Manfaatkan Peluang Saat Pandemi, Omset Petani Milenial Tembus Ratusan Juta

Spread the love

Bogor,BeritaRayaOnline,-Di saat banyak sarjana memilih bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan, alumnus Teknologi Industri Pertanian IPB, Fikri, justru memilih menjadi wirausahawan di bidang pertanian. Omset yang diraih Fikri mencapai ratusan juta.

Kemampuan usaha Fikri berawal dari kesempatan bergabung dalam usaha jasa layanan akikah yang dikelola oleh seniornya di IPB. Dari situ, generasi milenial usia 23 tahun ini terpacu untuk membuka usaha baru di sektor pertanian.

Hantaman pandemi yang berefek pada usaha sebelumnya, mendorong Fikri dan sejumlah rekannya untuk tetap produktif.

“Adanya pembatasan aktivitas masyarakat di awal pandemi, seperti menjadi peluang dan berkah tersendiri. Ide untuk membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya dengan tetap di rumah saja pun hadir,” terang Fikri, Rabu (16/9).

Dengan menghadirkan Rantangku.Id, Fikri dan rekannya memberikan solusi pemenuhan kebutuhan kuliner yang sehat, bergizi, dan enak untuk semua kalangan masyarakat Indonesia dengan menyediakan berbagai macam produk frozen food seperti Komoditi Ayam, Ikan, Cumi, dan Udang.

Masing-masing komoditi tersedia berbagai jenis yang di pasarkan dengan harga yang sangat ekonomis.

“Dengan modal awal Rp 22 juta, dalam waktu 4 (empat bulan) Rantangku.id telah mampu menjual ayam karkas 100-200 ekor ukuran 0,5-1 kg atau kisaran Rp 40 hingga Rp 50 juta sebulan untuk konsumen perorangan. Rantangku pun telah mensuplai beberapa restoran seperti Gumati, Ayam Goreng Ma Icih kisaran 600 ekor/minggunya atau kisaran 100-150 juta per rekanan,” terangnya.

Selain ayam karsas, Rantangku.id juga memasarkan usus, kulit serta ayam bonless dan beberapa produk perikanan seperti udang, lele dan lainnya.

Sebagai generasi milenial, Fikri dan rekan-rekannya memanfaatkan jejaring untuk menjadi mitra dan mensuply ayam dan produk lainnya seperti PT. Adi Food, Raja Dinar Parung, Agung Harvest, Tanbihun.

“Saat ini dunia digital membuat segalanya menjadi mudah. Dan kita sebagai generasi muda dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang kita geluti. Kedepan kami akan menambah variasi produk kami dengan kembali memproduksi olahan produk peternakan lainnya seperti bakso dan sosis,” papar Fikri optimis.

Fikri pun menyatakan walaun pandemi berakhir, usaha Rantangku.id ini tetap akan berlanjut. Ia pun menjelaskan misi yang dipegang oleh Rantangku.id yakni memudahkan masyarakat Indonesia mengkonsumsi protein hewani dengan memperbaiki rantai pasok dingin sampai ke pelosok daerah.

“Dengan meningkatnya permintaan produk peternakan InshaAllah berimbas pada kesejahteraan petani, peternak dan nelayan Indonesia. Kami juga menyisipkan edukasi untuk masyarakat untuk mengkonsumsi protein hewani melalui website kami,” tambah Fikri.

Rantangku.id bergerak berdasarkan sistem kerja profesional yang mendorong para karyawan untuk memberikan kemampuan terbaik nya. Masing-masing karyawan wajib menjalankan hak dan kewajibannya kepada perusahaan sesuai dengan target yang sudah di tetapkan.

Tentang bagaimana cara mencapai target, mereka mengembalikan pada kreatifitas masing-masing pekerjanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan, kreativitas generasi milenial telah membawa perubahan baik pada perkembangan sektor pertanian.

Melalui start up dibidang pertanian, Kementan berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui pemasaran secara online.

“Lahirnya start up dan petani milenial dibidang pertanian merupakan bukti bahwa regenerasi pertani telah berlangsung. Saya yakin sektor pertanian ini akan maju pesat bila dikelola oleh generasi unggul yang inovatif, maju dan mandiri,” ungkap Dedi optimis.

Sebagai dukungan atas inovasi dan kegigihan wirausaha muda pertanian, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong kreasi generasi muda untuk bisa berperan lebih besar dalam pemanfaatan teknologi di sektor pertanian Indonesia.

“Saya bangga dengan banyaknya generasi milenial yang memilih sektor pertanian sebagai mata pencariannya. Pertanian merupakan sektor yang sangat menjanjikan dan tidak akan berhenti selama manusia membutuhkan pangan. Untuk itu mari kita terus dorong semua kreasi anak muda untuk pertanian. Kita menunggu banyak anak milenial akan terlibat dalam proses pertanian mulai dari hilir hingga ke hulu,” ungkap Mentan SYL.(*)

RILIS BPPSDMP – 16 SEPTEMBER 2020
428

Editor : Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan