Spread the love

Pamulang, BeritaRayaOnline,- Masih masuk Zona Merah Covid-19 serta makin diperketatnya  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperpanjang satu bulan ke depan di Tangerang Raya, Provinsi Banten.

Ternyata masih banyak warga Kota Tangerang Selatan yang tak memakai masker untuk protokol kesehatan Covid-19.

Terutama ketika melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah, guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Demikian hasil liputan wartawan BeritaRayaOnline di kawasan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, sampai Kamis siang (21/1/2021).

Misalnya apa yang dilihat langsung wartawan BeritaRayaOnline di kawasan ruko sepanjang jalan Pajajaran (sekarang Jalan Raya Pamulang-red).

Hampir semua pedagang dan penjual di kawasan yang berdekatan dengan Situ (Danau) Sasak Tinggi Pamulang ini, tak memakai masker.

“Memang sudah saya beritahu kepada karyawan saya supaya memakai masker, terutama saat melayani pembeli.Virus Covid-19 di Pamulang makin gawat,” kata Dedi (57 tahun) pemilik toko onderdil baut kepada wartawan BeritaRayaOnline di Pamulang, Rabu siang (20/1/2021).

“Coba itu lihat, penumpang bajaj santai aja tak memakai masker.Itu juga pengendara motor tak mau memakai masker ,” tunjuk Dedi ke arah jalan raya, dimana banyak warga Pamulang berlalu-lalang tanpa mempergunakan masker.

Bahkan di sekitar kawasan perdagangan dan perbengkelan ini banyak juga montir mobil dan sepeda motor ketika memperbaiki kendaraan tak mempergunakan masker.

Belum lagi penjual dan pembeli burung hias-masih di sekitar kawasan tersebut- semuanya tak memakai masker.

“Maskernya ketinggalan di rumah, Pak.Iya, takut juga sih saya sama virus corona,” kata seorang anak muda pembeli burung hias ketika ditegur wartawan BeritaRayaOnline kenapa tak memakai masker.

“Memang jarang Satpol PP dari Kantor Walikota Tangerang Selatan melakukan razia masker di kawasan Pamulang ini.Saya juga sudah mendengar pasien Covid-19 terus bertambah dan semua rumah sakit di Pamulang sudah penuh pasien Covid-19,” kata Dedi, warga Betawi-Pamulang yang rajin menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker saat melayani pembeli.

Tak memakai masker serta tak menjaga jarak juga masih terjadi di tempat terbuka, terutama saat melakukan aktivitas olah raga, khususnya olah raga bela diri seperti silat dan tae kwon do.

Misalnya apa yang dilihat wartawan BeritaRayaOnline saat para pesilat berlatih di atas lapangan futsal di jalur gas Pertamina di Perum Pamulang Permai I tiap hari Minggu pagi.

Rata-rata remaja sampai anak-anak yang berlatih olahraga beladiri silat tak memakai masker serta menjaga jarak.

Mereka bahkan saling “berkerumun” saat beristirahat.Ini tentu saja rawan penularan virus corona antar sesama pesilat.

Bukan itu saja, beraktivitas olahraga beladiri tae kwon do di lapangan terbuka depan Kantor Kecamatan Pamulang (eks Kantor Walikota Tangerang Selatan-red) juga tak memakai masker dan menjaga jarak.

Para taekwondoin berlatih beladiri dari Korea Selatan ini tak memakai masker dan menjaga jarak sejak pemanasan pagihari sampai bertarung sesama taekwondoin jelang sianghari.

Bahkan para sabam (sebutan untuk pelatih tae kwon do sabuk hitam-red) juga tak memakai masker.

Ini tentu saja bisa menciptakan kluster baru penularan virus covid-19 antara sesama taekwondoin.

Sementara bila malam hari di kawasan pertokoan Perum Pamulang Permai 1, juga terlihat para pedagang makanan siap saji banyak yang tak memakai masker.

Misalnya, di rumah makan “Bakmi 77” juru masaknya sama sekali tak memakai masker.

“Kalau pakai masker sering sesak nafas, apalagi kalau sedang goreng bakmi, banyak asapnya,”ujar seorang juru masak yang tak bersedia namanya ditulis.

Dari sini wartawan BeritaRayaOnline meluncur ke pusat onderdil dan perbengkelan mobil di Jalan R.E.Martadinata Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan.

Di kawasan perbengkelan Pondok Cabe ini- yang pertama berdiri di Pamulang ini- hampir semua montir mobil tak memakai masker guna mencegah penularan virus Covid-19.

Baik mobil berbagai type dan jenis ( bensin dan solar-red) yang sedang diperbaiki, semua montirnya tak memakai masker.

“Saya memang tak pakai masker.Di sini montirnya sehat-sehat saja kok, tak ada yang terpapar virus corona,” ujar Mas Teguh (40 tahun)  montir spesialis mobil solar kepada wartawan BeritaRayaOnline ketika ditanya kenapa tak pakai masker saat bekerja.

Para montir mobil-kadang termasuk penjual onderdil mobil- sama-sama terlihat tak memakai masker.

Mereka kadang “berkerumun” tanpa menjaga jarak, serta jarang sekali cuci tangan.Di sekitar kawasan perbengkelan yang dikelola swasta ini tak terlihat sarana untuk cuci tangan dengan air mengalir.

Sehingga protokol kesehatan melalui 3 M sulit diterapkan di Pusat Perbengkelan dan Onderdil Mobil Pondok Cabe ini.

Dari kawasan Pondok Cabe, wartawan BeritaRayaOnline bergerak ke Pasar Tradisional Ciputat dan Plaza Ciputat di Jalan H.Ir.Juanda Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Di dua pasar yang berhadapan dengan flyover Ciputat ini justru lebih parah lagi.Banyak pedagang yang “terang-terangan”tak memakai masker sebagai prasyarat protokol kesehatan Covid-19, terutama saat melayani pembeli.

“Belum terbiasa pakai masker, Mas.Selama melayani pembeli saya memang tak pakai masker,” akui Erna (32 tahun), seorang pedagang busana dan perlengkapan wanita kepada wartawan BeritaRayaOnline di Pasar Tradisional Ciputat baru-baru ini.

Di dalam Plaza Ciputat yang banyak menjual pakaian pria dan wanita, sepatu, alat kosmetik, kaca mata, dompet, tas, ikat pinggang, celana jeans, dan masih banyak lagi, justru tak memakai masker.

Hal ini tentu saja sangat berbahaya akan penularan virus Covid-19 antara sesama pedagang, penjual, dan pembeli (konsumen), apalagi di bangunan bertingkat yang serba tertutup.

Dan, celakanya lagi para sekuriti (satpam) di sekitar Plaza Ciputat ini ada juga yang tak memakai masker.

Dan, ketika pengunjung hendak masuk Plaza Ciputat  -yang dibangun sejak tahun 1990-an ini- tak diukur suhu tubuh mempergunakan alat thermo gan sebagai juga salah satu persyaratan protokol kesehatan.

Bila disiplin pemakaian masker khususnya untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19 masih tetap dilanggar warga Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, diperkirakan sulit untuk memutus mata rantai penularan virus corona ini.(*/Bro-22)

Penulis karangan khas : Lasman Simanjuntak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan