Spread the love

puduaJakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini terus menunjukkan komitmen percepatan pengembangan infratsruktur di seluruh wilayah Indonesia, salah satuunya yaitu wilayah Maja. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama(Mou) tentang percepatan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat dalam rangka pengembangan Kota Baru Publik Maya di Jakarta, Senin sore (27/6/2016).

Penandatanganan kesepakatan bersama (Mou) yang dilakukan di Lantai 17  gedung baru Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) ini bertujuan untuk percepatan pembangunan infratsruktur bidang PUPRdi Kawasan Kota Baru Publik Maja dan sekitarnya dengan melibatkan pihak terkait yaitu Menteri PUPR, Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Bupati Lebak, Bupati Tangerang, Walikota Tangerang Selatan, Direktur Utama Perum Perumnas, Presiden Direktur PT.Nusa Graha Perkasa, Direktur Utama PT.Hanson Internasional, dan Direktur PT.Mitra Abadi Utama.

Pengembangan infratsruktur di wilayah Maja tersebut dilakukan sejalan dengan pesan Nawacita dan amanat RPJM 2015-2019 yakni pembangunan 10 Kota Baru Publik, dimana Maja menjadi salah lokasi yang diprioritaskan di bagian barat kawasan megapolitan Jabodetabek.

putigaMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada kesempatan tersebut mengatakan pengembangan wilayah  Jabodetabek ke sisi barat dan timur sejauh ini telah menumbuhkan dengan pesat berbagai kegiatan industri yang membawa implikasi meningkatnya kebutuhan perumahan dan permukiman, terutama bagi karyawan dan buruh.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat struktur megapolitan Jabodetabek, maka dikembangkan Kota Baru Maja sebagai Kota Baru Publik dengan konsep pusat pertumbuhan berupa Kota Satelit Mandiri yang mengupayakan tersedianya sistem permukiman perkotaan yang berimbang dengan komposisi 1:2:3,” katanya.

Untuk itu, lanjut Menteri PUPR,  agar harmoninya pengembangan infratsruktur dengan pengembangan kawasan, maka perlu disusun Master Plan dan Development Plan yang membuat diantaranya pembangunan jalan akses menuju Maja dari Pamulang ke Rangkasbitung sepanjang kurang lebih 58,35  Km sebagai akses utama yang komplementer dengan rencana jalan tol Serpong Balaraja dan Rel Ganda KA Jakarta-Maja.

Dengan menerapkan prinsip smart-green and inclusive city yang diusung, Kota Baru Publik Maja direncanakan untuk dihuni sekitar 1,5 juta penduduk pada 2035. Pengembangannya akan menerapkan Transit Oriented Development (TOD) Kota Baru Publik Maja juga dikembangkan dengn basis ekonomi dan mendukung kawasan industri (Balaraja, Cikupa, Jayapanti, dan Cikande) serta kawasan agro industri.

“Melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini Gubernur Banten, Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Bupati Lebak, Bupati Tangerang, dan Walikota Tangerang Selatan akan mengawal koordinasi dan penetapan lokasi rus jalan akses Maja, pembebasan lahan, perizinan, pengendalian, dan pengawasan penyediaan rumah bagi MBR bersubsidi dengan pola hunian berimbang,” jelasnya.

puSedangkan untuk para pengembang diharapkan agar menyediakan lahan yang dimiliki untuk mempercepat pembangunan jalan akses ke Maja, dan secara konsisten memenuhi kewajiban membangun rumah MBR bersubsidi dengan pola hunian berimbang serta pembangunan fasilitas sosial dan umum.

“Diharapkan model pengembangan kota baru publik Maja melalui kesepakatan bersama (Mou) akan menterpadukan rencana dan mempercepat implementasi program pembangunan infratsruktur dan pengembangan kawasan. Melalui pola ini, di samping menggerakkan  anggaran negara juga mengerakkan anggaran investasi swasta dan masyarakat, proses perencanaan dan pelaksanaan secara terpadu bersama akan mengefektifkan anggaran serta meningkatkan nilai tambah serta mempercepat perwujudannya,” katanya lagi.

Untuk kawasan timur Jabodetabek, sinkronisasi dan implementasi program pembangunan melalui Mou sudah pula dilakukan untuk kawasan industri Cikarang antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah Kabupaten Bekasi, PT.Jasa Marga dan 7 pengembang kawasan inustri. (Bro-1)

Fotografer by          : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Editor                       : Pulo Lasman Simanjuntak

 

 

Tinggalkan Balasan