Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Sejak Selasa (18/05/2021) hingga Senin (31/5/2021) peningkatan pasien Covid-19 di RSDC(Rumah Sakit Darurat Covid-19) di  Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terus terjadi, rerata bertambah 100 pasien per hari.Ini sudah diprediksi banyak pihak, jauh-jauh hari sebelum libur Lebaran. Bagaimana kesiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran?

Lonjakan pasien Covid-19 habis libur Lebaran, pasti terjadi. Sudah terjadi. Pertanyaannya, berapa banyak lonjakannya? Bagaimana kesiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran?

Pertanyaan pertama, belum bisa dijawab sekarang. Namun, indikatornya sudah ada: rerata pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 100 pasien per hari. Pertanyaan kedua, sudah ada jawabannya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Ganip Warsito, memastikan personel dan perangkat pendukung RSDC Wisma Atlet siap menghadapi kemungkinan lonjakan kasus positif Covid-19 pascalebaran.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran adalah Rumah Sakit Darurat Covid-19 terbesar di Indonesia, di Asia, bahkan di dunia.

RSDC ini dioperasikan sejak 23 Maret 2020. Ada dua hipotesis yang sudah terbukti kebenarannya.

Pertama, jika mobilitas warga meningkat, maka jumlah pasien Covid-19 pasti melonjak. Kedua, jika pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran melonjak, maka pasien di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia, juga meningkat.

Dengan kata lain, jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, adalah barometer pasien Covid-19 secara nasional.

Maka, sangatlah tepat Kepala BNPB Letnan Jenderal Ganip Warsito langsung meninjau kesiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran, sehari setelah ia dilantik sebagai Kepala BNPB pada Selasa lalu (25/05/2021)Letnan Jenderal Ganip Warsito menggantikan posisi Letnan Jenderal Doni Monardo, yang berhenti dengan alasan pensiun.

Yang menyambut kunjungan Letnan Jenderal Ganip Warsito pada Rabu lalu (26/05/2021) itu, adalah Mayor Jenderal DR. dr. Tugas Ratmono, selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Kepada Letnan Jenderal Ganip Warsito, Mayor Jenderal Tugas Ratmono memaparkan operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Mulai dari ketersediaan kamar di tower 4, 5, 6, dan 7, ketersediaan peralatan medis, ketersediaan dokter, perawat, psikiater, psikolog, serta ketersediaan ahli gizi serta logistik untuk konsumsi tenaga kesehatan dan pasien.

“Dari pemantauan saya secara langsung di lapangan, saya pastikan bahwa RSDC secara personel, perangkat, dan pendukungnya, siap menghadapi kemungkinan lonjakan ini,” ujar Ganip Warsito dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, pada Rabu lalu (26/05/2021) .

Persiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran menghadapi kemungkinan lonjakan pasien pascalebaran, sudah dilakukan Mayor Jenderal Tugas Ratmono, selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran, jauh-jauh hari sebelumnya.

Sementara itu Charles Honoris juga berkunjung ke RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Charles Honoris adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP.

Salah satu poin yang ditinjau oleh Charles Honoris adalah tentang kesiapan RSDC Wisma Atlet Kemayoran menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien pascalebaran.

Relatif Rendah

Tingkat keterisian kamar perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran relatif rendah, hanya 22,76 persen.

“Artinya, masih tersedia 4.630 tempat tidur, yang siap menampung pasien. Ada 4 tower yang ada di sini, yang di masing-masing kamar tersedia 2 atau 3 tempat tidur,” ujar Mayjen Tugas Ratmono.

Ia menyebut, RSDC Wisma Atlet Kemayoran pada masa puncak lonjakan, pada September 2020 dan Januari 2021, pernah merawat hingga lebih dari 5.000 pasien Covid-19.

“Jika lonjakan pasien pascalebaran ini melampaui itu, maka yang pertama-tama dilakukan adalah menempatkan 3 tempat tidur di semua kamar,” lanjut Mayjen Tugas Ratmono.

Dengan demikian, dari sisi ketersediaan tempat tidur dan ruang perawatan, RSDC Wisma Atlet Kemayoran lebih dari siap.

Begitu juga dengan tenaga kesehatan. Saat ini, tersedia sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Mereka terdiri dari dokter, perawat, psikiater, psikolog, tenaga medis lainnya, serta ahli gizi dan logistik.

Dalam konteks libur Lebaran, Mayjen Tugas Ratmono mengacu kepada aturan pelarangan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah.Mereka siap siaga di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, bersiap menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan pasien.

Artinya, ruang perawatan dan tenaga kesehatan dalam kondisi siap. Demikian pula dengan peralatan medis dan obat-obatan.

Demikian keterangan tertulis yang disampaikan  Isson Khairul, Relawan Media di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, yang juga Ketua Persatuan Penulis Indonesia (PPI)  kepada BeritaRayaOnline di Jakarta, Sabtu (5/6/2021).

(*/BRO-3)

Editor : Pulo Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan