktor risiko penyakit Diabetes, antara lain:

bsdbagusdua

  • Kegemukan atau Obesitas

“Berat badan berlebih dan obesitas adalah salah satu faktor risiko predominan Diabetes. Peningkatan berat badan berbanding lurus dengan peningkatan Diabetes. Hasil Riskesdas (2013) memperlihatkan bahwa prevalensi berat badan berlebih atau overweight di Indonesia mencapai 13,5% dan obesitas 15,4%,” ujarnya.

  • Kurang Aktifitas Fisik

“Kebiasaan tidak gemar berolah raga atau aktifitas fisik yang tidak memadai juga memperbesar kemungkinan seseorang untuk menderita Diabetes. Data Riskesdas (2013) menunjukkan bahwa lebih dari seperempat penduduk Indonesia kurang beraktifitas fisik, “ucapnya.

  • Diet yang Kurang Sehat

“Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, garam, lemak jenuh dan gula, serta rendah serat juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan berlebih, sehingga meningkatkan risiko Diabetes. Riskesdas (2013) juga menyebutkan kurang dari 10% masyarakat Indonesia mengkonsumsi serat. Selain itu, data hasil Survei Diet Total (SDT, 2014) menyatakan masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori, garam, gula dan lemak jenuh,” kilahnya.

  • Deteksi Dini untuk Pencegahan

“Seringkali penyandang Diabetes ditemukan dalam kondisi sudah lanjut dan memiliki banyak komplikasi. Padahal, jika dilakukan deteksi dini, ditemukan lebih awal, maka komplikasi dapat dicegah, sehingga penyandang Diabetes dapat tetap produktif, tidak mengalami kecacatan dan dapat hidup dengan sehat,” katanya lagi.

20160410_074141Menurut Menkes dengan memeriksakan diri secara berkala setiap bulan satu kali, maka seseorang dapat terdeteksi dini jika menderita suatu penyakit tidak menular, termasuk Diabetes, sehingga dapat segera ditanggulangi.

“Deteksi dini juga dapat menemukan kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau kegemukan, sehingga perlu disikapi dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah kesehatan,” terang Menkes.

 

bsdempat

Menkes juga menambahkan, deteksi dini juga berfungsi sebagai kontrol, kapan masyarakat harus segera menghentikan kebiasaan berperilaku yang tidak sehat, seperti makan makanan yang tidak sehat, makan berlebihan, kurang aktivitas fisik, merokok, atau minum alkohol. Selain itu, kita juga bisa memperoleh informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (**/lasman simanjuntak)

 

 

Foto oleh : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

 

 

Tinggalkan Balasan