Melalui Kostratani, Kementan Genjot Pelatihan Pertanian Menjaga Pangan Negeri, Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Maksimalkan Ekspor

Yogjakarta,BeritaRayaOnline,-“Saya tidak akan pernah bosan menyampaikan tujuan pembangunan pertanian nasional. Sebagaimana Mentan SYL (Syahrul Yasin Limpo) selalu mengingatkan kita. Sediakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tingkatkan kesejahteraan petani dan tingkatkan semaksimal mungkin ekspor,” ujar Prof Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP Kementan  ketika membuka pertemuan koordinasi penyelenggaran pelatihan, kerjasama pelatihan dan program READSI tahun 2020 yang dilaksanakan di Jogjakarta 13-15 Februari 2020.

Pertemuan dihadiri Kepala UPT pusat pelatihan pusat dan daerah, kepala dinas lokasi program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) dan juga pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang merupakan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA).

Prof. Dedi mengingatkan tujuan pembangunan pertanian nasional ini harus menjadi sumber inspirasi, dan sumber referensi.

“Target kita semua seluruh insan pertanian yang ada di Indonesia dari pusat provinsi, kab/kota hingga kecamatan dan desa. Karena itu kita bangun gerakan komando strategis pembangunan pertanian dari tingkat kecamatan (Kostratani), kabupaten (Kostrawil), provinsi (Kostrada) hingga pusat (Kostratan),” katanya lagi.

Dengan Kostratani kita optimalisasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari sarana dan prasarana hingga kemampuan SDM -nya.

Prof. Dedi menyerukan melalui dana dekon kita bangun sarana prasarana kantor BPP. Kementan melalui DAK Bansos bahkan APBN mensupport habis pembangunan sarpras IT BPP.

“Kita lengkapi BPP dengan teknologi informasi komunikasi terkini. Saya ingin dukungunan penuh seluruh dinas kab/kota, provinsi untuk mendukung optimalisasi BPP dan penyuluhnya melalui peningkatan kapastitas Penyuluh dan petani,” ujarnya.

“Kita sukseskan Kostratani sebagai pusat pergerakan pertanian mendukung program utama Kementan dari pengingkatan produktivitas tanaman pangan (Propaktani), Hortikultura (GedorHorti), Perkebunan (Grasida), Peternakan (Sikomandan), dan pertanian masuk sekolah, penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi hingga 3 Kali Lipat ekspor (Gratieks),” pungkasnya (*/Prabu)

Rilis Kementerian Pertanian
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia
Jogjakarta. Kamis 13 Februari 2019

Editor : Lasman Simanjuntak

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan