Spread the love

Pekalongan, BeritaRayaOnline,- Luar Biasa dengan tertatih-tatih Penyair sepuh Dharmadi Putra dapat sampai di acara “Puisi Dalam Kotak Suara”  di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2021).

Kedatangan Mas Dharmadi adalah kesan tersendiri.Ia begitu kharismatik meski fisiknya masih lemah.

Penyair Dharmadi , lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 September 1948.

Dia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, sampai tingkat sarjana muda.

Dike  sebagai penyair yang senang menulis puisi-puisi pendek, namun mampu menawarkan imaji yang panjang bagi penikmat puisi-puisinya.

Karya-karya puisinya digolongkan bernuansa sufistik. Hal tersebut tak lepas dari kegemarannya yang kerap menuangkan berbagai pengalaman religiusnya sehari-hari ke dalam puisi karyanya.

Selain berkarya, Dharmadi juga aktif di Sanggar Pelangi (1971), Himpunan Penulis Muda Purwokerto (1974), Lingkar Seni dan Budaya (1986) dan Kancah Budaya Merdeka Banyumas (1993).

Dalam proses kreatifnya berpuisi kerap memandang bahwa alam itu mempunyai daya. Daya yang ada pada alam itu adalah daya berasal dari Tuhan atau Kuasa Tuhan. Di situlah ia kemudian menggunakan diksi-diksi alam sebagai simbol ritual atau metafora.

Kemudian ia mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya ketika berbicara mengenai relasinya dengan Sang Khalik dan keterkaitannya dengan alam yang disikapinya dengan penghargaan penuh.

Mungkin inilah yang ditangkap oleh pembaca, sehingga puisi-puisinya kemudian digolongkan ke dalam puisi sufistik. Dharmadi lebih banyak menjalani proses kreatifnya ketika menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Purwokerto.

Kembali Ke Asa (Buku Kumpulan Puisi, 1999)
Dalam Kemarau (Buku Kumpulan Puisi, 2000)
Aku Mengunyah Cahaya Bulan (Buku Kumpulan yang berisi 56 puisi pilihan karyanya sejak 1974-2004)
Kalau Kau Rindu Aku (Buku Kumpulan Puisi, 2012)
Melacak Jejak (1993)
Antologi Puisi Jawa Tengah (1994)
Lirik-Lirik Kemenangan (1994)
Dari Negeri Poci (1993)
Getar II (1996)
Dari Negeri Poci 2 (1994)
Dari Negeri Poci 3 (1996)
Antologi Puisi Indonesia 1997 (1997)
Dari Negeri Poci 4 (2013)
Dari Negeri Poci 5 (2014)
Puisi Menolak Korupsi (2014)
Memo Untuk Presiden (2014).(**)

Sumber berita dan foto  : 

Laman Facebook Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX  2021, Senin malam 25 Oktober 2021


Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan